Inspiration

Mengasah Kepekaan Melalui Semangat Berbagi

Di tengah keprihatinan atas penderitaan sesama yang sedang tertimpa bencana, berbagai tindakan belarasa dilakukan di antara kita. Salah satu upaya mengasah kepekaan melalui semangat berbagi juga dilakukan oleh sekelompok orang muda lintas agama di Semarang. Apakah yang dilakukan oleh mereka?

Pemilik hak cipta

Pada hari Minggu (10/12/2017) sore hingga malam, di sa;ah satu tempat di kawasan Kota Lama Semarang, sejumlah orang muda lintas agama berkolaborasi melalui jalur musik menggalang donasi untuk para korban bencana alam. Dania Cindy, salah satu mahasiswi S-2 Ilmu Hukum Kesehatan Unika Soegijapranata Semarang meminta saya untuk bergabung bersama mereka dalam peristiwa tersebut.Pemilik hak cipta

Pada kesempatan tersebut, sejumlah musisi muda dari Semarang dan Solo turut mendonasikan bakat mereka dalam rangka belarasa melalui semangat berbagi. Mereka antara lain Gading Suryadmaja (dari Solo), Stepping Stone, Serambi, Beach and Bleusky, Qariyah Thayyibah Salatiga, Ken and Friends. Bersama mereka, saya pun menyemarakkan semangat berbagi demi mengasah kepekaan itu dalam dua buah lagu dengan alunan saksofon sopranku.

Tak ketinggalan, Sofyan, meski bestatus sebagai Tuna Netra, namun batinnya melihat kebutuhan sesama yang menderita, maka, dia pun menyanyikan lagu “Tukang Sayur” karyanya sendiri secara akapela, sebagaimana tampak dalam video ini. Saat Sfyan menyanyi, semua tampak terpana mendengar suaranya.

Orisinil

Dalam refleksiku, peristiwa ini menarik sebagai upaya mengasah kepekaan melalui semangat berbagi. Peristiwa bertajuk “Shareforgive” itu menyentuh jiwa orang-orang muda dan siapa saja yang hadir untuk mengembangkan kepekaan melalui semangat berbagi, seberapa pun yang mereka donasikan.

Ullien yang dikenal sebagai MC “2M” (alias Makasih Mbak… alias gratisan) dengan penuh semangat memandu seluruh rangkaian acara tersebut. Ia juga memperkenalkan semua partisipan dalam acara tersebut, yakni Asteria – Black Sins Tattoo, Centra Java Henna Artist, Gemesink Tatto – Hysteria – Lapak024, Moron Weeks, Perpustakaan Jalanan (Perjal) Semarang dan Serupa serta SLB Mutiara Semarang, tempat Sofyan menjadi anggotanya.

Pemilik hak cipta

Bagiku, peristiwa seperti ini pun menjadi jalan membangun kerukunan, persaudaraan dan peradaban kasih bagi masyarakat Indonesia yang sejahtera, bermartabat dan beriman, apa pun agamanya. Perjumpaan yang penuh kegembiraan tanpa diskriminasi seperti itu kian dibutuhkan di negeri ini untuk menatap masa depan hidup berbangsa yang rukun, damai dan sejahtera. Terima kasih saya boleh terlibat di dalamnya. Terima kasih Jessy, pengelola tempat itu, atas kopi yang dihidangkan buatku.***

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/1828210736539753?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.