Inspiration

Renungan Pagi: Syukur Atas Hari Baru

Setiap bangun pagi, itulah saat terbaik untuk bersyukur menyambut fajar dan hari baru. Matahari terbit, menyinarkan cahayanya. Matahari terbit, memancarkan kehangatannya. Saat fajar merekah merupakan saat pengharapan pun membuncah. Kita pun siap menyambut segala rahmat dan berkah yang tak hanya cukup melainkan berlimpah. Mengapa? Inilah jawabannya.

Pertama, kita bersyukur menyambut hari baru. Bisa membuka mata dalam kesadaran penuh, itu sudah anugerah pertama di hari baru. Bayangkan, apa yang akan terjadi, andaikan di hari baru, kita tak bisa membuka mata kita? Bayangkan, apa yang kira-kira dirasakan oleh anggota keluarga kita, saat mengalami bahwa bangun bagi kita disertai dengan ketidakmampuan membuka mata seperti biasanya? Kecemasan, kebingungan, kepanikan, atau bahkan ketakutan, mungkin itu yang akan menguasai perasaan kita dan orang-orang yang di sekitar kita, pribadi-pribadi yang mengasihi kita. ( Tentu, melihat tak hanya dengan mata fisik. Tanpa mengurangi rasa hormat dan kasihku kepada yang mengalami tuna netra, namun aku belajar dari mereka, cara mereka melihat bukan dengan mata fisik, melainkan dengan mata rohani yang jauh lebih istimewa. Mereka pun membuka mata, dan melihat cahaya yang tak mampu kita lihat dengan perasaan dan jiwa kita.)

Kedua, kita bersyukur bersama pagi yang menjelang. Kita bersyukur masih bisa menghirup nafas dengan udara segar. Bayangkan, apa yang terjadi, andaikan di saat kita bangun pagi, tiba-tiba kita sadari ternyata kita tak bisa bernafas. Segalanya terasa begitu sesak. Mungin, kita pun akan dirundung kecemasan, kebingungan, kepanikan, atau bahkan ketakutan, sama seperti atau lebih lagi, saat kita bangun namun tak mampu membuka mata kita dan melihat cahaya berpendar di sekitar kita. Maka, bisa bernafas saat kita bangun tidur di pagi hari adalah anugerah yang harus kita syukuri. Kita bernafas secara gratis tanpa bayar. (Maaf, tanpa mengurangi rasa hormat dan kasihku kepada yang harus bernafas dengan menggunakan respirator – bahkan dengan biaya yang tak murah. Betapa kita tidak bersyukur dan menerima kenyataan bisa bernafas sebagai anugerah!)

Ketiga, kita bersyukur menyambut fajar dan hari baru melalui pendengaran kita. Kicau burung, desir angin, gemuruh air sungai, dan segala suara yang ada di sekitar kita, yang kita dengar dengan telinga kita di saat bangun tidur di pagi hari, bukankah semua itu suatu anugerah? Bayangkan, seandainya di saat bangun tidur pagi, tiba-tiba telingaku menjadi pekak, atau bahkan tuli dan tak mendengar suara apa pun. Apa yang akan kita rasakan? (Maaf, dengan tanpa mengurangi rasa hormat kepada yang mengalami keadaan tuli, namun mereka selalu kukagumi, sebab mereka lebih mampu mendengarkan bukan suara fisik, melainkan suara hati yang paling lembut sekalipun di dasar lubuk nurani.)

Keempat, kita bersyukur di saat bangun pagi, saat kita bisa berbicara. Lidah kita tidak menjadi kelu. Kita boleh berkata sesuai dengan tradisi keagamaan kita masing-masing dengan mengucapkan rasa syukur atas hari baru yang dianugerahkan kepada kita. Bayangkan, seandainya di saat bangun tidur, tiba-tiba lidah kita menjadi kelu. Kita ingin berbicara namun tak keluar kata-kata. Ada apa gerangan yang terjadi? Begitulah pertanyaan kita yang mungkin lagi-lagi, disertai dengan kecemasan, kebingungan, kepanikan, atau bahkan ketakutan! Oh, aku menjadi bisu! (Maaf, lagi-lagi maaf, tanpa mengurangi rasa hormat dan kasihku, kepada siapa saja yang saat ini menanggung penderitaan karena bisu, namun mereka lebih mampu menyuarakan kebenaran dan cinta meski tanpa kata-kata!)

Kelima, apalagi yang tidak harus kita syukuri di saat bangun tidur di pagi hari. Mata yang terbuka, pernafasan, pendengaran dan kemampuan berbicara yang kita alami itu, mungkin selama ini kita anggap biasa, namun sesungguhnya itulah tanda-tanda kehidupan yang dianugerahkan kepada kita secara sewajarnya. Maka, bukankah sewajarnyalah pula kita bersyukur atas hari baru dengan segala tanda-tanda fisik yang menyertainya?

Mari kita syukuri hari baru, dengan semangat baru. Kita sambut rahmat dan berkat dengan hati yang baru pula. Semoga kita pun dimampukan menjadi tanda berkat bagi siapa saja yang kita jumpai di mana saja sepanjang hari ini.

Selamat pagi. Tuhan memberkati!***

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/482842427296626?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.