Inspiration

Strategi Membedakan dan Memilih Yang Baik dan Yang Jahat

Dewan Karya Pastoral Keuskupan Agung Semarang menyelenggarakan rekoleksi untuk para anggotanya (Selasa-Rabu, 12-13/9/2017). Rekoleksi dilaksanakan di Pastoran Sanjaya Muntilan. Rekoleksi didampingi oleh Romo L. Priyo Pujiono SJ. Tema rekoleksi “Pembedaan Roh-Roh dan Penerapannya” diterangkan dengan sangat menarik oleh Romo Jesuit yang energik ini.

Berikut ini saya sampaikan narasi umum atas rekoleksi yang terjadi sesuai versi penangkapan saya.Semua rangkuman narasi ini saya ambil berdasarkan catatan pribadi saya selama mengikuti rekoleksi tersebut. Semoga tidak keliru dan bermanfaat. Narasi serupa saya sampaikan dan dilansir oleh beritasatu.com (Rabu, 13/09/2017).

Pembedaan Roh Baik dan Roh Jahat merupakan hal yang harus dilakukan oleh siapa pun. Pembedaan Roh-Roh dilaksanakan melalui proses meninggalkan kebiasan akuu bicara Tuhan harus mendengarkan menjadi membiarkan Tuhan berbicara aku mendengarkan. Puncaknya adalah mengalami Tuhan yang diam dan aku yang juga diam dalam keheningan. Inilah kedalaman yang menjadi pusat pembedaan Roh.

Dalam Kegembiraan

Proses pembedaan Roh-Roh bisa dilakukan dalam kegembiraan antara surga dan gelak tawa. Ini merupakan cara pembedaan Roh sehari-hari.

Sebagaimana diterangkan Romo Priyo SJ dengan meminjam gagasan Michael Hewitt-Gleeson, dalam bahasa sehari-hari, Pembedaan Roh menjadi sebentuk lateral thinking. Tiga hal dilalui, yakni metapikir – refleksi tentang pikiran kita. Itu yang pertama.

Kedua, gaya inside box thinking and outside box thinking atau berpikir menyeluruh. Maka kita tidak bisa menggunakan pemikiran hitam dan putih, tapi ada abunya.

Itulah yang discernment. Saat kita melihat sekeping uang koin. Kita maksimum menangkap data hanya 30% saja. Padahal ada 70% lain yang tak kelihatan. Menangkap misteri yang tak kelihatan adalah tujuan discernment.

Tiga Pengandaian

Menurut Romo Priyo dalam rekoleksi tersebut, ada tiga pengandaian pra-diskresi yakni, identitas kita. Kita manusia perlu latihan rohani agar akrab dengan Tuhan. Kedua, kematangan emosi dengan terbuka dan rendah hati. Ketiga, dibutuhkan badan yang sehat, terkontrol. Men sana in corpore sano.

Konteks diskresi adalah olah rohani (doa). Di sana kita mencari, menemukan dan melakukan kehendak Tuhan. Tidak boleh memaksakan kehendak kita.

Memilih Baik atau Jahat

Spiritual discernment merupakan penegasan rohani: memilih antara yang baik dan dengan lebih baik. Bisa sendiri atau bersama.

Ada tiga langkah. Pertama, membangun kesadaran. Kedua: paham memahami. Ketiga: tindakan

Tiga hal itu didukung tiga dimensi yakni, identitasku sebagai pribadi dan relasiku dengan Tuhan, relasi diungkapkan melalui perutusan, dan komunitas tempat identitas dan perutusan dihayati.

Pusat diskresio adalah kasih Tuhan pada kita. Discernment tak mungkin tanpa doa dan ekaristi. Doa dan Ekaristi menjadi penegasan atas kehendak Allah dan meneguhkan perutusan. Kadang harus disertai lacrima – air mata sebagai rahmat. Kita pun lalumasuk ke kedalaman kasih.

Buah dari diskresi adalah keputusan yang benar yang membawa kebahagiaan. Tersenyum bahagia. Ada tansformasi – perjumpaan dengan Allah. Senyum adalah rahmat paling konkret.

Untuk menerangkan semua itu, Romo L. Priyo Pujiono SJ mengajak kami para peserta menonton film Of Gods and of Men. Dengan film itu Romo Priyo mengajak para peserta Rekoleksi, termasuk Uskup Agung Semarang, Mgr. Robertus Rubiyatmoko.

Yang jelas, kami semua puas secara rohani boleh mengikuti rekoleksi DKP yang baru sekali ini terjadi. Minimal, selama 10 tahun menjadi anggota DKP, baru kali inilah ada rekoleksi. Selamat dan Proficiat!

Gambar Sampul: Mgr. Robertus menyerahkan cinderamata kepada Romo Priyo SJ. Sumber Dok Pribadi

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/3157304492423813?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.