Inspiration

Pelita Terus Menebarkan Cahaya Kerukunan, Persaudaraan dan Perdamaian

Di tengah kegelapan

Pelita memancarkan cahaya perdamaian

menebarkan sinar kerukunan

terang persaudaraan…

Pelita itu tak lain adalah akronim, singkatan dari Persaudaraan Lintas Agama. Komunitas longgar berbasis hati nurani dan kasih untuk membangun kerjasama dalam rangka kerukunan, persaudaraan dan perdamaia. Komunitas ini lahir sekitar dua tahun yang lalu.

Semula hendak bernama Persaudaraan Lintas Iman. Saat mereka bertanya padaku, tentang nama itu, spontan kuberkata, menurutku lebih bagus bernama Persaudaraan Lintas Agama. Singkatannya pun akan bagus dan langsung bermakna positif: Pelita! Kutegaskan kepada mereka, bahwa iman kita sama, yakni kepada Tuhan Yang Maha Esa. Yang berbeda adalah agama kita. Maka, dalam rangka gerakan lintas, kata yang lebih tepat tentu agama dari pada iman.

Salah satu kegiatan Pelita bersama komunitas lain dalam Peringatan Sumpah Pemuda di Semarang. Pemilik hak cipta. Sumber foto: Dok pribadi.

Begitulah, ternyata kawan-kawan itu setuju dan menerima usulanku itu. Jadilah, nama paguyuban atau komunitas itu Pelita, Persaudaraan Lintas Agama. Di dalamnya ada mahasiswa-mahasiswi, kaum muda, jurnalis, advokat, ulama, pendeta dan romo kiai maupun romo pastor. Lengkaplah sesuai dengan namanya: Pelita, Persaudaraan Lintas Agama.

Untuk menyebut nama-nama, di sana Setyawan Budi yang menjadi ketua. Ada Yas Yunantyo Adi, Damar Sinuko, Fariz, Kang Syukron, Fariz, dan Munif dari unsur jurnalis. Ada Gus Ubaidillah Ahmad, Andi Tjiok, Sedyoko, Aryanto Nugroho, dan saya dari unsur ulama dan rohaniwan. Ada Lukas Awi, Khoirul Anwar, Abdul Ghoffar dan Ahmad Muqsith, Gus Tedi Kholiludin, Umi, Maria Santi, Sari, Ellen Kristi, dan Wiendy dari unsur para aktivis. Berdasarkan grup WA, jumlahnya ada 133 orang lintas agama dari segala tugas perutusan dan profesi. (Mohon maaf untuk yang belum sempat kusebut pada kesempatan ini.)

Dalam koordinasi Setyawan Budy Pelita terus berupaya memancarkan cahayanya menerangi kegelapan dengan sinar kerukunan, terang persaudaraan dan cahaya perdamaian. Berbagai kegiatan dilakukan dalam rangka ketiga hal utama tersebut, yang menjadi perhatian dan kepedulian Pelita.

Setyawan Budy – Koordinator Pelita (Persaudaraan Lintas Agama. Referensi pihak ketiga. Sumber foto: Justitia.com

Teruslah menyala Pelita, tebarkan cahayamu di tengah remang-remang yang kadang menjadi kegelapan dalam hal kerukunan, persaudaraan dan perdamaian. Tentu keadilan pun menjadi harapan untuk diwujudkan selainkan ketiga hal utama itu. Tetap maju dalam merajut persaudaraan dalam keberagaman, menjalin kerukunan dalam cinta kasih, dan menenun perdamaian dalam keadilan. Tuhan memberkati perjuangan kita bersama untuk mewujudkan peradaban kasih bagi masyarakat Indonesia yang sejahtera, bermartabat dan beriman, apa pun agama kita.

Narasi ini hanyalah sekadar penanda pengantar atas keberadaan Pelita yang bertekad untuk terus menebarkan cahaya kerukunan, persaudaraan dan perdamaian. Semoga bermanfaat sebagai sebuah penanda singkat demi menggapai segala manfaat di tengah masyarakat.***

Gambar sampul: Kiai Budi Harjono, Damar Sinuko, saya, dan Setyawan Budy dalam suatu acara Bukber 1000 Hati – Charity for Unity. Sumber foto: id.beritasatu.com

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/4284120032291352?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.