Inspiration

Husni Muhammad, Tamu Istimewaku dari Surabaya

Saya mendapat kehormatan, dikunjungi sahabatku, Kang Husni Muhammad dari Surabaya. Sahabatku asal Lamongan yang satu ini memang istimewa di mata batinku. Pengalaman hidupnya luar biasa. Perjuangan hidup rohaninya juga istimewa. Jatuh bangun dihayatinya dengan gembira dan bahagia bersama Nita, istri tercintanya, dan dua putranya – Reza Alief dan Verrel Azmi Rasendrea Ardra Pracara. Semua pengalamannya diserahkan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Dia bilang, hidupnya diberkati oleh karena mendiang Gus Dur. Segala sesuatu yang terkait dengan Gus Dur dikelolanya dengan baik lalu didistribusikan sebagai sumber rejeki di saat dia masih kuliah dahulu. Contohnya, dia mendengarkan ceramah Gus Dur, dia rekam dengan tape-recorder dan kaset pita di jaman itu. Lalu, sesudahnya, hasil rekaman itu dia gandakan sendiri secara manual, lalu diberikan kepada yang mau mengganti ongkos penggandaan ala kadarnya. Hasilnya, untuk makan dan untuk biaya kuliah.

Sambil kuliah, dia juga buka warung. Seluruh hasilnya pun untuk biaya kuliah dan hidupnya, hingga lulus sebagai seorang lulusan arsitektur. Kini, hidup berjualan di warung sudah tidak lagi dia lakukan. Dia hidup dari kompetensinya sebagai seorang arsitek.

Husni Muhammad (kaos merah), temannya, dan saya. Pemilik hak cipta. Sumber foto: Dok pribadi.

Saat ini, Husni bergerak dalam pengembangan sosial ekonomi untuk kelompok KLMTD (kecil, lemah, miskin, tersingkir dan difabel) dan membangun kerukunan dalam keberagaman antarumat beragama. Itulah salah satu alasan dia datang ke Semarang untuk mengunjungiku. Selain karena sedang menyertai istri tercintanya yang sedang berkepentingan dengan urusan suatu laborat kesehatan untuk masyarakat, dia ingin berjumpa denganku, katanya karena alasan rindu. Sudah hampir setahun kami tidak bertemu.

Ketika dia masuk ke ruanganku Kantor Kepala Campus Ministry Unika Seogijapranata, dia langsung memelukku. “Kangen Mo… Kangen…!” Katanya dengan polos namun tulus ikhlas, padahal di ruanganku sedang banyak orang lain, yakni rombongan tamu-tamu lain dari UNDIP Semarang yang datang mewawancaraiku. Namun ia tak peduli.

Ya, tamu dan sahabatku yang satu ini memang istimewa. Setiap kali berjumpa tak pernah jeda berbicara. Selalu ada yang dia ceritakan tentang pengalaman hidupnya. Dan semua disampaikan dengan penuh kegembiraan.

Terima kasih Kang Husni Muhammad atas kunjunganmu ke tempatku. Bukan hanya tempatku yang kau kunjungi, melainkan terlebih diriku yang kau anggap sebagai sahabatmu! Hati-hati dalam perjalanan pulang ke Surabaya nanti ya! Tuhan memberkati!***

Gambar sampul: Kang Husni Muhammad (berkaos merah) bersama temannya, dan diriku. Sumber foto: Dok pribadi.

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/147516253430260?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.