Inspiration

Menyemarakkan Kuliah Umum tentang Pancasila di Unika Soegijapranata

Pada hari Senin (02/10/2017), Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang mengadakan kuliah umum (kulum) dengan tema “Menguji Pancasila dalam Konteks Keberagaman)” di Sport Hall Unika Soegijapranata Semarang. Panitia meminta diriku untuk menjadi moderator dalam kulum yang menghadirkan dua narasumber utama, yakni Yudi Latif, MA, PhD dan Prof Dr Y Budi Widianarko MSc. Suatu kehormatan bagiku, boleh menjadi moderator untuk kulum dengan para narasumber yang hebat itu.

Namun, tulisan sederhana ini tidak akan menampilkan materi kulum yang amat bagus dan mendalam dari masing-masing narasumber, melainkan lebih merupakan sharing pengalamanku saat daku menyemarakkan kulum tersebut. Kami yang bergabung dalam PELINTAS (Penggemar/pewarta lagu-lagu inspiratif tentang nilai-nilai Pancasila) yakni Yunan Helmi, Rizka Ayu dan saya sendiri menyemarakkan suasana kulum yang penuh keseriusan dengan lagu-lagu yang membawa kesegaran.

Saat kami menyanyikan lagu “Pancasila adalah Kita” dan “Damai dalam Cinta” di Kulum Unika Soegijapranata. Pemilik hak cipta (Sumber: Dok Pribadi)

Pada kesempatan itu, kami menyanyikan lagu-lagu yang dibuat oleh Mas Yunan Helmi, sahabat saya dalam rangka Srawung Anak Bangsa dan lagu-lagu yang memuat nilai-nilai Pancasila. Paling tidak, dua lagu kami nyanyikan yakni lagu “Pancasila adalah Kita” serta “Damai dalam Cinta”. Mas Yunan Helmi memainkan keyboard. Rizka Ayu menjadi vocalis bersama saya yang juga memainkan saksofon.

Satu lagu yang tak hanya kami nyanyikan sendiri, melainkan kami nyanyikan bersama sedikitnya 2000 mahasiswi-mahasiswa adalah lagu “Pancasila adalah Kita”. Menurutku, syair lagunya bagus banget: Pancasila adalah kita. Pancasila rumah Indonesia. Rumah bhinneka asal kekayaan. Indonesia milik kita. Pancasila adalah kita. Pancasila jiwa Indonesia. Kebanggaan sebagai satu bangsa. Kita jaga selamanya, bersama.

Selain lagu “Pancasila adalah Kita”, kami bertiga juga menyanyikan lagu “Damai dalam Cinta”. Sama, lagu ini dibuat oleh Mas Yunan Helmi. Saya bersyukur boleh menyanyikan lagu ini bersama para tokoh lintas agama di Yogyakarta; dan kembali menyanyikannya bersama Yunan Helmi dan Rizka Ayu di Semarang. Lagu itu bagus dan mewartakan nilai-nilai Pancasila, khususnya terkait dengan keimanan, kemanusiaan, kebangsaan, dan keadilan. Damai dalam cinta!

Inilah selengkapnya syair lagu itu: Kawan, kita semua saudara, dalam cinta Tuhan yang Esa. Perbedaan itu kehendakNya asal keberagaman, kekayaan Indonesia. Jangan ada benci di hati. Penuhi hati dengan cinta. Bukankah Tuhan Sang Maha Cinta. Yang menciptakan kita, lalu mengapa membenci. Reff: Mari bersatu untuk bangsa bersama indahnya perbedaan. Karna kita selalu percaya, cinta tak memilih, damai dalam cinta. Daun yang jatuh kehendakNya, terlebih kita yang tak sama. Iman memang seharusnya utuh, namun salahkah jika yang lain dengan imannya.

Syukur kepada Allah, atas kesempatan menyemarakkan suasana kuliah umum tentang Pancasila dengan menyanyikan lagu-lagu yang mewartakan nilai-nilai Pancasila. Semoga bermanfaat dalam kehidupan bersama, khususnya dalam menguji Pancasila dalam konteks keberagaman.***

Gambar sampul: Kami grup PELINTAS: Saya, Yunan Helmi dan Rizka Ayu. Sumber: Dok Pribadi.

Sumber https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/2469521974238012?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.