Inspiration

Inspirasi Pagi: Budaya Kehidupan

Seiring fajar merekah

pagi datang membawa berkah

inspirasi pagi membuncah

demi mengembangkan budaya kehidupan

terutama bagi mereka yang terpinggirkan

Bagi mereka yang tersingkirkan.

Referensi pihak ketiga

Saat saya hendak menulis artikel inspirasi pagi ini, saya ingat akan sebuah buku yang menurutku sangat bagus terkait dengan budaya kehidupan. Buku itu ditulis oleh seorang penulis rohani yang sangat inspiratif, terkenal dan berpengaruh, yakni Henri J.M. Nouwen. Beliau seorang imam projo (diosesan) asal Belanda, yang hidupnya malang melintang dari berbagai belahan dunia akademik ke dunia praksis, dari dunia meditatif pertapaan ke dunia karitatif pelayanan kepada kaum kecil, lemah, miskin, tersingkir dan difabel (KLMTD).

Buku yang saya maksudkan berjudul LIFELIGNS, Intimacy, Fecundity, and Ecstasy in Christian Perspective. Buku itu terbit tahun 1986, diterbitkan oleh Doubleday & Campany Inc., Garden City, New York. Romo Henri Nouwen lama tinggal di Amerika Serikat sebagai dosen. Namun beliau juga memiliki pengalaman nyata tinggal bersama dengan umat di Amerika Latin, tempat perjuangan dan teologi pembebasan dikembangkan. Dan akhirnya, beliau memilih tinggal dikomunitas bersama dengan kaum KLMTD, kecil, lemah, miskin, tersingkir dan difabel di Toronto.

Referensi pihak ketiga

Menurut Romo Henri Nouwan, tanda-tanda budaya kehidupan harus dihadirkan dalam semangat transformatif pergerakan dari rumah yang menebarkan ketakutan menuju rumah yang bernafaskan kasih. Tiga hal utama yang bisa menjadi tanda-tanda budaya kehidupan yakni, persahabatan, kesuburan (produktivitas-buah kehidupan), dan kegembiraan. Ketiganya selalu berhadapan dengan ketakutan dan kecemasan yang harus diretas dalam iman, harapan dan kasih kepada Yesus Kristus yang menawarkan persahabatan, kesuburan buah iman tinggal dalam Dia, serta sukacita dan kegembiraan.

Referensi pihak ketiga

Persahabatan yang tidak dikuasai rasa takut adalah tanda-tanda kehidupan yang diwarnai kasih dan solidaritas. Kesuburan yang tidak dikuasai rasa takut hadir dalam buah-buah kasih dan perutusan dalam pelayanan. Kegembiraan yang tanpa ditandai rasa takut dan dikuasai kasih akan berpengaruh bagi tata kehidupan yang memancarkan budaya kehidupan.

Referensi pihak ketiga

Dengan segala kejujuran dan keiklhasan, Romo Henri Nouwen mengajak kita untuk menyadari bahwa siapa pun bisa dicekam oleh rasa takut oleh siapa saja dan apa saja, di mana saja dan kapan saja. Ketakutan tidak akan membuat kita berkembang, justru terpasung oleh kematian. Tanda-tanda budaya kehidupan lahir dari keyakinan bahwa kasih lebih kuat dari ketakutan sebab kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan.

Dalam perspektif iman Kristiani, pergerakan dari rasa takut menuju rumah kasih ditandai oleh sosok pribadi, yakni Yesus, yang menawarkan persahabatan sejati. Siapa saja diundang untuk tinggal di dalam Dia agar Dia tinggal di dalam diri kita. Barangsiapa tinggal di dalam Dia (persahabatan sejati), akan berbuah berlimpah (kesuburan) dan akan mengalami sukadcita yang semakin sempurna (kegembiraan).

Referensi pihak ketiga

Semoga masyarakat kita pun ditandai oleh tanda-tanda budaya kehidupan yakni persahabatan, kesuburan dan kegembiraan yang bersumber dari relasi intim, akrab, mesra bersama Tuhan Yang Maha Esa. Di sana tak ada lagi hojat, fitnah, ujaran kebencian dan kekerasan, melainkan damai sejahtera, kasih, kerukunan, dan harmoni persaudaraan dengan siapa saja, di mana saja, kapan saja.

Salam inspirasi pagi!***

Sumber: Henri J.M. Nouwen, LIFELIGNS, Intimacy, Fecundity, and Ecstasy in Christian Perspective (Doubleday & Campany Inc.: Garden City, New York, 1986).

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/3877839943113193?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.