Inspiration

Proses Kaderisasi Jalan Terus Meski Listrik Padam!

Kami, Pengurus Orang Muda Katolik Campus Ministry (OMK CM) Unika Soegijapranata Semarang menyelenggarakan kaderisasi untuk calon pengurus baru di Wisma Buona Ventura Bandungan (Jumat – Minggu, 05-07/10/2017). Pada malam pertama, saat acara hendak dimulai, tiba-tiba instalasi listrik padam.

Kebetulan, tidak ada jenset. “Kalau mati semua begini, biasanya tidak lama, hanya setengah jam saja.” Kata Pak Man penjaga wisma kepada saya.

Meski lampu mati, acara tetap kami jalankan. Tim panitia meminta ijin saya untuk memulai dengan “ice-breaking“. Bagus, laksanakan. Jangan listrik mati jadi penghalang.

Saya yang sedianya akan sowan silaturahmi permisi kepada Pak Ketua RW Kampung Bandungan menahan diri, menunggu sesudah listrik hidup lagi dan lampu sudah menyala. Apalagi untuk pergi ke rumah Ketua RW Kampung Bandungan, kami harus berjalan kaki menyusuri lorong-lorong yang kecil dan gelap bila tanpa lampu.

Begitulah para peserta kaderisasi melakukan ice-breaking dalam kegelapan. Satu dua lilin dinyalakan untuk sedikit memberi cahaya. Mereka melakukan keakraban dengan permainan “Do you love me in the dark!

Peserta kaderisasi OMK Campus Ministry Unika Soegijapranata melakukan “ice-breaking”. Pemilik hak cipta (Sumber: Dok Pribadi)

Alfa menjadi “korban” pertama untuk bertanya kepada Ellen, “Do you love me?” Bila Ellen menjawab “Yes!“, Alfa harus bertanya lanjut, “Who will you love, then?” Ellen harus memberikan jawaban bukan dengan menyebut nama melainkan dengan menyebut tanda atau ciri yang ada dalam diri peserta, minimal mengena untuk dua orang. 

Misalnya, Ellen menjawab, “I wil love yang bercelana jean!” Maka semua yang bercelana jean harus berdiri dan tidak boleh menduduki kursi yang sama. Nah pada saat itulah, Alfa harus berusaha menduduki salah satu kursi yang kosong. Dengan demikian akan ada satu orang yang masih berdiri, dan dia harus bertanya kepada satu peserta lain dengan pertanyaan, “Do you love me?” Jawaban atas pertanyaan itu selalu atau “Yes!” atau “No!”. 

Nah bila jawabannya “No!”, maka semua peserta harus berdiri dan mencari tempat duduk lain, tidak boleh menempati kursi yang sama! Termasuk yang menjawab “No!”

Asyik kan ice-breaking-nya? Selain asyik juga meriah. Itulah salah satu model ice-breaking pertama yang dilakukan dalam kegelapan berhubung lampu mati!

Yang jelas, meski listrik dan lampu mati, acara kaderisasi harus jalan terus! Listrik mati bukan penghalang kaderisasi yang kami lakukan!***

Gambar sampul: Peserta kaderisasi OMK Campus Ministry melakukan “ice-breaking.” (Sumber: Dok Pribadi).

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/3376658639404046?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.