Inspiration

Mengakhiri Kuliah dengan Gembira

Semua tugas pengajaran mata kuliah Pendidikan Agama/Religiositas untuk program S-1 Unika Soegijapranata Semarang berakhir hari ini (Jumat 08/12/2017). Tinggal melaksanakan ujian saja. Ujiannya pun khusus, tak hanya bersifat kognitif, melainkan juga afektif dan voluntif. Maka, kami pun mengakhiri kuliah dengan gembira. Berikut ini refleksiku selengkapnya.

Peserta kuliah kelas Psikologi 01 2017. Pemilik hak cipta

Sebagai tanda kegembiraan, kami berfoto bersama. Semua kelas sudah terjadi, termasuk yang hari ini. Untuk kelas Psikologi 01 kuliah berakhir hari Senin, tanggal 27 November yang lalu. Untuk kelas Manajemen Unggulan program S1-S2, kuliah berakhir tanggal 30/11/2017. Untuk kelas Psikologi 01, kuliah berakhir hari ini (Jumat, 08/12/2017).

Pada hari terakhir kuliah, kuterangkan kepada mahasiswi-mahasiswaku terkait dengan tugas yang harus mereka kerjakan sebagai pengganti ujian akhir yang tak hanya bersifat kognitif, melainkan juga menyangkut afeksi dan voluntasi, aspek rasa-perasaan dan kehendak. Dengan demikian, pendidikan agama dan hidup keberagamaan yang berbasis pada pengalaman religiositas tak hanya dimengerti dengan akal pikiran, melainkan juga dihayati dengan segenap perasaan, dan seluruh kehendak diri dalam kehidupan, apa pun agamanya. Di sanalah tiga aspek edukasi terjadi, yakni aspek kognisi, afeksi dan voluntasi (pikiran, perasaan, dan kehendak) dipadukan.

Untuk membantu mahasiswi-mahasiswa memadukan ketiga hal itu, maka tugas akhir yang diberikan kepada mereka bukan tes tertulis terkait dengan pengetahuan yang bisa dihafalkan, melainkan dengan mengajak mereka mengalami kehidupan bersama kaum kecil, lemah, miskin, tersingkir dan difabel (KLMTD). Hal itu dilakukan dalam sebuah aksi solidaritas atau belarasa. Konkretnya, mahasiswi-mahasiswa diminta bekerja dalam kelompok untuk menentukan subyek sasaran tempat, kelompok KLMTD, dan kemudian melakukan aksi sosial dalam kebersamaan dengan mereka. Aksi bisa dilakukan di panti asuhan, panti jompo, atau komunitas-komunitas yang masuk dalam kategori KLMTD.

Peserta kuliah kelas Psikologi 02 2017. Pemilik hak cipta

Perjumpaan itu harus dilakukan secara sistematis-koordinatif dan kemudian diikuti dengan pembuatan laporan reflektif atas segala sesuatu yang terjadi dan mereka lakukan dalam kebersamaan dengan kelompok KLMTD yang sudah mereka tentukan. Baik secara kelompok maupun pribadi dalam kelompok, masing-masing membuat refleksi sistematis dengan kerangka tertentu yang sudah dintentukan. Dari situlah, mereka lalu diharapkan mendapatkan pengalaman nyata penghayatan hidup keberagamaan yang berbasis pada solidaritas atas kemanusiaan dan keutuhan ciptaan, keadilan serta kelestarian lingkungan hidup, sesuai dengan pilihan mereka masing-masing dalam kelompok. Mereka pun membuat refleksi berdasarkan kerangka teori yang sudah diterima selama satu semester ini dalam perspektif warisan Mgr. Albetrus Soegijapranata yang menjadi patron universitas kami dalam bingkai talenta pro patria et humanitate (bakat untuk bangsa dan kemanusiaan).

Begitulah, kami mengakhiri kuliah dengan gembira. Pendidikan Agama menjadi upaya untuk memahami bahwa agama merupakan salah sumber kekuatan yang berpihak kepada kemanusiaan sebagai refleksi atas relasi dengan Sang Pencipta, yang penuh misteri dengan daya yang menakutkan maupun mengagumkan, penuh daya kuasa sekaligus pesona, yang membuat siapa pun yang menghayatinya mengalami kebahagiaan dan keselamatan. Kebahagiaan dan keselamatan tidak dialami sendirian, melainkan bersama dalam keberagamaan dan kepekaan kepada siapa saja yang sedang mengalami penderitaan.

Terima kasih rekan-rekan mahasiswi-mahasiswa atas kebersamaan kita dalam kuliah Pendidikan Agama di semester ganjil 2017-2018 ini. Semoga bermanfaat untuk masa depan kehidupan Anda, semakin dekat dengan Tuhan Yang Maha Esa dan peka terhadap kebutuhan sesama. Jadilah pribadi-pribadi yang kian merajut kehidupan yang rukun, damai, sejahtera dalam keberagamaan serta sikap saling menghormati satu terhadap yang lain. Dengan demikian, kita pun dimampukan menghadirkan tanda-tanda universalitas keselamatan dalam kehidupan nyata sehari-hari, khususnya bersama mereka kaum kecil, lemah, miskin, tersingkir, dan difabel yang ada di antara kita. Selamat menjalankan tugas akhir. Mohon maaf untuk kekurangan dan kesalahanku seperti daku sudah memaafkan bila ada kesalahan kalian. Tuhan memberkati.

Semoga pengalaman ini juga menggerakkan Anda yang membaca tulisan ini di mana pun berada untuk menghayati apa pun agama Anda, dalam sikap belarasa dan solidaritas kepada sesama yang membutuhkan perhatian kita; juga dalam semangat membangun kerukunan, damai-sejahtera dan persaudaraan. Lebih dari segalanya, semoga kita pun semakin menghayati hidup keberagamaan kita dalam sikap saling menghormati dalam keberagaman, demi semakin terwujudnya peradaban kasih bagi masyarakat yang sejahtera, bermartabat dan beriman, apa pun agama kita, di mana pun kita. berada!***

Sumber https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/606223809055237?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.