Inspiration

Retret The Soegijapranata Institute di Pertapaan Rawaseneng

Salah satu lembaga yang menjadi bagian dari Universitas Katolik Soegijapranata Semarang, yakni The Soegijapranata Institute (TSI) menyelenggarakan retret di Pertapaan St. Maria Rawaseneng, Temanggung (Kamis-Sabtu, 1-3/2/2018). Retret diikuti oleh sebeles peserta yang selama ini menjadi anggota TSI, salah satunya saya. Maka tulisan ini merupakan refleksi pribadiku atas peristiwa retret tersebut.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Pertama-tama, saya mengapresiasi kesepuluh rekan yang ikut dalam retret tersebut, sebelas bersama saya. Ada pun kesepuluh peserta retret lainnya adalah Bu Feri, Bu Vero, Bu Retno, Pak Dadut, Pak Oki, Pak Thomas, Bu Eny, Bu Ratih, Pak Theo – Ketua TSI -, dan Pak Yoga. Ada dua peserta lain yang semula akan ikut, namun batal karena satu dan lain hal, yakni Bu Nunuk dan Pak Hengwi. Mereka batal ikut karena ada urusan keluarga yang mendesak dan tidak bisa ditinggalkan.

Mereka yang ikut retret itu berangkat retret atas biaya mereka sendiri. Bahkan, saya dibebaskan dari tanggungan itu, atas kebaikan mereka yang menanggung biaya untukku. Ini sungguh merupakan pengorbanan yang luar biasa. Biasanya, kalau ada tugas dalam rangka universitas, yang bersangkutan mendapat insentif perjalanan. Namun, ini tidak. Justru mereka yang menanggung semua biaya demi terselenggaranya retret tersebut. Terima kasih dan salut!

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Retret didampingi oleh Romo Paul Suparno SJ, dari Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Bersama Romo Paul, kami mendalami Konstitusi Apostolik tentang Universitas Katolik yang disampaikan oleh Paus Yohanes Paulus II pada tanggal 15 Agustus 1990. Konstitusi Apostolik tentang Universitas Katolik (Unika) itu berjudul “Ex Corde Ecclesiae” (ECE).

Naskah ECE terdiri dari pembukaan, dua bab isi, norma peralihan dan kesimpulan. Dua bab utama ECE berisi tentang identitas dan misi Unika (bab 1) dan tentang norma-norma umum (bab 2). Bab 1 berisi penjelasan tentang identitas Unika yang terdiri dari tiga hal, yakni hakikat dan tujuan Unika, komunitas Unika, dan Unika dalam Gereja; serta penjelasan tentang misi pelayanan Unika yang berisi empat hal yakni pelayanan kepada Gereja dan Masyarakat, pelayanan pastoral, dialog kebudayaan, dan evangelisasi (penginjilan).

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Sedangkan bab 2 berisi tujuh hal pokok yakni tentang norma-norma umum terkait dengan hakekat dan norma-norma umum Unika, hakekat Unika, pembentukan Unika, komunitas Unika, Unika di dalam Gereja, pelayanan pastoral dan kerja sama Unika dengan berbagai pihak gerejawi maupun sosial-kemasyarakatan.

Pada prinsipnya, Unika lahir dari jantung Gereja (ex corde Ecclesiae) dan terikat pada tridarma untuk pengajaran, pendidikan dan pengabdian. Unika merupakan pusat kreativitas yang tiada tara dan pusat pengembangan tridarma tersebut. Unika berbagi kegembiraan untuk mencari, menemukan dan mengkomunikasikan kebenaran dalam setiap bidang pengetahuan. Unika mengembangkan sikap akademik dalam rangka berilmu, beriman, dan beramal bakti. Ketiganya harus berjalan seimbang.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Integrasi dialogis antara iman dan ilmu (akal budi) terus-menerus menjadi perjuangan kreatif Unika di tengah dunia. Empat hal perlu menjadi perhatian, yakni usaha untuk mengintegrasikan pengetahunan, dialog antara iman dan akal budi, keprihatinan etis dan perspektif teologis. Dalam konteks ini, Unika harus memiliki keberanian untuk menyatakan kebenaran yang tidak mengenakkan dan tidak menyenangkan pendapat publik, tetapi diperlukan untuk melindungi kesejahteraan otentik masyarakat berdasarkan cinta kasih, kebenaran, dan keadilan.

