Inspiration

Asyiknya Menikmati Langen Gita Sebagai Praksis Pendidikan Budi Pekerti

Asyik juga menikmati pentas Langen Gita “Ambuka Raras Angesthi Wiji”. Sebanyak 90 orang siswi-siswa Tamansiswa dari Taman Indria sampai dengan Taman Madya (TK, SD, SMP, SMA) dan mahasiswa UST (Universitas Sarjana Wiyata Tamansiswa) menghibur para hadirin dengan perpaduan dolanan anak, langen carita, pencak silat, operet, geguritan, tari, menyanyi dan paduan suara.

Pemilik hak cipta

Anak-anak menari sambil menyanyi, menyanyi sambil menari “Jaranan” dan “Jamuran” dengan gembira, diiringi gamelan yang ditabuh oleh teman-temannya. Keceriaan bermain dan menyanyikan dolanan dan tembang tradisional membuat mereka diejek dua temannya yang asyik main game dengan perangkat digital, “Apa itu…, permainan kuna!” Namun, mereka justru kian gembira hingga dua teman tadi menaruh perangkat digital mereka lalu turut bermain dengan mereka. Tampilan itu seakan hendak menggambarkan bahwa kita harus menjaga permainan dan nyanyian tradisional yang membangun pendidikan karakter berupa kebersamaan daripada permainan game yang cenderung egois dan individual.

Sesungguhnya, p​enampilan itu merupakan praksis pendidikan anak dengan menggunakan metode berkesenian sebagaimana diciptakan Ki Hadjar Dewantara untuk membentuk karakter watak dasar budi pekerti anak yang diyakini mampu mengiringi anak hingga tumbuh dewasa. Itulah yang di​s​ebut “Metode Sariswara,” yakni metode yang memberikan pengalaman lengkap kepada seluruh indra pendengar, olah gerak, penglihatan dan perasaan, atau cipta-rasa-karsa.​ Lebih dari segalanya, melalui permainan itu dibangun semangat kebersamaan dengan sesama dalam kegembiraan.​​

Pemilik hak cipta

Penampilan mereka juga memuat pesan-pesan moral kebangsaan melalui tarian dan nyanyian Garuda Pancasila. Maka, selain menyanyikan dan memainkan tembang dan dolanan tradisional, mereka juga dengan semangat kebangsaan menyanyikan lagu-lagu nasional. Dengan itu, pendidikan karakter tak hanya dibangun dalam rangka kebudayaan melainkan juga demi menumbuhkan semangat kebangsaan dalam diri anak dan siapa saja yang terlibat di dalamnya.

Selamat kepada adik-adik “Langen Gita” Tamansiswa yang menurutku berhasil menghadirkan pesan penting dari acara gelar seni dan dialog budaya itu, bukan dengan suatu teori, melainkan langsung memraktekkannya. Pasti proses berlatih dan tampil itu menggoreskan kesan mendalam dalam jiwa mereka, bahwa mereka adalah anak-anak bangsa yang ditantang menjaga tradisi seni dan budaya sekaligus menjaga keutuhan hidup bersama sebagai anak-anak warga bangsa Indonesia!

Tentu saja, selamat dan proficiat kepada para guru yang telah berhasil melatih dan mendidik mereka melalui jalur kesenian dan budaya. Strategi ini menurutku merupakan strategi yang penting dalam membangun dan mewujudkan peradaban kasih bagi masyarakat Indonesia yang sejahtera, bermartabat dan beriman, apa pun agamanya. Itulah juga yang kusampaikan kepada Mas Supri, sang pembawa acara dan dia pun menegaskannya kembali di penghujung acara tersebut. Puji Tuhan!

Asyik benar menikmati penampilan mereka sekaligus melihat buah-buah dari proses pendidikan budi pekerti di Tamansiswa. Berikut kusertakan cuplikan video yang kuambil dengan perangkat ponselku yang sudah kuunggah pula di youtube. Semoga bermanfaat.***​

Orisinil

Sumber https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/4411051338582394?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.