Inspiration

Menyambut dan Mensyukuri Hari Ulang Tahun

Harini, Rabu, 14 Februari 2018, aku berulang tahun yang ke-50. Syukur kepada Allah, Deo gratias, puji Tuhan! Apa yang bisa kurenungkan dalam rangka menyambut hari ulang tahun. Tak ada cara lain selain dengan mensyukurinya. Mengapa?

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Bagi siapa pun dan komunitas apa pun, Hari Ulang Tahun tentu merupakan hari yang sangat penting dan istimewa. Itulah sebabnya, sudah layak dan sepantasnya bahwa Hari Ulang Tahun itu disyukuri dengan gembira, bahagia dan sukacita. Tentu, kegembiraan, kebahagiaan dan sukacita tidak harus selalu dengan pesta pora dan foya-foya. Tidak!

Maka inti dari cara menyambut Hari Ulang Tahun adalah bersyukur. Mensyukuri Hari Ulang Tahun adalah bagian dari iman sebab kita lahir dan ada karena kehendak Tuhan Yang Maha Esa, Maha Kasih, dan Maha Kuasa.

Syukur atas kedua orangtuaku, ayah dan ibuku, yang dipakai Tuhan untuk mengukir dan menggurat keberadaanku di dunia ini. Syukur atas saudara-saudaraku yang lahir dari rahim yang sama bundaku, dan dari benih cinta kasih yang sama, ayahku. Dan kita lahir dalam keunikan dan keberagaman seturut kehendak-Nya.

Syukur atas kehadiran para sahabat, rekan, teman, kerabat dan sesama dalam perjuangan hidup di dunia. Para sahabat, rekan, teman, kerabat dan sesama menjadi tanda berkat dalam kehidupan bersama sebab tak mungkin aku berada tanpa kehadiran para sahabat, rekan, teman, kerabat dan sesama.

Hidup adalah anugerah. Maka, Hari Ulang Tahun pun merupakan anugerah. Yang terpenting dalam menyambut dan mensyukuri Hari Ulang Tahun adalah bahwa saat ini, di sini, aku ada dan hidup. Syukur kepada Allah, bahwa melalui keberadaan dan kehidupanku, aku boleh berkarya dan berguna bagi sesama dan semesta, terutama dalam membangun peradaban kasih bagi masyarakat yang sejahtera, bermartabat dan beriman, apa pun agamanya.

Maka, seraya bersyukur kepada Tuhan, aku pun terus bertanya diri: Apakah hidupku sudah bermanfaat bagi sesama dan semesta? Apakah hidupku sudah menjadi berkat bagi sesama dan semesta? Semoga Tuhan sendiri yang memampukan daku menjadikan hidupku bermanfaat dan menjadi berkat bagi sesama dan semesta, sekecil apa pun.

Tuhan, terima kasih atas Hari Ulang Tahunku yang kelima puluh ini. Ampunilah segala kelemahan dan kedosaanku selama lima puluh tahun ini. Ijinkan daku memulai kehidupan yang baru dalam kasih dan kerahiman-Mu, agar aku pun boleh menjadi tanda kasih dan kerahiman-Mu bagi sesama dan semesta, kini dan sepanjang masa. Amin.***

Sumberrefleksi pribadi.

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/2917873024028743?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.