Inspiration

Tiga Belas Tahun Melayani Mimbar Agama Katolik di Radio

Sejak Paskah 2004, setibaku di Semarang sepulang dari menjadi misionaris domestik sebagai staf dan rektor Seminari Tinggi St. Petrus Pematang Siantar, Sumatra Utara, Mas Daniel meminta daku mengisi mimbar agama Katolik di Radio Gajah Mada FM 102.4 Radionya Orang Semarang. Jadwal siaran dilaksanakan setiap Hari Minggu pertama dalam bulan, pukul 10.30-11.00 WIB.

Dengan demikian, terhitung pada tahun 2017 ini, sudah tiga belas tahun lamanya saya melayani siaran mimbar agama Katolik di radio tersebut. Puji Tuhan! Tentu, hal ini kuterima sebagai rahmat dan berkat dari Tuhan Yang Maha Esa.

Selama tiga belas tahun itu, selagi dimungkinkan, saya memang diminta datang ke studio untuk siaran secara langsung. Namun, bila bertabrakan dengan jadwal pelayanan lain, maka, selambat-lambatnya, sehari sebelumnya, saya datang ke studio rekaman. Siaran dilakukan berdasarkan rekaman tersebut.

Selfie bersama Tama, Penyiar Muda Radio Gajah Mada FM 102.4 Semarang. Pemilik hak cipta (Sumber: Dok Pribadi)

Kadang saya mengajak anak-anak sekolah minggu. Kadang mengajak anak-anak yang bergabung dalam PIR (Pendampingan Iman Remaja). Kadang pula mengajak putra-putri altar. Namun lebih sering saya lakukan sendiri.

Selama hampir dua tahun terakhir ini, mimbar agama tersebut sering berupa rekaman, sebab kemungkinan untuk melakukan siaran secara langsung amat terbatas. Nah, baru hari ini, tanggal 01 Oktober 2017, saya bisa kembali melakukan siaran secara langsung. Syukur kepada Allah.

Meski hanya setengah jam saja dan sebulan sekali pula, namun saat tugas pelayanan untuk mewartakan kabar baik, kasih, kerukunan dan persaudaraan melalui pancaran radio itu, bagiku, merupakan sebuah rahmat dan berkat. Melalui mimbar agama tersebut, saya boleh mewartakan banyak hal terkait dengan cinta kasih, kerukunan, pengharapan, persaudaraan, perdamaian, keadilan dan kebaikan. Tema yang kusampaikan tidak melulu soal keagamaan, melainkan tentang kemanusiaan dan kebangsaan.

Saat saya siaran langsung mimbar agama Katolik di Radio Gajah Mada FM 102.4 Semarang. Pemilik hak cipta (Sumber: Dok Pribadi).

Di akhir siaran, hal yang selalu membuat jiwaku tergetar adalah ketika harus mendoakan para pendengar yang sakit, yang lemah, yang goyah, dan yang sedang berduka. Sambil mengulurkan tangan dari studio, entah saat rekaman maupun saat siaran secara langsung, saya berdoa agar yang sakit disembuhkan dan dikuatkan, yang lemah dikuatkan. Yang goyah ditegakkan. Yang berduka mendapatkan penghiburan. Dan selebihnya, Tuhan berkenan menyempurnakan setiap kegembiraan dan sukacita, pengharapan dan kasih kepada siapa saja.

Itulah kisah kecil tentang tiga belas tahun daku boleh melayani mimbar agama Katolik di Radio Gajah Mada FM 102.4, Radionya Orang Semarang. Moshi… moshi…! Semoga bermanfaat dan tetap memberikan semangat, terutama berkat bagi umat dan masyarakat!***

Gambar Sampul: Saat saya siaran mimbar agama Katolik di Radio Gajah Mada FM 102.4. Sumber: Dok Pribadi.

Sumber https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/389733272017892?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.