Inspiration

Tiga Puluh Lima Tahun Yang Lalu Aku Misdinar Romo Prof Dr Paul Suparno SJ

Pada kesempatan mengikuti retret Tim The Soegijapranata Institute (TSI) di Pertapaan St. Maria Rawaseneng, Temanggung (1-3/2) yang lalu, ada hal yang amat mengesankan bagiku. Hal itu kusyukuri dengan penuh kebahagiaan. Apakah itu? Berikut sharing pengalaman kebahagiaan itu.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Yang menjadi pembimbing retret kami adalah Prof Dr Paul Suparno SJ. Rektor Universitas Sanata Dharma Yogyakarta periode 2001-2006 itu akrab dipanggil dengan sebutan Romo Paul.

Saya mengenal Romo Paul saat saya masih remaja. Kala itu, beliau adalah Romo Pastor yang baru saja ditahbiskan dan diutus bertugas di Paroki St Yusuf Baturetno, Wonogiri. Beliau ditahbiskan sebagai imam pada tanggal 30 Desember 1982.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Saat itulah, saya yang masih remaja Sekolah Menengah Pertama (SMP) juga menjadi misdinar (pelayan altar) di Gereja St. Yusuf, Baturetno. Beberapa kali sebagai anak remaja, saya diajak beliau dalam pelayanan ke stasi, entah dengan mengendari sepeda motor, entah dengan mengendarai “jeep kotak”. Pokoknya, mengasyikkan deh!

Tahun 1984, sesudah lulus SMP Negeri 1 Baturetno, saya masuk Seminari Menengah Mertoyudan, Magelang. Sejak itu, kami jarang berjumpa. Sempat sekali, juga masih sebagai remaja, saat liburan, kami mengunjungi beliau yang saat itu berpindah tugas di ATMI Solo.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Nah, inilah pengalaman yang mengesankan yang bagiku sungguh meneguhkan dan membahagiakan. Dalam kesempatan Misa Penutupan retret di Pertapaan Rawaseneng, Temanggung, saya yang tiga puluh lima tahun lalu melayani Romo Paul sebagai misdinar, untuk pertama kalinya boleh dan bisa berdiri bersama di belakang altar sebagai imam-imam-Nya. Ketika kami merayakan Ekaristi, Romo Paul menjadi selebran utama, dan saya menjadi konselebran beliau. Tentu saja, saya tetap bersyukur boleh menjadi pelayan altar di sebelahnya.

Hal inilah yang kemudian saya sharingkan kepada rekan-rekan TIm TSI yang mengikuti retret, sesudah Misa selesai. Sungguh, saya sangat terharu, bersyukur dan berbahagia atas peristiwa sederhana itu namun penuh rahmat.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Perjumpaan dan kebersamaan dengan Guru Besar di bidang Fisika Universitas Sanata Dharma Yogyakarta itu meneguhkan hidup panggilanku pula sebagai imam-Nya. Maka, meski retretnya merupakan retret TSI dengan tema dan bahan dari Ex Corde Ecclesiae, retret itu sangat berdaya guna pula bagi hidup panggilan imamat saya. Apalagi dan terutama suasana hening dan doa di Pertapaan Rawaseneng yang teduh dan tenang, sungguh bermanfaat bagiku. Ritme hidup doa dari pukul 03.30 hingga pukul 20.00 dan berkat percikan air suci menutup segala aktivitas karya dalam doa sungguh menjadi anugerah yang kusyukuri dengan gembira,

Lebih dari segalanya, di saat itulah kusadari betapa agung karya Tuhan Yang Maha Esa dan Maha Kasih bagiku. Aku yang dulu, tiga puluh lima tahun lalu adalah misdinar Romo Paul, boleh dalam kebersamaan kolegialitas imamat yang penuh rahmat!. Terima kasih Tuhan. Terima kasih Romo Paul. Terima kasih rekan-rekan TSI Unika Soegijapranata Semarang. Tuhan memberkati!***

Sumber: Pengalaman pribadi. Foto oleh Ignatius Dadut Setiadi.

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/3792514199136572?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.