Inspiration

Secuil kisah kecil: aku tersanjung dan terharu terdukung

Di tengah suasana bahagia Dies Natalis XXXV Unika Soegijapranata Semarang dan Serah Terima Jabatan Pelayanan dan Kemimpinan Rektor Unika Soegijapranata (Kamis 31/8), ternukil secuil kisah kecil yang kualami sebagai dan secara pribadi. Tak ingin kusimpan sendiri pengalaman itu maka ijinkan daku berbagi di sini.

Berangkat Awal demi Mengajar

Sesudah Misa Pagi pukul 05.30 wib di Pudak Payung, masih berjubah hitam aku meluncur ke Kampus Ungu Unika Soegijapranata. Puji Tuhan aku masih mendapat tempat untuk parkir. Lalu aku melangkah ke Ruang Kepala Campus Ministry di Lt IV Gedung St Mikael. Mas Panggi – petugas cleaning service – kusapa dengan ucapan selamat pagi. “Maaf Romo. Belum bisa masuk kantor sebab kuncinya tidak ada di pos. Semua ruang di sini belum bisa saya buka!” Katanya padaku.

“Oke Mas. Terima kasih!” Sahutku lalu turun ke lantai tiga untuk bikin kopi sebagai pengganjal perut. Segelas kopi hitam cukup bagiku sebagai pengganti sarapan. Sesudah itu aku kembali ke lantai empat. Mas Panggi masih berjuang untuk mencari informasi tentang kunci-kunci ruangan di lantai empat. Saya coba saja membuka pintu belakang ruang saya. Puji Tuhan tidak terkunci! Aku bisa masuk tetapi dari belakang. Tak masalah. Lalu kenakan sepatu dan berpamitan Mas Panggi sebab aku harus bersiap-siap mengajar dahulu di kelas Manajemen S1-S2 untuk mata kuliah Pendidikan Agama. Aku berkomitmen selalu harus sudah siap di kelas 30 menit sebelum kuliah mulai. Atas seijin pengurus Progdi Majenemen S1-S2 saya mengajar satu 1 jam saja pukul 07.30-08.30 sebab sesudahnya aku harus bersiap diri mengikuti Dies Natalis XXXV Unika Soegijapranata Semarang dan Serah Terima Jabatan Pelayanan dan Kemimpinan Rektor Unika Soegijapranata di Auditorium Albertus. Kujalankan tugas itu dengan gembira, meski mahasiswa yang hadir hanya enam orang dari sembilan orang untuk kelas itu. Berbeda dengan yang di Kelas S1 Psikologi, jumlahnya 63 orang. Tak masalah. Malah asyik bisa lebih intensif.

Namun sebetulnya bukan itu yang utama dari kisah kecilku. Tetapi, inilah secuil kisah kecil yang hendak kubagikan kepada Anda itu. Yang baru saja saya sampaikan itu barulah pengantar suasana menuju kisah yang sesungguhnya sebagai berikut.

Mempersembahkan Doa

Pertama, saat daku diminta untuk mempersembahkan doa. Itu menjadi pengalaman perdana doa dalam rangka serah terima jabatan pelayanan dan kepemimpinan seorang Rektor Unika Soegijapranata pada forum yang sangat terhormat dan mulia. Ada Bapak Uskup Agung Semarang, Mgr. Dr. Robertus Rubiyatmoko. Ada Menteri ESDM, Ignatius Jonan. Ada Wakil Gubernur Jateng, Heru Soedjatmoko. Dan ada begitu banyak tamu terhormat dan mulia lainnya. Tergetar jiwaku saat Christian Caniago yang menjadi salah satu MC bersama Alam memanggilku untuk mempersembahkan doa. Aku melangkah maju. Memberi hormat kepada Bapak Uskup dan para pejabat yang hadir. Lalu membalikkan badan melangkah maju lagi, membungkukkan badan tanda hormat kepada Dewan Senat Unika Soegijapranata. Lalu melangkah menuju podium utama. Mungkin semua mata memandangku, mungkin tidak. Itu tidak penting bagiku.

Lalu aku mulai berkata, “Bapak Uskup Agung Semarang yang kami kasihi, Bapak Ignatius Jonan yang juga saya kasihi, para tamu undangan yang kami muliakan, Ibu Bapak dan saudari-saudaraku yang terkasih, marilah kita bersatu dalam doa. Saya akan mempersembahkan doa ini secara Katolik. Mohon dukungan doa dari Saudari-saudara sesuai dengan agama dan keyakinan masing-masing.”

