Inspiration

Menjunjung Tinggi Nilai Ketuhanan Yang Maha Esa dalam Kehidupan Bersama

Sesudah menikmati secangkir kopi dan menikmati kicauan burung pipit di pastoran Johar Wurlirang (Rabu. 06/12/2017), saya melangkah menuju ke Kampus Ungu. Jalan kaki dari pastoran menuju kampus hanya membutuhkan waktu sekitar lima menit saja. Di pos satpam, aku berhenti sejenak menyapa para petugas security dan driver Unika yang ada di situ.

Pemilik hak cipta

Pukul 07.45 WIB, saya mengikuti pertemuan adven pertama di Gedung St Thomas Aquinas Unika Soegijapranata. Bertempat di salah satu sudut ruang perpustakaan Unika Soegijapranata, di lantai dua, kami berkumpul mendalami, merenungkan dan membagikan pengalaman tentang menjunjung tinggi nilai Ketuhanan yang Maha Esa dalam menggereja dan berbangsa.

Semula yang hadir sembilan orang, lalu bertambah menjadi sepuluh karena saya ikut. Sesudah itu bertambah lagi jadi sebelas. Akhirnya, tambah satu lagi jadi dua belas orang. Hingga acara selesai, kami berduabelas mengikuti pertemuan adven pertama bersama dengan kawan-kawan di Gedung St. Thomas Aquinas. Inilah salah satu cara menghayati tugas sebagai pastor kepala Campus Ministry Unika Soegijapranata.

Pemilik hak cipta:

Pertemuan dipimpin oleh Mas Dwi. Dia membuka pertemuan dengan menjelaskan tema pertemuan itu. Sebagai warga Gereja dan warga Bangsa Indonesia, kita diajak untuk menjadikan Pancasila sebagai kisah kehidupan kita. Bagaimana menjadi Pancasila sebagai kisah kehidupan kita? Salah satunya, dengan cara menjunjung tinggi nilai Ketuhanan Yang Maha Esa, yang merupakan sila pertama Pancasila.

Implementasi dari sikap menjunjung tinggi nilai Ketuhanan Yang Maha Esa adalah saat kita mampu menerima siapa saja yang berbeda dari kita dengan sikap hormat dan cinta. Dari sanalah mengalir semangat toleransi, kerukunan dan persaudaraan, baik dari dalam keluarga sendiri, lingkungan dan masyarakat kita. Dengan demikian, kita pun menjunjung tinggi nilai Ketuhanan Yang Maha Esa dalam kehidupan bersama kita.

Pemilik hak cipta

Saya sangat mengapresiasi cara Mas Dwi memimpin pertemuan tersebut. Dengan begitu tenang, beliau mengajak rekan-rekan yang hadir untuk berbagi pengalaman tentang cara mereka masing-masing menjunjung tinggi nilai Ketuhanan Yang Maha Esa dalam kehidupan bersama di tengah masyarakat. Pada umumnya, semua yang berbagi pengalaman menghadirkan pengalaman-pengalaman yang baik dan positif dalam keberagaman, baik ketika mereka masih remaja SMA dahulu kala, maupun saat ini dalam kehidupan mereka sehari-hari, baik dalam keluarga maupun di tengah masyarakat.

Pada kesempatan itu, saya diminta oleh Mas Dwi untuk meneguhkan pertemuan itu dengan beberapa kalimat. Pertama-tama, saya sampaikan ucapan syukur dan terima kasih bahwa bisa dan boleh ikut serta dalam pertemuan tersebut. Kedua, saya sampaikan kepada mereka pengalamanku dalam menjunjung tinggi nilai Ketuhanan Yang Maha Esa dalam perjumpaanku dengan banyak umat lain dalam keberagaman. Perjumpaan itu kian menegaskan identitas dan jatidiriku sebagai seorang yang beragama Katolik dan juga sebagai seorang pastor yang hadir di tengah umat dan masyarakat. Ketiga, banyak hal bisa kita kembangkan dalam perjumpaan dengan umat beragama lain. Kita bisa belajar banyak dari mereka cara menghayati iman dan agama mereka yang juga meneguhkan caraku menghayati iman dan agamaku.

Begitulah, perjumpaan dengan umat beragama lain dalam keberagaman membuat kita semakin dimampukan untuk menjunjung tinggi nilai Ketuhanan Yang Maha Esa dalam kehidupan bersama. Buahnya adalah kerukunan, kerjasama, dialog dan terwujudnya peradaban kasih bagi masyarakat kita yang sejahtera, bermartabat dan beriman, apa pun agama dan kepercayaan kita.***

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/1856141634008799?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.