Inspiration

Kegagalan Itu Laksana Peralihan dari Musim Gugur ke Dingin Menuju Musim Semi Yang Cerah

Saat merenungkan kegagalan dalam kehidupan ini, anganku tertuju pada musim gugur. Maka bagiku, kegagalan itu laksana peralihan dari musim gugur ke musim dingin menuju musim semi yang cerah. Bagaimana penalarannya?

Musim gugur di Lourdes, Perancis. Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Saya bersyukur pernah mengalami musim gugur menjelang datangnya musim dingin di beberapa tempat di Eropa. Antara lain, pengalaman itu saya peroleh saat saya berada di Swiss dan Perancis dalam suatu peziarahan rohani kala itu.

Musim gugur ditandai dengan dedaunan yang berwarna-warni. Saya takjub melihat dedaunan yang mestinya berwarna hijau berubah menjadi warna-warni. Pada satu pepohonan, warna dedaunan ada yang jingga, ada yang merah, ada yang kuning keemasan, dan ada yang coklat. Ada keindahan yang menakjubkan terpancar dari dedaunan di menjelang dan pada musim gugur.

Dan tak lama sesudah itu, dedaunan itu akan berguguran di tanah. Seakan keindahan musnah. Itulah gambaran sebuah kegagalan. Musim dingin pun mendekat dan memagut, bahkan sering menghadirkan maut. Semuanya menjadi beku. Itulah gambaran puncak kegagalan yang bisa mendatangkan keputusasaan.

Musim gugur di Lourdes. Referensi pihak ketiga

Namun, secara alamiah, sesudah musim gugur dan musim dingin kegagalan terjadi, percayalah bahwa musim semi pasti tiba. Dalam keheningan musim dingin yang beku itu, hati, jiwa, dan hidup kita akan dipenuhi dengan berbagai kekayaan rohani berupa kesabaran dan ketekunan, yang membuahkan kebijaksanaan dan kegembiraan. Itulah yang terpancar dalam musim semi pengharapan, sesudah kita mengalami kegagalan.

Maka, benarlah pepatah yang mengatakan bahwa kegagalan hanyalah kesuksesan yang tertunda. Segala sesuatu ada saat dan waktunya, laksana peralihan antara musim gugur ke musim dingin yang akan menghadirkan musim semi dalam kehidupan.

Referensi pihak ketiga

Itulah menurutku, salah satu tips agar kita bisa bangkit dari kegagalan, yakni dengan memahami bahwa kegagalan itu laksana peralihan dari musim gugur ke musim dingin lalu akan tibalah musim semi yang cerah. Maknanya, tak perlu larut dalam keputusasaan bila kita sedang mengalami kegagalan, sebab kegagalan itu laksana peralihan dari musim gugur ke musim dingin yang akan menghadirkan musim semi penuh keceriaan dan pengharapan akan masa depan.

Selamat menikmati kegagalan sebagai sebuah keindahan laksana musim gugur, bahkan kita terasa pahit dan mematikan laksana musim dingin, namun percayalah musim semi yang penuh sukacita dan pengharapan akan segera hadir dalam kehidupan Anda! Tentu, dibutuhkan kedewasaan, keheningan dan kesabaran untuk mampu mengalaminya!****

Sumber: pengalaman dan refleksi pribadi.

Sumber https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/407118065411582?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.