Inspiration

Mendukung Pewartaan Cinta Universal

Siapakah aku ini

hingga menerima hadiah dan barokah

boleh turut mendukung pewartaan cinta universal

bersama sang penyair bermata elang menangkap sang cinta

di tengah deru dan haru biru luka-luka cinta...

Penyair hebat sekelas Yudhistira ANM Massardi mengajakku untuk membacakan puisi-puisinya yang bertema cinta universal. Sesudah kebersamaan di Taman Budaya Raden Saleh Semarang pada hari Sabtu (21/10/2017), Mas Yudhis – panggilan akrab beliau – masih mengajakku lagi untuk peristiwa serupa pada tanggal 21 November 2017 di Solo. Laman dalam link http://tz.ucweb.com/11_1xK0y dan http://tz.ucweb.com/11_1xK0c ini mewartakan kebersamaan kami di TBRS.

Saat kami berjumpa di TBRS, Mas Yudhis sudah menyampaikan secara lisan kepadaku tentang rencana acara di Solo. Sesudah peristiwa itu, Mas Yudhis menyapaku melalui WA. “Romo Budi apa kabar? Pentas baca sajak saya di Balai Soedjatmoko (Bentara Budaya) Solo sudah dipastikan pada hari Selasa tanggal 21 November, nggihSumangga dipun agendakan. Romo diharapkan berpartisipasi seperti kemarin, sambil bersaxophone sekurang-kurangnya membacakan dua puisi dari buku kumpulan ’99 Sajak’, ‘Perjalanan 63 Cinta’ dan ‘Luka Cinta Jakarta’. Sumangga dipilih yang mana. Saya juga mengajak Mbak Anissa Hertami, Mbak dr. Weka Gunawan (dosen di Univ 11 Maret), dr. Halida Wibawati, dan Didiek WS. Jika berkenan, mohon konfirmasinya. Matur nuwun. Kalau belum mempunyai bukunya, nanti saya kirimi dua buku. Mohon alamat lengkapnya. Semoga semua berjalan sesuai rencana, dilancarkan dan dilapangkan jalannya oleh Allah SWT. Aamiin.”

Dua buku yang dijanjikan Mas Yudhis itu sudah kuterima pula, lalu kupotret dan kujadikan gambar sampul dan ilustrasi tulisan ini. Terima kasih Mas Yudhis atas kiriman buku itu, yang kuterima sebagai hadiah dan barokah.

Inilah dua buku kiriman Mas Yudhistira ANM Massardi padaku. Pemilik hak cipta. SUmber foto: Dok pribadi.

Beberapa hari kemudian, Mas Yudhis pun mengabarkan bahwa pada kesempatan pagelaran sastra, seni dan budaya nanti juga akan bergabung Gema Isyak – Vokalis grup rock “Soloensis”. Mas Yudhis juga mengabarkan bahwa acara yang direncanakan digelar di Bentara Budaya Solo dipindah ke Wisma Seni Taman Budaya Jawa Tengah, sebab di Bentara Budaya masih ada pameran.

Terus terang, ajakan itu menjadi barokah (berkat) bagiku. Secara rohani, hal itu kubaca sebagai buah dari berbagai gerakan yang selama ini kami bangun dalam Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang melalui jalur sastra, seni dan budaya. Itulah sebabnya, dengan segala rasa syukur, saya langsung mengagendakan ajakan Mas Yudhis tersebut. Kepada Mas Yudhis saya katakan, bahwa ajakan ini merupakan sebuah kehormatan dan barokah.

Puisi-puisi Yudhistira ANM Massardi yang akan kami baca pun bertema cinta universal. Dengan demikian, partisipasi dalam proses pembacaan puisi-puisi tersebut juga merupakan sebentuk dukungan pewartaan atas cinta universal demi membangun peradaban kasih bagi masyarakat Indonesia yang sejahtera, bermartabat dan beriman, apa pun agamanya.***

Gambar sampul: Dua buku antologi puisi Yudhistira ANM Massardi yang kuterima sebagai hadiah. Sumber foto: Dok pribadi.

Sumber https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/1121993552617074?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.