Itu kalimat pembukaku laku aku mulai berdoa seperti ini, “Dalam nama Bapa, dan Putra dan Roh Kudus. Amin.

Bapa yang maha pengasih dan penyayang. Kami bersyukur kepadaMu atas segala rahmat dan berkat yang Kau limpahkan kepada kami, khususnya Civitas Akademika Universitas Katolik Soegijapranata Semarang.

Hari-hari ini Civitas Akademika Unika Soegijapranata bersyukur kepadaMu atas Dies Natalis yang ke-35 Universitas. Pada Lustrum ke-7 Universitas kami, Engkau menganugerahi kami Rektor yang baru. 

Pada hari ini ya Bapa, kami akan melaksanakan upacara serah terima jabatan pelayanan dan kepemimpinan Unika Soegijapranata dari Prof. Dr. Ir. Yohanes Budi Widianarko, MSc, Rektor Unika Soegijapranata Masa bakti 2009 – 2017 kepada Rektor yang baru Prof. Dr. Frederik Ridwan Sanjaya, SE., S.Kom., MS.IEC serta pelantikannya untuk Masa bakti 2017 – 2021.

Kami bersyukur atas pelayanan dan kepemimpinan Prof Dr Ir Yohanes Budi Widianarko MSc, selama dua periode berlalu, yang membuat dan membawa Unika Soegijapranata berkembang maju sedemikian amat pesat sebagai Universitas Katolik di tengah masyarakat dan bangsa kami. Bersama Rektor yang lama kami boleh membangun jatidiri sebagai Universitas Katolik yang mengabdi Gereja dan Bangsa, Umat dan Masyarakat dengan spiritualitas akademik yang diwariskan Mgr. Albertus Soegijapranata yang menjadi nama dan pelindung universitas kami. Kami bersyukur atas segala dan semua yang baik yang Kau kerjakan melalui kehadiran, pelayanan dan kepemimpinan Prof Dr Ir Yohanes Budi Widianarko MSc sebagai Rektor selama dua periode berlalu.

Kami juga bersyukur atas terpilih dan akan dilantiknya Rektor kami yang baru Prof Dr Frederik Ridwan Sanjaya SE., S.Kom., MS.IEC. Kami percaya bahwa dalam pelayanan dan kepemimpinan Rektor yang baru, secara kreatif-inovatif-transformatif inspiratif penuh kepercayaan diri dan dengan segala kemampuan kami, kami boleh terus meningkatkan upaya kami menghayati motto “Talenta pro Patria et Humanitate”, yang merupakan salah satu spirit Mgr Albertus Soegijapranata, agar kami menggali segala bakat kami untuk kepentingan bangsa dan umat manusia.

Kami bersyukur pula atas kehadiran Bapak Ignatius Jonan dan Mgr Robertus Rubiyatmoko yang akan memberikan orasi ilmiah dalam rangka pelantikan Rektor yang baru ini. 

Berkatilah seluruh rangkaian acara serah terima jabatan pelayanan dan kepemimpinan serta pelantikan Rektor yang baru ini maupun orasi ilmiah ini. Kami serahkan seluruh rangkaian acara kami ini ke dalam penyelenggaraan kasihMu agar kembali menjadi berkat untuk kami semua.

Akhirnya, ya Allah, Bapa kami, berkatilah kami semua dan Universitas kami agar semakin mengembangkan pelayanan dan kepemimpinan Kristiani yang kreatif-inovatif-transformatif dan inspiratif seturut kehendakMu semata. Kami haturkan doa kami ini kepadaMu, Bapa, dalam nama Yesus Kristus, Juruselamat kami, kini dan sepanjang masa. Amin.

Dalam Nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Amin.”

Sesudah itu, aku berjalan lagi melangkah ke tengah. Memberi hormat kepada Dewa Senat, lalu memberi hormat lagi kepada Bapa Uskup yang tersenyum manis dan lembut di antara kumis yang tebal namun tidak memberi kesan sangar melainkan teduh seorang Bapa berwibawa dan berbelarasa. Lalu aku kembali ke tempat duduk.

