Inspiration

Kerendahan Hati “Ratu Kremes”

“Ratu Kremes” bukanlah seorang ratu sungguhan. Ia hanyalah sebuah nama warung kecil yang dikelola mahasiswa. Ia bukan restoran besar dengan ruangan besar. Ia adalah warung kecil, yang ketika kami datang untuk makan siang berlima sudah tidak bisa menampung. Lalu kami dipersilahkan duduk di sebuah tenda di bawah pohon, sementara hujan turun mengguyur dan tempias membasahi tubuh kami. Di situlah tamu istimewaku, Husni Muhammad dan Nita istrinya, kutraktir makan siang. Di warung “Ratu Kremes”.

“Ratu Kremes”, nama itu menarik. Bukan “Raja Kremes” melainkan “Ratu Kremes”. Padahal yang berjualan adalah dua lelaki, mahasiswa. Lebih menarik lagi tagline yang tertulis di bawahnya. Terdapat tulisan “Kremes paling enak ke-2”. Kupotret tulisan yang terpasang dipagar itu dan kujadikan gambar sampul dan ilustrasi untuk tulisan ini.

Loh, kok ke-2 ta Mas? Itulah pertanyaanku kepada Mas Imam, salah satu penjualnya, yang masih kuliah di UNPAN (Universitas Pandanaran) Semarang, tetapi berjualan di dekat Unika Soegijapranata. Mas Imam menjawab, “Iya Pak, sebab yang nomor 1 hanya untuk ibu! Kami yang ke-2 saja!” “Oh, kamu rendah hati banget!” kataku yang disambut dengan tawa ceria.

Pemilik hak cipta

Salah satu menu yang kami pesan adalah bebek kremes. Saat Mas Imam menghidangkan bebek kremes, saya bertanya, “Ini apa Mas?” “Bebek kremes Pak!” “Tapi pakai ‘b’ ta?” tanyaku lagi. Namun pertanyaanku itu membuat Mas Imam termangu agak bingung. “Bebek kremes Pak!” jawabnya. “Lah, iya, pakai ‘b’ kan?” tanyaku lagi. Barulah Mas Imam paham dan langsung menjawab lantang, “Ya iya donk Pak!”

Sesudah kami selesai makan siang, Mas Imam masih menawarkan, “Kalau sempat, nanti datang lagi ya Pak? Bisa pesan via WA kok Pak.” “Oke deh kalau begitu!” jawabku. “Terima kasih ya Pak mau makan siang di sini. Tapi, kami tetap kremes paling enak ke-2 Pak, sebab yang nomor 1 hanya untuk ibu!” canda Mas Imam. Dan di balik canda itu, terpancar kerendahan hati luar biasa, kerendahan hati “Ratu Kremes”.

Kalau “Ratu Kremes” saja bisa bersikap rendah hati, bagaimana dengan kita? Kerendahan hati, sebuah keutamaan yang dewasa ini semakin langka, namun itulah keutamaan terpenting dalam kehidupan kita. Sebab dari kerendahan hati, mengalirlah segala rahmat dan berkat bagi kita!***

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/4311075667693714?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.