Inspiration

Pembekalan, Pemotivasian dan Sharing Peserta

Artikel ini terkait erat dan merupakan kelanjutan dari artikel yang sudah terbit ini ucweb ini di http://tz.ucweb.com/10_23h3j pada pukul 13.49 WIB tadi. Kalau artikel sebelumnya berisi materi yang saya sampaikan, dalam artikel ini, saya tuliskan proses pembekalan, pemotivasian dan sharing para peserta sesudah mendengarkan materi yang kusampaikan.

Ada tiga belas calon Dekan FEB Unika Soegijapranata Semarang untuk periode pelayanan 2018-2022 mendatang. Nama-nama mereka tercantum dalam surat undangan yang juga dikirimkan kepadaku seperti tampak dalam foto yang kuambil dengan perangkatku dan menjadi gambar sampul serta gambar ilustrasi tulisan ini.

Undangan kepada para peserta calon Dekan FEB Unika Soegijapranata Semarang. Pemilik hak cipta. Sumber foto: Dok pribadi.

Mereka semua sudah memenuhi syarat akademik, sebab salah satu syarat untuk menjadi calon Dekan FEB Unika Soegijapranata adalah sudah meraih gelar pendidikan S-3 (doktoral atau yang setara). Itu syarat minimal secara akademik. Itu juga yang sebetulnya membuat saya merasa tidak pantas berbicara di hadapan mereka karena secara akademik, saya bukanlah seorang doktor. Pendidikan terakhirnya adalah Magister Theologi, dengan Bidang Konsentrasi Teologi Kontekstual yang menurut ijazah berhak memakai gelar akademik Magister Humaniora (M.Hum) menurut Kopertis V DIY atau dalam konteks Fakultas Teologi Kepausan Wedabakti Yogyakarta disebut Licentiate Theologi, disingkat Lic.Th.

Syukur kepada Allah, para peserta yang hadir, dengan gelar akademik para Doktor tersebut tetap menyambutku dengan ramah dan gembira, bahkan dengan segala kerendahan hati. Mereka sedemikian antusias mendengarkan dan menanggapi materi yang kusampaikan dengan tulus ikhlas pula.

Sebagai contoh, Ibu Dr. Bertha Bekti Retnowati, SE, M.Si. Beliau dengan tulus mengatakan, “Materi Romo Budi ini, meski hanya dua lembar halaman saja, namun isinya amat padat dan mendalam. Membuat saya disadarkan akan identitas saya di tengah kampus dan di masyarakat.” Sementara itu, Dr. Oct. Digdo Hartomo, SE, MSi,Akt mengatakan, “Yang disampaikan Romo mengetuk hati kami bahwa menjadi Dekan itu amanah untuk melayani bukan untuk berkuasa seperti di sebuah perusahaan yang didominasi garis perintah! Ndak taat, pecat! Sementara Dekan adalah pelayan. Tidak bisa dan tidak boleh sewenang-wenang. Kata kunci melayani.”

Hal yang sama disampaikan oleh Ibu Dr. Rustina Untari, SE, M.Si. “Kata kunci melayani! Sungguh indah, meski kerap kali tidak mudah. Namun kita harus terus belajar melayani seumur hidup kita.”

Yang bagiku juga menarik adalah tanggapan dari Dr. Monica Palupi M, SE,MM. Beliau membagikan pengalamannya yang kerapkali tidak mudah saat masuk dalam totalitas pelayanan. Bahkan, jika tidak siap, totalitas itu bisa membuat fisik kita lemah dan sakit. Namun itulah bagian dari totalitas pelayanan dan pengorbanan.

Hal yang sama ditegaskan oleh Ibu Dr. Ch. Yekti Prawihatmi, SE, MSi. Beliau menegaskan, pengorbanan perlu disertai pengampunan terus-menerus, sebab pelayanan dalam pengorbanan bisa mendatangkan rasa sakit. Namun, rasa sakit bisa sembuh dengan pengampunan. Kita ditantang untuk sungguh membangun kebersamaan, persaudaraan yang kuat, dan saling mendukung dalam pelayanan.

Itulah beberapa contoh tanggapan yang disampaikan melalui sharing para peserta. Menurutku, tanggapan-tanggapan yang disampaikan oleh para peserta. Seluruh peserta yang hadir memberikan tanggapan yang bagus, mendalam dan otentik. Memang tidak semuanya saya kutip di sini, namun arahnya sama. Semua menyebut dan menegaskan pentingnya pelayanan, melayani, pengorbanan dan kerjasama.

Sebagai Dekan yang masih mengemban jabatan pelayanannya, Sentot Suciarto A., Ph.D, membagikan pengalamannya pula sekaligus menjadi semacam rangkuman yang kemudian kuteguhkan dalam doa dan berkat. Sentot menggarisbawahi pentingnya tim kerja dan kerjasama sehingga setiap persoalan bisa dicari solusi bersama, kendati tidak semua persoalan bisa langsung bisa diatasi seketika. Butuh proses dan di dalamnya ada pendewasaan diri kita.

Persis dalam waktu dua jam (pemaparan materiku selama sekitar 45 menit dan selebihnya tanggapan-tanggapan), dari pukul 10.00 – 12.00 WIB, proses pembekalan, pemotivasian dan sharing peserta yang menjadi proses pemilihan Dekan FEB Unika Soegijapranata berlangsung dengan lancar. Semoga baik adanya dan bermanfaat. Sekali lagi, terima kasih atas kesempatan dan kerjasama yang baik ini. Tuhan memberkati.***

Gambar sampul: Undangan kepada para peserta calon Dekan FEB Unika Soegijapranata Semarang. Sumber foto: Dok pribadi.

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/98844114261904?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.