Mendampingi Janji Rektor

Itu pengalaman pertama. Pengalaman kedua adalah, saat aku maju lagi untuk mendampingi Prof Dr Frederik Ridwan Sanjaya SE., S.Kom., MS.IEC sebagai baru untuk mengucapkan janji di hadapan Ketua Yayasan Sanjoyo, Dr Aloysius Suryo Nugroho dan Bapa Uskup Agung Semarang, Mgr. Robertus Rubiyatmoko sebagai Ketua Dewan Pembina. Kukenakan stola khusus yang terbaik yang kupunya. Kubawa Kitab Suci Alkitab Injil yang baru. Aku berdiri di samping kanan Rektor Baru, tangan kanannya tertumpang pada Kitab Suci yang kupegang dengan tangan kiriku. Tangan kananku terulur ke arah Prof Frederik Rektor baru yang dengan segenap jiwa dan rasa mengucapkan Janji Rektor Unika Soegijapranata. 

Sesudah selesai semua ritual itu, aku kembali ke tempat duduk lagi. Kupikir baik, Kitab Suci itu kumintakan tanda tangan Bapak Uskup, lalu kutandatangani pula. Sesudah usai acara, saat saya maju antre bersama seluruh dosen dan staf tenaga kependidikan Unika Soegijapranata, kuserahkan Kitab Suci itu kepada Prof Dr Frederik Ridwan Sanjaya. 

“Wah kok aku ndak diberi Romo…” kata Prof Dr Ir Yohanes Budi Widianarko MSc, Rektor lama Unika Soegijapranata. Aku terkesima. Benar Prof Budi, mestinya kusiapkan dua. Satu untuk Prof Ridwan. Satu untuk Prof Budi. Maka di hati kecilku kuberjanji, untuk membeli lagi Kitab Suci yang sama dan harus kumintakan tanda tangan dari Bapak Uskup Agung Semarang juga lalu suatu saat segera kuserahkan kepadanya. Tulisan ini menjadi saksi untuk diriku dan dirinya bahwa aku telah berjanji untuk melakukannya!

Kalimat Peneguh

Ketiga, sesudah dua pertama adalah ini. Sesudah semuanya usai dengan perjamuan ramah tamah. Aku santap bersama para karyawan, dosen dan staf tenaga kependidikan. Tiba-tiba aku berpapasan dengan Romo Wiryawan SJ, yang pernah menjadi Rektor Unika Seogijapranata pula. Kami berjabat tangan. Tak kusangka beliau ngendika, “Romo Budi, terima kasih Romo mau terlibat dalam pelayanan di Unika Soegijapranata sebagai Romo Kepala Campus Ministry. Saya senang. Selamat bertugas ya.” Sungguh, bagiku, kalimat itu menjadi kalimat peneguh! Aku kian merasa terharu dan terdukung oleh kalimat peneguh dari sosok pribadi sepuh yang tangguh! Beliau pernah bertugas sebagai Provinsial Serikat Jesus Indonesia dan juga pernah menjadi Rektor Unika Soegijapranata. Foto beliau masih terpajang di salah satu ruang bersama para Rektor lainnya. 

Mendengar dan menerima kalimat peneguh itu, sambil mencium tangannya aku berkata, “Matur sembah nuwun Romo. Saya taat kepada Bapak Uskup dan sendika dhawuhNyuwun pengestu Panjenengan.”

Sungguh, aku tak bisa menahan haru saat mendengar kalimat peneguh dari beliau padaku. Siapakah aku ini, hanyalah hamba yang hina dan tak berguna, namun diutusNya ke mana pun aku siap melakukannya dengan segenap hati dan jiwa bersama siapa pun sebagai tim karya demi kemuliaan namaNya. Ad Maiorem Dei Gloriam. Amrih Mulya Dalem Gusti. Agar Makin Dimuliakanlah Gusti. AMDG!

Itulah secuil kisah kecil di belantara pesta syukur Dies Natalis XXXV Unika Soegijapranata dan Serah Terima Jabatan Pelayanan Rektor Unika Seogijapranata. Semoga bermanfaat dan Tuhan melimpahkan berkat kepada kita semua.***

Sumber
http://idstory.ucnews.ucweb.com/story/847547819551734?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1&stat_app=app_profile&entrance=personal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.