Inspiration

Belajar Kuat, Semangat dan Tabah Seperti Mbah Saminah

U​​ntuk orang jaman sekarang, bisa mencapai usia 95 tahun merupakan hal yang langka. Apalagi dengan daya ingat yang masih kuat, mungkin sudah jarang. Biasanya, di usia 95, orang sudah mulai – maaf – pikun. Daya ingatnya melemah. Tapi itu tidak terjadi dengan Nenek Fransiska P Saminah Sanjoyo. Saya pun terinspirasi oleh hidupnya, meski hanya sebentar berjumpa dengannya. Saya belajar kuat, semangat dan tabah seperti Mbah Saminah.

Pemotret Ig Dadut Setiadi. Pemilik hak cipta

Hari Jumat siang (24/11/2017), bersama Ig. Dadut Setiadi dan istrinya, saya mengunjungi dan mendoakan Nenek Fransiska Saminah P Sanjoyo. Beliau sedang terbaring sakit gara-gara jatuh dari kursi, dan saat ini dirawat di RS Tlogorejo Semarang. Mbah Saminah adalah adik ipar mendiang Romo Sanjoyo Pr, yang makamnya menjadi tempat ziarah di Muntilan.

Saat kami tiba di bangsal tempat Mbah Saminah dirawat, beliau baru saja minum obat. Obat itu semestinya membuat beliau mengantuk dan tertidur. Namun saat saya tiba, beliau langsung menyapa dalam bahasa Jawa, “Sugeng rawuh Romo! (Selamat datang Romo!)” Tangannya terulur menyambut tanganku. Ia menjabat tanganku erat dan kuat. “Romo namanya siapa?” Tanya Mbah Saminah padaku. “Romo Budi Purnomo,” jawabku. “Romo siapa mbah?” Tanya keluarganya, Prof Dr dr Catharina Suharti padanya. Ternyata Mbah Saminah menjawab dengan benar: Romo Budi Purnomo.

Saya kagum dan bertanya, “Mbah, apa resepnya kok tetap segar dan kuat?” Mbah Saminah menjawab dengan menyebutkan satu merek obat dan vitamin. Dia juga menyebutkan satu merek obat gosok yang katanya digosokkan di kakinya. Dan jenis obat itu memang berada di dekatnya.

Saat saya mengajak Mbah Saminah berdoa, beliau pun mengikutinya dengan baik.Semua doa yang kuucapkan dalam bahasa Jawa dia jawab dengan baik dan benar. Luar biasa.

Pemotret Ig. Dadut Setiadi. Pemilik hak cipta

Di akhir doa dan pengurapan minyak suci, saya bilang ke Mbah Saminah, “Semangat!” Lalu kami acungkan jempol dan dipotret oleh Dadut seperti tampak dalam gambar sampul dan ilustrasi tulisan ini.

Saat itulah saya mulai merenung. Simbah ini luar biasa. Meski usia sudah 95 tahun 6 bulan, ingatannya masih kuat. Saya pun berkata kepada Dadut, kita datang menjenguk dan mendoakan orang sakit, tetapi kitalah yang sesungguhnya sedang ngalap berkat (memohon doa restu) darinya agar kita pun diberi daya ingat yang sama seperti dia. 

Saat saya hendak berpamitan, Mbah Saminah yang sudah tertidur itu tiba-tiba bangun dan berkata, “Matur sembah nuwun romo. Sugeng tindak. Nyuwun sembahyanganipun kawula tansah pinaringan sehat! (Terima kasih romo. Selamat jalan. Mohon doa agar saya diberi kesehatan!)” Sungguh luat luar biasa Mbah Saminah ini. Dia sungguh tua dan bijaksana, tampak tetap kuat dan bersemangat serta tabah dalam masa tua dan keadaan sakitnya. Semoga hal ini bisa menginspirasi kita yang masih muda. Tetaplah kuat, semangat dan tabah, meski menjadi tua dan sakit! Jangan kalah dengan Mbah Saminah.***

Sumber
http://idstory.ucnews.ucweb.com/story/3591888384770218?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1&stat_app=app_profile&entrance=personal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.