Inspiration

Muda, Gembira, Bersaudara dalam Keberagaman

Tulisan ini merupakan sharing pengalaman perjumpaan. Diiringi rintik hujan dan sesekali suara geluduk yang mengalun di langit, kami bertujuh (Yunanto Yas Adi, Setyawan Budy, Lukas Awi Tristanto, MM Sindajanty, Robertus In Nugroho Budisantoso SJ, Heribertus Budi Purwantoro, dan saya) mengadakan pertemuan dan pembicaraan dalam rangka persiapan Srawung Persaudaaran Orang Muda Keuskupan Agung Semarang, yang akan dilaksanakan sejak bulan Maret hingga September dan memuncak pada tanggal 26-28 Oktober 2018. Dalam kesempatan itu, kami membicarakan break-down tema besar srawung menjadi tema-tema per bulan, terhitung dari Maret hingga September. Inilah catatan pokok-pokok pembicaraan kami tersebut.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Pertama, kami tegaskan bahwa proses Srawung Persaudaraan Sejati Orang Muda Keuskupan Agung Semarang merupakan proses yang panjang yang akan dilaksanakan mulai bulan Maret hingga Oktober. Dalam rentang Maret hingga Oktober tersebut, kami memberi perhatian secara khusus selama tujuh bulan antara Maret hingga September untuk mengakarkan dan mengembangkan tema “Muda, Gembira, Bersaudara dalam Keberagaman”.

Maka, hal kedua yang kami tegaskan adalah rumusan tema srawung, yakni “Muda, Gembira, Bersaudara dalam Keberagaman”. Tema itulah yang akan membingkai seluruh gerakan srawung persaudaraan sejati orang muda dalam pra-event srawung dalam setiap bulannya dari Maret sampai September menuju puncak event srawung di bulan Oktober; maupun post-event sesudah Oktober.

Ketiga, berangkat dari tema tersebut, kami mencoba merumuskan tema per bulan menuju puncak di bulan Oktober, yang akan dikerjakan mulai bulan Maret hingga September. Dari Maret hingga September akan terdapat tujuh bulan menuju Oktober. Pada bulan Maret, kami akan mengangkat tema srawung ekologis berbasis hari air dan kepekaan terhadap kemiskinan. Pada bulan April akan direnungkan tema srawung terinspirasi dari sosok perempuan yang memperjuangkan emansipasi, yakni Raden Ajeng Kartini. Pada bulan Mei kami akan mengolah momen hari Kebangkitan Nasional untuk gumregah bangkit dan melangkah membangun persaudaraan. Di bulan Juni Pancasila dan silaturahmi akan menjadi pusat perhatian srawung. Di bulan Juli kami mengolah tema rekonsiliasi anak bangsa. Pada bulan Agustus kami mengembangkan tema melampaui sekat-sekat primordialisme sebagai anak bangsa yang merdeka. Pada bulan September akan direnungkan tema srawung orang muda milenial dalam dunia digital. Dengan demikian, proses srawung akan berlangsung dalam waktu yang panjang, minimal tujuh bulan dari Maret hingga September. Bulan Oktober akan menjadi puncak untuk mensyukuri peristiwa srawung tersebut dalam kebersamaan yang melibatkan sedikitnya seribu orang yang sudah berproses dari Maret hingga September dari berbagai daerah dan kota.

Semua tema itu akan dipotret melalui metode tiga “M” (melihat, merespon, dan melakukan) yang menggerakkan siapa pun yang terlibat dalam gerakan srawung. Tujuh tema itu akan menjadi matrik-matrik perjalanan menuju puncak syukur srawung pada bulan Oktober. Maka, tema-tema setiap bulan akan diakarkan pada peristiwa-peristiwa yang dibangun bersama di berbagai tempat, minimal di Solo, Yogyakarta, Semarang, dan Magelang.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Keempat, kami bicarakan pula penjadwalan untuk pleno dalam rangka presentasi dan sosialisasi antara Tim SC dan Tim OC tentang konsep tematik yang akan dikerjakan selama bulan Maret hingga September menuju puncak di bulan Oktober. Dengan demikian, tujuh tema setiap bulan itu bisa kian tersosialisasikan dan diaplikasikan bersama panitia dalam gerakan pra-event srawung sekurang-kurangnya di empat kota utama, yakni Solo, Yogya, Semarang dan Magelang.

Akhirnya, kami bersyukur bahwa sudah ada logo yang kami sepakati dalam rangka mewujudkan semua harapan itu. Logo dibuat oleh Gregorius Koko. Pada saatnya, logo itu akan kami terangkan maknanya.

Dalam semua pembicaraan itu, satu harapan yang kami bangun adalah memberi ruang kepada dan menggerakkan orang muda untuk menjadi pribadi-pribadi dan dalam kebersamaan bersikap inklusif, inovatif dan transformati. Muaranya adalah mewujudkan peradaban kasih bagi masyarakat Indonesia yang yang sejahtera, bermartabat dan beriman, apa pun agamanya.

Logo Srawung Persaudaraan Sejati Orang Muda se- Keuskupan Agung Semarang. Karya: Gregorius Koko. Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Itulah beberapa hal yang bisa saya bagikan sebagai pengalaman berproses mempersiapan peristiwa Srawung Persaudaraan Sejati Orang Muda se-Keuskupan Agung Semarang. Mohon doa restu semoga rencana, persiapan dan harapan itu dapat kami laksanakan dengan baik pada saatnya, dan berbuah dalam kehidupan orang muda yang bergembira dan bersaudara dalam kegembiraan di tengah keberagaman.***

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/3666113647336261?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.