Inspiration

Dua Jam Yang Memesona Bersama Yudhistira

Semalam (Selasa malam, 21/11/2017) ajang pembacaan dan musikalisasi puisi-puisi Yudhistira ANM Massardi sungguh memesona. Hanya dalam dua jam saja. Namun, dua jam itu sungguh memesona bersama Mas Yudhistira.

Pemilik hak cipta

Setiap puisi yang dibacakan maupun yang dimusikalisasikan terasa indah. Siapa pun yang membacakan dan memusikalisasikannya tampil memesona, terutama saat Sang Penyair sendiri membacakan puisi-puisinya. Bahkan, sempat kudengar seseorang yang duduk di sampingku, terisak menikmati cara Mas Yudhis membacakan sajak!

Ternyata kesimpulanku bahwa dua jam memesona bersama Mas Yudhistira tidaklah mengada-ada. Begitu acara usai, para hadirin tak kunjung beranjak pergi. Mereka masih meminta tanda tangan dan selfie. Silaturahmi itu menjadi sangat berarti melalui budaya dan seni, khususnya puisi.

Dua jam yang memesona bersama Mas Yudhistira masih berlanjut untukku dalam komunikasi via WA. Pagi-pagi benar, Mas Yudhis sudah berkabar dan berikut ini kami berkomunikasi tentang acara semalam.

Yudhistira Massardi: Teman-teman, terimakasih untuk partisipasi dan kontribusinya yang luar biasa malam ini. Jangan kapok ya. Semoga kerjasama dan silaturahim yang indah ini berlangsung panjang.Aamiin.

Aloys Budi PPr: Sami-sami Mas Yudhis. Barokallah. Berkah Dalem.

Yudhistira Massardi: Penampilan semalam tampaknya memukau penonton sehingga meskipun pertunjukan usai, hadirin tak mau segera beranjak. Ending Romo menghipnotis penonton!

Aloys Budi PPr: Alhamdulillah Mas Yudhis. Solo luar biasa! Dan yang terutama, penampilan puitik panjenengan amat luar biasa: Sang Penyair tak hanya di diksi dan puisi tetapi juga di aksi dan bersyair! Saya sungguh kian terpesona dengan cara Mas Yudhis bersyair yang tak sekadar membaca puisi melainkan menghidangkan sajian yang lezat dan nikmat!

Yudhistira Massardi: Kita semua tampil optimal, orisinal dan tanpa beban! Tim yang hebat! Seru juga nih Romo kalau tim ini dibawa road show (andai saja ada sponsornya yang mendukung).

Aloys Budi PPR: Semoga Mas Yudhis. Tak ada yang mustahil dalam mewartakan kebaikan demi membangun peradaban kasih bagi masyarakat yang sejahtera, bermartabat dan beriman, apa pun agamanya; juga melalui jalur seni, budaya dan puisi.

Begitulah semoga yang dua jam penuh pesona itu tak segera berlalu begitu saja, melainkan terus berbuah dalam kebersamaan, kerukunan, kebahagiaan, dan persaudaraan. Bagiku, ini merupakan perjalanan luka cinta yang menyembuhkan!***

Gambar sampul dan ilustrasi: Tim pembacaan dan musikalisasi puisi Mas Yudhis di Teater Arena Taman Budaya Jawa Tengah (Selasa, 21/11/2017)(dari kiri ke kanan: Duo Boru Gultom, Didiek WS, saya, Mas Yudhis, Gema Isyak, dr. Helida dan dr. Weka Sumber foto: Dok pribadi.

Sumber https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/2877516368744089?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.