Inspiration

Meneguhkan Harmoni dan Kerukunan dalam Masyarakat

Syukur kepada Allah. Dalam rangka menyambut hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2017, saya boleh berbagi pandangan dan pengalaman tentang merajut harmoni demi terwujudnya peradaban kasih bagi masyarakat yang sejahtera, bermartabat dan betiman apa pun agamanya. Itu terjadi di Balai Kantor Kelurahan Kemijen Semarang Timur bersama Dra Atiek Surniati, MSi, Abdul Jawad RD, SPdi, Drs. H. Hermawan P, BA, MSi dan Puji Sarwono – tokoh masyarakat setempat.

Acara ini merupakan kerjasama antara Program Studi Teknik Sipil Unika Soegijapranata dan RW 07 Kelurahan Kemijen Kecamatan Semarang Timur dan Kesbangpol. Untuk menyambut Hari Sumpah Pemuda, mereka menyelenggarakan Sarasehan dengan tema “Pemeliharaan Keharmonisan dan Kerukunan Antar Umat Beragama serta Penghayat Kepercayaan”. Sarasehan dilaksanakan pada hari Selasa (24/10/2017).

Saya bersama para narasumber lain. Pemilik hak cipta. Sumber foto: Dok pribadi.

Aku pun belajar dari para narasumber lain. Atiek sebagai Kepala Bagian Ketahanan Bangsa Kesbangpol Jateng menerangkan dengan bagus ideologi Pancasila dalam keberagaman Indonesia. Hal yang bagus juga disampaikan Abdul Jawab. Demikian pula yang disampaikan Hermawan Hengwi Pancasiwi yang bicara tentang Indonesia sebagai taman bunga yang indah. Indahnya keberagaman dipandang dan dihadirkan dalam berbagai perspektif.

Sebagian peserta sarasehan kerukunan dan kehadrmonis. Pemilik hak cipta

Saya sendiri diminta menjadi salah satu narasumber dalam kapasitas sebagai Pastor Kepala Kampus Ministry Unika Soegijapranata dan Ketua Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang. Kita bersama-sama bergerak membangun harmoni dan kerukunan di antara masyarakat.

Ada pun yang menjadi peserta sarasehan adalah seluruh unsur masyarakat Kelurahan Kemijen Kecamatan Semarang Timur. Unsur-unsur itu terdiri dari tokoh masyarakat setempat, ibu-ibu PKK, Karang Taruna, LPMK, BKM, KSB, Komjen, Babinsa, Babink!mtibmas, Linmas, Staf Kelurahan, unsur ormas, dan Tim Unika Soegijapranata Semarang.

Acara berlangsung baik, semarak dan gembira dalam keharmonisan dan kerukunan. Ini menjadi upaya nyata menjaga keharmonisan dan kerukunan antarumat beragama dan penghayat kepercayaan buman dalam taraf wacana melainkan perjumpaan nyata. 

Sinergi antara masyarakat, perguruan tinggi dan pemerintah kian diperlukan untuk menjaga keharmonisan dan kerukunan dalam keberagaman. Inilah salah satu cara sederhana membangun peradaban kasih bagi masyarakat yang sejahtera, bermartabat dan beriman, apa pun agama dan kepercayaannya.***

Gambar sampul: Saya di antara Bu Atik – Kesbangpol dan Bu Pur – Kelurahan Kemijen. Sumber foto: Dok pribadi.

Sumber
http://idstory.ucnews.ucweb.com/story/1493716366400925?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1&stat_app=app_profile&entrance=personal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.