Inspiration

Gelar Budaya Peringatan Sumpah Pemuda 2017 dalam Srawung Kebangsaan

Ijinkan daku melanjutkan kisah tentang rangkaian Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-89 di Muntilan yang dibingkai dalam Gelar Budaya 2017. Sudah kusampaikan melalui UC We-Media pada laman http://tz.ucweb.com/10_2Rhiq bahwa pada hari Sabtu pagi-siang (28/10/2017) kami menyelenggarakan Apel Kebangsaan, Ekspo Pendidikan dan Pentas Seni Pelajar.

Malam harinya, pukul 19.00 – 22.00, kami melanjutkan Peringatan Hari Sumpah Pemuda dalam bingkai Gelar Budaya 2017 dalam segmen Srawung Kebangsaan. Temanya masih sama yakni, “Nunggal Bangsa, Nunggal Rasa: Pancasila“.

Sesi edukasi tentang kebangsaan dan Pancasila dalam Srawung Kebangsaan dari perwakilan lintas agama dipandu oleh Agung. Pemilik hak cipta. Sumber foto: Dok pribadi.

Sejak pukul 18.00 para peserta Srawung Kebangsaan berdatangan disambut alunan musik “Gejok Lesung Laras Ati asuhan Abdon dan Budiarto. Mereka dipersilahkan menikmati santap malam yang dipersiapkan ibu-ibu paroki Muntilan. Makan model nasi pincuk daun pisang.

Sesudah itu, dilanjutkan dengan acara pembukaan. Bersama-sama kami menyanyikan Indonesia Raya dan pembacaan Pancasila yang diikuti semua peserta. Kemudian, Romo Kristiono SJ, Romo Paroki Muntilan memberikan sambutan selamat datang dan berterima kasih bahwa peristiwa ini diselenggarakan untuk menumbuhkan semangat kebangsaan dan kerukunan dalam keragaman.

OMK Muntilan yang menari tarian kebangsaan dalam acara Srawung Kebangsaan di Muntilan. Pemilik hak cipta. Sumber foto: Dok pribadi.

Srawung Kebangsaan ditandai pula dengan penampila Sholawat Pitutur, tarian kebangsaan oleh OMK Paroki Muntilan, dan tarian Pencak Silat dari Gunungpring diiringi Sholawat Pitutur. Pada kesempatan ini juga diumumkan dan diserahkan hasil penilaian dan penghargaan kepada para peserta festival film Pancasila yang diikuti oleh para pelajar Muntilan dan Magelang, baik tingkat SLTP, SLTA maupun Umum.

Srawung Kebangsaan ini diselenggarakan sinergi antara Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang, Musium Misi Muntilan PAM, Paroki Muntilan, PAC Ansor Muntilan dan OMK Paroki Muntilan. Dilaksanakan dalam suasana gembira, Srawung Kebangsaan berlangsung cair dan akrab.

Para penari pencak silat dari Gunungpring diiringi Sholawat Pitutur. Pemilik hak cipta. SUmber foto: Dok pribadi.

Selain bersifat selebratif-perayaan, Srawung Kebangsaan juga disajikan dengan edukatif. Cara edukatif ditempuh melalui sharing dan sarasehan oleh perwakilan lintasagama dari Islam, Buddha, Konghucu, Kristen dan Katolik dimoderatori oleh Agung. Yang diminta untuk sharing adalah Bambang Mulyono (dari NU), Sunarto (Buddha), Ko Hing (Konghucu), Pdt Christiani (Kristen) dan saya sendiri (Aloys Budi Purnomo Pr, Katolik).

Hadir dalam Srawung Kebangsaan ini ratusan peserta dari Pengurus PAC Ansor Muntilan, Pengurus PAC Fatayat NU Muntilan, Pengurus Lesbumi MWC NU Muntilan, Pengurus KPS Nusantara Muntilan, Keluarga Besar PP Nurul Falah Bintaro Gunungpring, GKI Muntilan, GPDI Muntilan, GPDi Mancasan, GKKI Ngawen, Klenteng Hok An Kiong, Vihara Buddha Mendut, Vihara Buddha Bojong, Para Ketua Lingkungan Paroki Muntilan, Timja HAK Paroki se Kevikepan Kedu, Biarawan/Biarawati Muntilan-Magelang, FKUB Kabupaten Magelang, FKUB Kota Magelang, dan Karangtaruna Pepe Muntilan.

Bersama PAC Ansor Muntilan sesudah acara Srawung Kebangsaan di Muntilan. Pemilik hak cipta. Sumber foto: Dok pribadi.

Pada kesempatan itu, dengan alunan saksofonku, kuhadirkan penghayatan nyata atas tema “Nunggal Bangsa, Nunggal Rasa: Pancasila”. Alunan saksofon “Tamba Ati” dan “Bagimu Negeri” kami hadirkan dalam kolaborasi dengan Gejok Lesung Larasati dan Sholawat Pitutur Gunungpring.

Terima kasih kepada Romo Nugroho Tri Pr, Romo Kristiono SJ, Seno, Daruno, Sutikno, Chris (konsumsi) dan Widanti (MC) yang dengan segala kebaikan dan keramahtamahan menjadi tuan rumah dan berkoordinasi dalam peristiwa budaya dan kebangsaan ini. Semoga Srawung Kebangsaan ini kian mempererat persaudaraan kita semua dalam keberagaman dan persaudaraan. Dengan demikian, kegembiraan dalam membangun peradaban kasih pun kian nyata dalam praksis harian, tak hanya sekadar mandeg dalam gagasan ataupun perkataan.***

Gambar sampul: Bersama para PAC Ansor Muntilan, kami bekerjasama, bergembira, bersaudara dalam keberagaman demi keutuhan bangsa. Sumber foto: Dok pribadi.

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/4135731183328635?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.