Secara akademik, penelitian, pengajaran, dan pengabdian harus peduli pada martabat kehidupan manusia, penegakan keadilan bagi semua, perlindungan alam semesta, usaha menciptakan perdamaian dan stabilitas politik, pembagian sumber-sumber kekayaan dunia yang adil dan tatanan politik serta ekonomi baru yang melayani komunitas umat manusia secara lebih baik di tingkat lokal, nasional maupun global. Penting menjadi perhatian adalah kerangka etis dan religius atas semua persoalan dan penyelesaian setiap masalah yang dihadapi.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Secara sosial, pengabdian Unika bagi sesama harus dilakukan demi menegakkan keadilan sosial. Untuk itu, kerja sama dengan semua pihak harus dilakukan atas kepentingan dan pembelaan terhadap martabat kehidupan manusia. Unika melayani kesejahteraan umum melalui penelitian dan pendidikan yang bertanggungjawab, sama seperti universitas lain dan dalam kerja sama dengan universitas lain pula,

Unika harus memberi perhatian pada pelayanan pastoral untuk mengintegrasikan prinsip-prinsip moral dan religius dengan studi akademik maupun non akademik. Iman Katolik pun diharapkan terintegrasi dengan kehidupan, dalam sikap hormat kepada siapa pun yang menjadi bagian dari sivitas akademika Unika. Dalam rangka ini, sebagai ungkapan alami dari identitas Katolik, Unika hendaknya memberi contoh praktek dari imannya dalam kehidupan sehar-hari dan menyediakan waktu bagi refleksi dan doa. Para anggota komunitas yang Katolik harus mendapat kesempatan untuk mengasimilasikan ajaran Katolik dan mempraktekkannya dalam hidup mereka. Mereka didorong untuk ambil bagian dalam perayaan sakramen, khususnya Sakramen Ekaristi sebagai ibadat komunitas yang paling sempurna. Demikian pula, secara pastoral, apabila Unika memiliki anggota dari Gereja lain atau agama lain, inisiatif untuk refleksi dan doa sesuai dengan kepercayaan mereka harus dihormati.

Perhatian kepada mereka yang kecil, lemah, miskin, tersingkir dan difabel harus diberikan. Maka keterlibatan pastoral terhadap mereka yang menderita secara fisik maupun rohani, harus dilakukan. Seturut teladan Yesus, Sang Guru, Unika harus memberi perhatian kepada mereka yang termiskin dan menderita ketidakadilan ekonomis, sosial, budaya, atau spiritual.

Semua itu dilakukan baik dari dalam secara internal di antara seluruh anggota Unika: muali dari Rektor, para pejabat struktural, dosen, tenaga kependidikan, karyawan, dan mahasiswa serta semua terlibat dalam Unika. Upaya itu dibingkai dengan dialog budaya, menggunakan segala sarana-prasarana yang baik efektif dan efesien demi kesejahteraan umat dan masyarakat. Hal ini harus menjadi mekanisme sistemik sehingga Unika sungguh menghayati kehidupan yang berilmu, beriman, dan beramal dalam kehidupan bersama masyarakat setempat.

Itulah, pokok-pokok gagasan yang dapat saya catat selama mengikuti retret di Pertapaan Rawaseneng bersumber dari ECE sebagaimana dipandu oleh Romo Paul Suparno SJ. Agar pokok-pokok gagasan tersebut semakin dapat diaplikasikan di Unika Soegijapranata, maka, TSI harus segera merumuskan rekomendasi sebagai buah-buah retret agar semakin berguna bagi perkembangan Unika Soegijapranata berdasarkan ECE dan spirit Mgr. Albertus Soegijapranata yang menjadi patron Unika Soegijapranata. Inilah beberapa catatan umum terkait dengan retret yang saya ikuti. Semoga perjumpaan dengan Tuhan selama retret, menjadi daya kekuatan untuk semakin menghadirkan berkat, bakat, dan talenta demi kepentingan umat manusia dan kesejahteraan bangsa sebagaimana menjadi motto Unika Soegijapranata Semarang: Talenta pro patria et humanitate.

Saya pribadi sangat berterima kasih kepada Romo Paul Suparno SJ yang menegaskan ECE agar segera diaplikasikan dalam konteks Unika Seogijapranata Semarang. Terima kasih pula kepada semua rekan anggota dan kerabat TSI atas kebersamaan kita yang saling meneguhkan dalam retret yang baru saja kita alami. Terima kasih Pak Sonda yang mengantar dan menjemput kami. Tuhan memberkati!***

Sumber: refleksi dan catatan pribadi berdasarkan retret berbahan Ex Corde Ecclesiae bersama Romo Paul Suparno SJ

Sumber
http://idstory.ucnews.ucweb.com/story/258791641352109?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1&stat_app=app_profile&entrance=personal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.