Inspiration

Srawung Kunjungan Warga Tetangga

Sesudah sowan Pak Muchlis, Ketua RT 06/RW 02 Tinjomoyo, Banyumanik, Semarang, saya diantar sowan kepada Ketua RW 02, Bapak Supardi. Karena kami tidak berjanjian, maka, kami tidak bisa berjumpa beliau, sebab beliau sedang ada acara di rumah warga yang sedang memiliki hajatan pernikahan. Itulah sebabnya, Pak Parmin yang mengantarku lalu mengajakku berkunjung ke rumahnya dan ke rumah keluarga sesepuh di dekat pastoran baru Unika Soegijapranata.

Sesampai di rumah Pak Parmin, saya diperkenalkan dengan seorang warga yang termasuk sesepuh (yang dituakan) di situ. Beliau adalah Pak Jarwo. Usianya 71 tahun. Istrinya berusia 65 tahun, namanya Veronika Maria. Ibu Vero menderita stroke sejak tahun 2012 yang lalu. Namun, beliau tampak begitu semangat.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Dengan duduk di kursi roda yang didorong suaminya, Ibu Vero ikut menerima kunjungan saya. Dengan terbata-bata oleh sebab keadannya, Ibu Vero mengatakan, “Selamat datang. Berkah Dalem (Tuhan memberkati) Romo.” Kami pun mulai berkenalan dan saling berbagi pengalaman.

Terutama, Pak Jarwo menceritakan pengalamannya sejak saat tiba di daerah itu dan jatuh bangun kehidupannya. Dalam seluruh rangkaian kisah cerita itu, suami-istri dengan lima putri dan empat cucu itu mengatakan bahwa tetap percaya bahwa Tuhan Yang Maha Esa selalu menyelenggarakan kehidupannya. Bahkan, kendati serasa dicampakkan ke titik nol, mereka tetap percaya bahwa Tuhan Yang Maha Esa tetap hadir dan menguatkan. Juga saat ini, dalam menerima keadaan bahwa salah satu anggota keluarga – istri, ibu dan nenek dalam keluarga itu – menderita stroke. Mereka tetap percaya, Tuhan Yang Maha Esa hadir dan menguatkan.

Itulah pengalaman yang kupetik dari kunjungan ke figur yang dituakan di dekat pastoran baru. Keluarga itu juga menerima Parmin, sebagai anak mereka, meski sebetulnya mereka tidak memiliki hubungan darah. Istri Parmin juga mengalami derita yang sama, stroke, namun sang istri tetap semangat pula. Bahkan masih aktif dalam bekerja dengan menjaga warung makan yang mereka kelola.

Terima kasih Pak Parmin, sudah menemani dan mengantar saya sowan Pak RT dan Pak RW (meski belum berhasil berjumpa Pak RW). Terima kasih pula sudah memperkenalkanku dengan keluarga angkat panjenengan, yakni Pak Jarwo dan Bu Veronika, yang penuh semangat dalam perjuangan hidup mereka. Terima kasih pula atas kesaksian istri panjenengan yang tetap semangat dalam bekerja walau mengalami sakit stroke. Terima kasih atas semua kebaikan itu.

Dari peristiwa ini, yang kupetik juga sebagai pelajaran berharga adalah belajar srawung dengan tetangga. Sesungguhnya, tetangga kita itulah yang merupakan saudara dan keluarga besar kita secara kemanusiaan dan kemasyarakatan. Oleh karena itu, jangan sampailah kita hidup tidak rukun dengan tetangga, sebab merekalah keluarga besar kita sebagai sesama manusia.***

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/3669097720589088?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.