Inspiration

Mensyukuri Hadiah-Hadiah Lukisan Yang Indah

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Mereka memberikan hadiah-hadiah yang indah itu padaku. Hadihah-hadiah itu berupa lukisan. Aku tidak menduga dan menyangka, hadiah-hadiah itu bersubyek sama, namun dengan bahan dan cara yang berbeda. Seperti apakah hadiah-hadiah yang indah itu?

Dari kanan ke kiri: Husni Muhammad, Dony Danardono, dan saya. Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Hadiah pertama kuterima dari Kang Husni Muhammad dari Lamongan. Dia datang dan membawa hadiah itu berupa lukisan wajahku dengan model drawing pada kaos. Bukan Kang Husni yang melukis, melainkan temannya, yakni Mas Wisnoe Wardhana yang bekerja di Surabaya. Lukisan itu tampak pada kaos yang kukenakan di foto ini, saat Kang Husni datang. Kang Husni datang dan menyerahkannya, kuterima dan langsung kukenakan dengan sukacita.

Mbak Yus, Mas Tikno, dan saya. Mas Tikno melukis wajahku dengan bahan kopi. Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Hadiah kedua kuterima dari Mas Soetikno MA dari Sanggar Seni Gedongsongo Ungaran. Beliau datang dan membawa hadiah lukisan wajahku berbahan kopi pada kanvas. Kopi yang biasa dibuat untuk minuman, di tangan Soetikno MA bisa menjadi bahan untuk membuat lukisan. Mas Tikno yang datang bersama istri dan rombongannya (pasutri Rudy dan Mas Aries) menyerahkannya padaku dan kuterima dengan bahagia.

Alfons, Yohana dan Mika, serta Gaby dan Rafa bersamaku. Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Hadiah ketiga diberikan oleh Alfons sekeluarga. Juga berupa lukisan. Berbahan minyak di atas kanvas, lukisan itu menghadirkan salah satu momen ketika daku memainkan saksofon, salah satu hobi dan selingan aktivitasku untuk bergembira dan bersyukur melalui musik. Syukur bahwa dengan alat musik itu, aku juga boleh hadir membangun suasana gembira dalam pelayanan dan persaudaraan. Sekali lagi, kusambut Alfons yang datang bersama keluarga. Kuterima pula hadiah lukisan itu dengan gembira.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Itulah hadiah-hadiah lukisan indah di hari kelimapuluh tahun aku mensyukuri ultah. Tiada kata lain kecuali ucapan syukur dan terima kasih kuhaturkan kepada Mereka.

Syukur kepada Allah atas segala kasih, perhatian dan dukung mereka. Aku berdoa, Tuhan Yang Maha Esa, Pengasih dan Penyayang, melimpahkan berkat kepada mereka semua dalam karya pelayanan dan pekerjaan.***

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/2079372986437889?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.