Inspiration

Merancang Srawung Persaudaraan Sejati Orang Muda

Kita hidup dalam zaman now, yang ditandai oleh kemajuan teknologi dan sistem informasi digital. Akan tetapi, dalam konteks sosial-kemasyarakatan, tetaplah dibutuhkan perjumpaan personal dari wajah ke wajah. Itulah yang disebut srawung personal maupun sosial. Di zaman now, kebutuhan itu kian mendesak dilakukan, agar kita tidak tercerabut dari akar tradisi perjumpaan real, tak hanya sekadar perjumpaan digital. Lalu apa yang harus kita lakukan?

Menjawab kebutuhan itu, Dewan Karya Pastoral Keuskupan Agung Semarang memutuskan pentingnya sebuah peristiwa sosial yang disebut srawung. Dengan subyek orang muda, dalam rangka membangun persaudaraan sejati, maka, direkomendasikanlah rencana dan program kerja Srawung Persaudaraan Sejati Orang Muda.

Ide dasarnya, orang-orang muda kita ajak untuk berjumpa, bukan sekadar berjumpa melainkan dalam sebuah peristiwa yang berciri multikultural dan multireligius. Di dalamnya kita bangun kebersamaan yang edukatif dalam konteks kebangsaan, keberagaman dan kegembiraan sebagai sesama anak bangsa. Karena keberagaman agama menjadi salah satu ciri yang secara alamiah menandai realitas kebersamaan kita, maka srawung persaudaraan sejati orang muda ini lantas juga bersifat lintasagama.

Kita membuka ruang dan memberi kesempatan kepada orang-orang muda menghayati realitas keberagaman dalam rangka edukasi, selebrasi dan aksi. Rekan-rekan muda sebagai generasi penentu masa depan kita rangkul dan kita beri ruang untuk mengekspresikan kekayaan religiositas, kekayaan budaya, dan kekayaan kreativitas seni budaya.

Orang muda berbasis parokial, kategorial, maupun edukasional akan dilibatkan tak hanya sebagai peserta, melainkan juga sebagai panitia. Tempat, acara, dan bagaimana peristiwa itu akan diselenggarakan sedang kita gagas, diskusikan dan persiapan pada tahap paling awal, yakni pembentukan kepanitiaan yang melibatkan berbagai pihak yang memiliki wawasan kebangsaan dalam keberagaman.

Dalam semua itu, satu hal yang kita dibangun adalah, kehidupan bersama yang inklusif, inovatif, dan transformatif dalam kerjasama sinergis dengan siapa saja berbasis multikultural dan multireligius. Tujuan utamanya adalah membangun peradaban kasih bagi masyarakat Indonesia yang sejahtera, bermartabat dan beriman, apa pun agamanya.

Semoga gagasan dasar dan awal ini dapat dilaksanakan dengan baik, yang rencananya akan kita selenggarakan pada tangal 26-28 Oktober 2018 yang akan datang. Semoga terdapat tempat yang memadahi dan segala sarana-prasarana yang mendukung untuk peristiwa yang ditargetkan akan melibatkan sekitar 1.300 orang muda, baik sebagai peserta, panitia maupun pengisi dinamika acara. Mohon doa dari Panjenengan semua!***

Pusat Pastoral Sanjaya Muntilan, 05/12/2017

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/173242060087950?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.