Inspiration

Inspirasi Kerendahan Hati dari Pak Menteri

Luar biasa istimewa inspiratif bagiku. Inilah yang kusebut sebagai inspirasi kerendahan hati dari Pak Menteri. Siapakah dia? Mengapa dan bagaimana? Inilah kisahnya.

Pemotret: Sonar Wilfrid Sihombing. Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Dalam proses Musyawarah Bersama Tokoh Agama untuk Kerukunan Bangsa, di luar rencana dan dugaan, Bapak Menteri Agama Republik Indonesia, Lukman Hakim Saefuddin hadir di antara kami pada hari Jumat malam (9/2/2018). Kehadiran itu di luar jadwal yang dipersiapkan panitia. Dan dalam sosok Bapak Lukman Hakim Saefuddin, saya menangkap dan belajar bersikap rendah hati.

Pertama, kerendahan hati beliau tampak dalam proses kehadiran di tengah kami. Beliau hadir tanpa disambut, dan pulang tanpa diantar. Beliau hadir dan sudah duduk di ruang makan bersama Bapak Din Syamsuddin, Mgr. Yohanes Harum Yuwono dan beberapa tokoh penting lainnya.

Saat saya masuk ke ruang makan sesudah sidang terbatas dalam kelompok internal Katolik, Romo Yadi, Ketua Kom HAK KAJ menyuruhku untuk menyalami Pak Menteri. “Silahakn romo bersalaman dengan Pak Menteri Agama. Aku sudah sering ketemu,” kata Romo Yadi.

Pemotret: Sonar Wilfrid Sihombing. Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Aku pun taat kepadanya. Maka, kudekatilah Pak Menteri. Kusalami beliau dan kucium tangan beliau. Pak DIn Syamsuddin yang duduk di sebelah kirinya berkata, “Ini romo Budi dari Semarang.”

Mendengar itu, serta merta Pak Menteri langsung berdiri dan mengucapkan terima kasih kepadaku. Ah, siapakah aku ini. Aku hanyalah salah satu peserta dari Semarang di antara lautan para Tokoh Agama yang hebat di Nusantara ini.

Namun Pak Menteri sangat berterima kasih atas perjumpaan itu. Kami pun berbicara sejenak tentang luar biasanya Musyawarah ini. Beliau pun sangat mengapresiasi.

Pemotret: Sonar Wilfrid Sihombing. Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Karena banyak pula yang mengantre untuk berfoto bersama beliau, maka saya pun segera berpamitan dan menikmati makan malam di meja tak jauh dari meja Pak Menteri, Pak Din Syamsuddin, dan Mgr. Yohanes Harun Yuwono.

Dari peristiwa itulah, saya belajar dan melihat betapa sosok pribadi Lukman Hakim Saefuddin, Menteri Agama Republik Indonesia menampilkan kerendahan hati yang luar biasa. Siapakah aku ini, hingga Pak Menteri menyambutku yang tadinya duduk sambil menikmati buah dan berbicara dengan para tokoh hebat itu, tiba-tiba beliau berdiri hanya karena Pak Din Syamsuddin berkata, “Ini romo Budi, dari Semarang.”

Begitulah inspirasi kerendahan hati kutimba dan kucontoh dari Pak Menteri. Semoga kisah sederhana ini menjadi warta kisah kasih bagi kita semua, untuk selalu bersikap rendah hati dan menghargai sesama di antara kita dalam sikap yang sopan dan santun sebagaimana ditunjukkan Pak Menteri.

Terima kasih Pak Menteri. Terima kasih Pak DIn Syamsuddin. Terima kasih Mgr. Yohanes Harun Yuwono. Terima kasih Romo Yadi. Terima kasih Pak Sonar Wilfrid Sihombing yang memotret adegan daku bersalaman dengan Pak Menteri seperti tampak dalam foto di tulisan ini. Tuhan memberkati.***

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/1044084781195407?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.