Inspiration

Jangan Sampai Hal Ini Menimpa Anda

Melalui tulisan sederhana ini, saya hanya ingin berbagi pengalaman, jangan sampai hal ini menimpa Anda. Hal apakah itu?

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Kusadari memang bahwa selama ini, saya adalah seorang pelupa. Sudah berkali-kali saya lupa meninggalkan ponselku di toilet umum. Berbahagialah yang menemukan dan kemudian bisa menggunakannya.

Hanya sekali dalam seumur hidupku, ponselku tertinggal di tempat umum dan masih selamat dikembalikan padaku. Itu terjadi pada tanggal 22 Desember 2017 yang lalu. Dalam perjalanan menuju Ciganjur untuk memenuhi undangan Ibu Hajah Shinta Nuriyah Wahid dalam rangka haul wafat Gus Dur, saya mampir di sebuah warung makan di kawasan Cawang bersama Arnold, sopir yang menjemputku.

Saat kami sudah berada di dalam mobil dan siap melanjutkan perjalanan dari Cawang ke Ciganjur, tiba-tiba pemilik warung makan mengejar kami sambil mengacung-acungkan ponsel, yang ternyata itu milikku. Puji Tuhan! Berarti barang itu belum saatnya hilang. Tuhan masih membolehkan daku menggunakannya. Aku pun sangat berterima kasih kepadanya. Pengalaman ini seribu satu langka yang kualami.

Coba kalau barang itu tidak kembali padaku, apa yang akan terjadi? Semua kontak sahabat, keluarga, rekan dan kenalanku lenyap seiring dengan hilangnya ponselku. Itu yang sudah terjadi beberapa kali dalam hidupku. Aku harus mulai dari nol lagi, mengumpulkannya.

Karenanya, saya berdoa, jangan sampai hal ini menimpa Anda! Jangan pernah dihinggapi penyakit lupa ketinggalan ponsel di tempat umum! Repot dan ribet untuk diri sendiri, dan bisa jadi juga repot dan ribet untuk orang lain.

Semoga Tuhan memberkati Anda dan menjauhkan Anda dari penyakit lupa, apalagi sampai meninggalkan ponsel Anda di tempat umum. Untuk kemungkinan kembali ke tangan Anda seperti yang kualami di warung makan di kawasan Cawang, Jakarta, itu sangat langka!

Dari pengalamanku yang beberapa kali kehilangan ponsel karena tertinggal di ruang publik, saya juga belajar untuk bersikap hati-hati. Terutama, saya berdoa dan belajar untuk tidak menjadi pelupa dan lalai karena sikap yang sembrono!

Makanya, saya juga tidak pernah menyalahkan orang lain dalam peristiwa seperti ini. Yang kusalahkan adalah diri saya sendiri yang bersikap lalai, sembrono, bahkan ceroboh!

Sekali lagi, jangan sampai hal ini menimpa Anda! Tuhan memberkati Anda dengan segala kebaikan dan kesejahteraan. Terima kasih membaca tulisan sederhana ini.***

Sumber: pengalaman pribadi.

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/2902801416176052?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.