Inspiration

Sebuah Berkah, Pertama Kali Menyaksikan Wayang Kancil Yang Indah!

Sungguh merupakan berkah berlimpah, aku boleh mengikuti, melihat, menikmati dan terlibat dalam peristiwa Gelar Budaya Keistimewaan di Pendopo Tamansiswa Yogyakarta (Rabu, 15/11/2017). Ini catatan reflektif ku yang terakhir terkait dengan peristiwa tersebut. Catatan ini tentang wayang kancil yang menjadi pentas pamungkas peristiwa tersebut. Ini adalah pengalaman pertamaku menyaksikan wayang kancil!

Pemilik hak cipta

Baru kali ini seumur-umur hidupku, saya melihat wayang kancil. Sebagaimana disampaikan oleh Mas Hasto, wayang kancil adalah wayang yang bertokohkan kancil, salah satu nama jenis binatang. Maka wayang kancil seperti dongeng fabel, dunia binatang. 

Ki Dr. Eddy Pursubaryanto, M. Hum dari FIB UGM bertindak sebagai dalang. Ki Eddy Pursubaryanto disebut banyak kalangan sebagai dalang pewaris kesenian wayang kancil sepeninggal Ki Ledjar Subroto. Bahkan disebut pula oleh Ki Eddy, gagrak kancil yang dimainkan itu merupakan pahatan Ki Ledjar Subroto sendiri.

Wayang kancil yang kami saksiskan dalam acara itu berlakon “Perang Banyu.” Alkisah di hutan Udyani Malawa sedang dilanda bencana kekeringan panjang dan hebat. Sungai-sungai, mata-air dan sumber air lainnya mengering. Keadaan ini membuat hewan-hewan seisi hutan harus berjuang mencari air agar dapat bertahan hidup. Hanya ada satu sumber air kecil yang masih terjaga, yaitu Sendang Tirtasari. Sendang ini milik hewan-hewan kecil yang merawat sendang itu dengan hati-hati. Sendang Tirtasari inilah yang kemudian diperebutkan oleh sejumlah hewan-hewan besar, seperti Gajah dan Macan.

Pemilik hak cipta

Syukurlah ada Kancil yang berhasil membantu hewan-hewan lainnya untuk mendapatkan sumber mata air yang dikuasai Gajah dan Macan. Kancil pun tampil sebagai penolong yang trampil. Dia bukan sosok si pencuri ketimun melainkan penolong satwa lain yang anggun!

Menurut Hasto, pentas wayang kancil sengaja dipilih mengingat kesenian yang sarat moral cerita ini terbilang jarang dipentaskan. Kisah wayang kancil dengan lakon “Perang Banyu” kiranya juga hendak menyampaikan pesan moral pentingnya manusia menjaga kelestarian alam dan keutuhan ciptaan, khususnya sumber air bersih.***

Sumber https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/2815158788213861?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.