Inspiration

Pentingnya Ketekunan dalam Karya Pelayanan

Bagiku, ketekunan dalam karya pelayanan itu laksana petani menggemburkan tanah, lalu menaburkan benih pada tanah itu dengan penuh pengharapan. Benih yang ditaburkan pun bertumbuh. Benih yang tumbuh kita rawat sebaik mungkin dengan diberi pupuk, disirami dengan air cinta, dan dijauhkan dari setiap hama yang akan menyerang dan merusak pertumbuhan pohon itu. Dalam semuanya itu, ketekunan dalam karya pelayanan kuhayati.

Lukas Awi Tristanto dan saya. Pemilik hak cipta

Namun, kusadari bahwa tak mungkin aku bekerja sendirian. Aku membutuhkan rekan sekerja yang disebut tim. Bekerjasama di dalam tim dan bersama rekan satu tim itu penting. Dalam kerjasama dengan tim pun, dibutuhkan ketekunan. Ketekunan dalam merawat perbedaan dengan sikap hormat. Tidak memaksakan kehendak merupakan hal yang penting. Apalagi mendengarkan pendapat anggota tim, itu pun sangat penting.

Itulah yang kualami dalam karya pelayanan dan kerasulan jurnalistik bersama rekan-rekanku di Tim Karya Kerasulan Jurnalistik INSPIRASI, Lentera yang Membebaskan. Tiga belas tahun yang lampau, tepatnya pada bulan Agustus, kami memulai karya kerasulan jurnalistik tersebut. Bulan berikutnya, September 2004, buah pertama kami petik. Satu edisi majalah berhasil kami terbitkan. Buah pertama diikuti buah kedua dan seterusnya, setiap bulan, dalam tiga belas tahun terakhir ini, majalah demi majalah yang mengusung peradaban kasih dalam keberagaman berhasil kami hadirnya.

Prinsipnya, kita tidak mencari untung. Maka, sifat karya kerasulan jurnalistik kami adalah non-profit oriented. Dengan prinsip dan sifat seperti itu, ternyata justru banyak pihak mendukung karya kerasulan kami. Itulah sebabnya, hingga tiga belas tahun kemudian, karya tersebut masih bisa bertahan, meski harus menghadapi berbagai tantangan dan kesulitan.

Tyas dan Wijaya, sepasang tim kami. Pemilik hak cipta

Dalam hal ini, saya sangat berterima kasih kepada saudaraku, Lukas Awi Tristanto. Jauh-jauh dari Bumiayu, Slawi, dia datang bergabung dan dengan semangat ambil bagian dalam karya pelayanan jurnalistik tersebut. Terima kasih saudaraku, atas ketekunanmu dalam karya pelayanan bersama rekan-rekan yang lain, yakni Kemmy de Lelis Wijaya, Tyas, Agung, Maria, Lena, Pandit, dan Bung Louis. Ketekunan kita bersama dalam karya pelayanan ibarat pupuk yang menyuburkan benih yang kita taburkan tiga belas tahun yang lalu.

Tentu saja, ketekunan itu harus terus dipertahankan dan ditingkatkan untuk masa depan. Pentingnya ketekunan dalam karya pelayanan tak cukup sekali dihayati, melainkan harus terus-menerus dihidupi setiap saat demi hari-hari mendatang. Dengan demikian, ketekunan dalam karya pelayanan akan semakin menjadikan benih yang bertumbuh itu menjadi pohon yang semakin kuat dan berbuah lebat. Semoga buahnya pun bermanfaat dan menjadi obat yang menyehatkan kehidupan bersama, terutama dalam rangka membangun dan mewujudkan peradaban kasih bagi masyarakat yang sejahtera, bermartabat dan beriman, apa pun agamanya. Selamat dan proficiat!***

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/1505450275055317?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.