Inspiration

Mengajarkan dan Mengerjakan Persahabatan dalam Keberagaman

Tak hanya mengajarkan dengan kata-kata dan kalimat-kalimat kotbah, melainkan mengerjakan dalam tindakan dan dalam laku tingkah. Itulah yang sedang kami lakukan dan sadari di realitas kehidupan. Ternyata, kami sedang mengajarkan dan mengerjakan persahabatan dalam keberagaman. Mengapa?

Orisinil

Video itu kurangkai dengan tembang campur sari dalam bahasa Jawa yang kuciptakan sendiri. Syair lagu dalam bahasa Jawa itu dalam bahasa Indonesia dapat dimaknai sebagai berikut: Meskipun umat manusia saling bermusuhan, terjebak dalam pertikaian dan perselisihan, namun aku percaya bahwa Roh Kudus dalam kasihnya akan meretas semua itu. Ia akan mengubah perselisihan menjadi pengampunan. Balasa dendam menjadi pengampunan. Kebencian menjadi cinta kasih. Semoga Tuhan Yang Maha Kasih senantiasa melimpahkan kerukunan dan perdamaian dalam kehidupan.

Seperti tampak dalam video itu, ternyata kami sedang mengajarkan persahabatan dalam keberagaman. Namun, kami tidak mengajarkan dalam kata-kata dan kalimat-kalimat indah dalam kotbah, melainkan mengerjakannya dalam kenyataan.

Muh Ridwan, salah satu santri Penari Sufi Al-Islah. Referensi pihak ketiga

Siapakah kami itu? Kami adalah kita berdua sesama ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa dan diberi nama yang sama: Budi. Dia adalah aku yang lain, dan aku adalah dia yang lain pula. Dia dan aku bersama aku dan dia dalam kami yang menjadi yang menjadi kita dalam keberagaman.

Di hari Minggu yang basah oleh hujan ternyata juga penuh berkah oleh persahabatan. Di hampir menjelang tengah hari, aku meluncur ke Pondok Pesantren Al-Islah Tembalang, Semarang mengunjungi Kiai Budi Harjono, Sang Pengsuh Pondok Pesantren itu.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Aku yang seorang Romo Pastor Aloys Budi Purnomo disambutnya dengan pelukan dan ciuman, tak sekadar jabat tangan basa-basi. Dan di situ hadir banyak santri, baik perempuan maupun lelaki, para santri Penari Sufi. Mereka melihat kami, kami menjadi mereka, dan kami, mereka menjadi kita dalam persahabatan dalam keberagaman.

Ini bukan untuk pertama kalinya kami datang dan saling berjumpa dalam kebersamaan. Ini juga bukan kali pertama daku bersilaturahmi ke pondok pesantrennya. Entah sudah berapa kali daku datang tak sekadar datang melainkan datang dengan cinta dan disambut pula dengan cinta.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Aku datang kadang sendiri kadang bersama rombongan pula. Kiai Budi menyambutku tak pernah sendiri, melainkan bersama seluruh anggota keluarganya. Istri dan anak-anaknya. Dia bersama para santrinya, yang semuanya merupakan santri-santri Penari Sufi.

Maka, kalau dalam video dan foto yang menjadi ilustrasi tulisan ini tampak kami begitu akrab, bahkan saat makan bersama pun ada adegan saling menyuapkan santapan jasmani, sesungguhnya itu adalah hidangan rohani bagi para santri beliau dan bagi umatku pula untuk juga selalu mau menghadirkan kehidupan yang rukun, persahabatan dalam keberagaman.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Maka, kami tak sedang mengajarkan melainkan mengerjakan persahabatan dalam keberagaman. Kuwartakan pengalaman ini dengan gembira dan bahagia melalui tulisan sederhana ini.

Biarlah persahabatan itu laksana salju yang mencari dari bukit-bukit kehidupan, mengalir menuju lembah-lembah kenyataan, sebagai nyanyian bersama sungai-sungai yang mengalir tiada henti-hentinya. Kuberdoa, semoga aliran-aliran sungai itu menyuburkan tanah-tanah gersang yang kadang panas pengap oleh ujaran-ujaran kebencian dan hojatan, bahkan dihadang bongkah-bongkah kekerasan.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Biarlah padang-padang kerontang itu berubah menjadi taman bunga dengan aneka ragam warna-warni kembang yang mekar mewangi, yang semerbak mengharum, menghiasai masa depan Bumi Pertiwi, Nusantara, dan segenap dunia! Biarlah wajah-wajah kami ini menjadi wajah-wajah tanpa topeng basa-basi, melainkan menjadi wajah-wajah kita yang berseri memancarkan keindahan dalam kemajemukan yang diiringi kecapi dan siter dalam hiasan tarian cinta!***

Sumber: refleksi pengalaman pribadi.

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/3557364825646045?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.