Inspiration

Bergembira Merayakan Kebersamaan dalam Keberagaman di Pastoran Unika Soegijapranata

Keberagaman adalah keindahan. Karenanya, sering dan selalu saya katakan, bahwa keberagaman itu laksana taman bunga, yang warna-warni penuh keindahan. Keberagaman pun mendatangkan kegembiraan. Ini bukan teori, melainkan kenyataan. Pengalaman berikut ini menjadi bukti yang bisa kita renungkan.

Pemilik hak cipta

Dalam rangka memasuki rumah baru, yakni pastoran Johannes Maria Unika Soegijapranata, warna keberagaman membuncah dalam keindahan (Selasa, 28/11/2017). Pertama-tama, keberagaman itu tampak dalam ranah seni budaya. Ada dua penanda. Pertama, penampilan Reformanda dan kawan-kawannya yang menyanyikan musik etnik Dayak, Budaya Kalimantan. Kedua, penampilan musik rebana PMII Gus Dur dari UIN Walisongo Semarang yang bersinergi dengan dua penari sufi dari Ponpes Al-Islah Tembalang, Ilham dan Sodiq. Video berikut ini merekam suasana itu.

Orisinil

Reformanda dan rekan-rekannya memainkan musik etnik Dayak, Kalimantan menyambut rombongan yang mengantarku dari Ungaran. Bahkan, para ibu pun pada akhirnya justru turut bernyanyi bersama Reformanda. Mereka bergembira dalam keberagaman budaya.

Pemilik hak cipta

Sesudah rombongan yang mengantarku pulang, kawan-kawan PMII Gus Dur dari UIN Walisongo datang. Mereka membawa seperangkat alat musik rebana (hadroh). Mereka pun memainkannya dengan berbagai lagu, mulai yang bersifat agamis Islami hingga yang bersifat nasionalis, cinta Tanah Air sebagai ungkapan iman. Pada saat inilah, Ilham dan Sodiq menari. Semula, mereka menari berdua, tetapi kemudian masing-masing menari sendiri. Ilham pun menjadikan tarian sufi sebagai atraksi yang memikat hati. Kami semua bergembira dalam keberagaman agama.

Pemilik hak cipta

Puncaknya adalah, perpaduan antara PMII Gus Dur dari UIN Walisongo dengan kawan-kawan Campus Ministry, khususnya OMK Campus Ministry Unika Soegijapranata. Roy memetik gitar, Pandu, Aldo, Rey dan Albert bersama rekan-rekan lainnya menyanyikan lagu Kemesraan. Lalu kami semua menari dan bersukacita dalam keberagaman.

Pemilik hak cipta

Mereka yang semula tampak canggung dan kaku menjadi cair dan syahdu dalam lagu Kemesraan itu. Memang, perjumpaan dengan orang-orang baru bisa membuat kita merasa canggung dan kaku. Namun, akhirnya mereka bergembira merayakan kebersamaan dalam keberagaman. ***

Pemilik hak cipta

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/3162529477993134?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.