Inspiration

Menjiwai Pancasila dalam Kehidupan Kita Bersama

Syukur pada Allah, belakangan ini saya terlibat dalam beberapa gerakan rakyat Pancasila yang menghibur dan menggembirakan saya. Saya mendukung sahabat saya, Widihasto Wasana Putra, Ketua Gerakan Rakyat Pancasila di Yogya yang berhasil mengumpulkan puluhan ribu warga masyakat Yogya dalam rangka Hari Kelahiran Pancasila, 1 Juni 2017 lalu dan ratusan seniman perupa pelukis dalam Ngabuburit Mural Pancasila (17-18 Juni 2017). Terakhir bersama Mas Hasto, Saya sebagai Ketua Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang (Kom HAK KAS) menyelenggarakan Syawalan Kebangsaan Gerakan Rakyat Pancasila di Lobby Kantor DPRD DIY (22/7/2017).

Syukur pula bahwa dalam peristiwa Srawung Anak Bangsa di Plaza Ngasem Yogya yang diselenggarakan Kom HAK KAS kerjasama dengan Komunitas-Komunitas Lintasagama Jogya, terdapat 3 anak kelas 1 SD, kelas 3 SD dan kelas 2 SLTP yang hafal Pancasila saat ditanya secara spontan. Ini sungguh menghibur. Saya kagum pada mereka yang meski masih anak-anak dan remaja, namun sudah hafal Pancasila. Ini membagakan.

Syukur pada Allah masih ada dan semoga kian banyak anak-anak yang kenal Pancasila sebagai dasar untuk mengatur pemerintahan negara dan mengatur seluruh penyelenggaraan negara Republik Indonesia. Pancasila juga merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia.

Lima sendi utama Pancasila adalah Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Rumusan itu secara yuridis kinstitusional tercantum pada paragraf ke-4 Preambule (Pembukaan) Undang-undang Dasar 1945.

Seruan “Saya Pancasila, Saya Indonesia” harus kian digemakan. Sebagai Pastor Pembantu di Paroki Kristus Raja Ungaran, saya juga mengusulkan agar sebelum Misa Mingguan, Umat diajak menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Garuda Pancasila. Usulan itu sudah dipraktikkan sejak tanggal 16 Juni lalu, lagu Garuda Pancasila dinyanyikan sebagai lagu penutup Misa Harian; sementara pada Misa Mingguan dinyanyikan sebelum lagu Pembuka sekaligus sebagai semacam paraliturgi. Semoga Pancasila semakin dikenal, dijiwai dan menjiwai hidup kita. Dengan demikian, kita bisa menjiwai Pancasila dan mengaplikasikannya dalam kehidupan bersama.***

Foto: Saya dan Mas Hasto, Koordinator Gerakan Rakyat Pancasila

Sumber
http://idstory.ucnews.ucweb.com/story/311097982106626?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1&stat_app=app_profile&entrance=personal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.