Inspiration

Sumbangan Partisipatif dalam Musyawarah Besar untuk Kerukunan Bangsa

Inilah sumbangan partisipatif saya saat mengikuti Musyawarah Besar para Tokoh Agama untuk Kerukunan Bangsa di Grand Sahid Jaya Hotel Jakarta (Kamis 8/2/2018). Apa maksudnya?

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Pada kesempatan melakukan sidang internal kelompok Katolik, rekan-rekan dan para sahabatku mendaulatku menjadi sekretaris sidang kelompok internal Katolik tersebut. Karena keputusan aklamatif itu, maka, kujalankan tugas itu dengan taat. Romo Endro, Ketua Komisi HAK Keuskupan Bogor memimpin sidang sebagai ketua kelompok.

Sahabatku dan dulu pernah menjadi muridku saat saya bertugas sebagai staf dan rektor Seminari Tinggi St. Petrus Sinaksak, Pematangsiantar, Sumatera Utara, yakni Romo Erick dari Padang bilang: Wah romo malah mendapat tugas berat ya. Harus merumuskan hasil-hasil diskusi kita. Saya menjawab: tidak apa-apa Romo. Itulah sumbangan partisipatif dalam Musyawarah Besar untuk Kerukunan Bangsa ini.

Sesudah sidang usai, meski sudah malam, bersama Romo Agus, Sekretaris Kom HAK KWI, dan Mas Udik, saya masih kutak-kutik menyelesaikan rumusan yang ada. Sesudah menyerahkan kepada Romo Agus dan Mas Udik, saya pun menuju kamar untuk beristirahat.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Paginya, dalam Sidang Paripurna yang dipimpin oleh Prof Dr Din Syamsuddin sendiri, saya pun didaulat pula untuk mempresentasikan rumusan tanggapan dari kelompok Katolik terkait dengan bagaimana sikap terhadap NKRI yang berlandaskan Pancasila dan sikap terhadap upaya-upaya dan pikirian lain serta bagaimana sebaiknya pendekatan harus dilakukan terhadap mereka?

Kusampaikan saja apa yang sudah kami rumuskan bahwa umat Katolik berpandangan, NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) yang berlandaskan Pancasila harus dipertahankan secara turun-temurun karena merupakan konsensus final sekaligus komitmen para pendiri bangsa yang mewakili berbagai agama di Indonesia. NKRI dan Pancasila sebagai dasar negara adalah keniscayaan bagi bangsa Indonesia. Sila-sila yang terkandung dalam Pancasila menjamin kebebasan beragama, menjunjung tinggi kemanusiaan, mengikat kemajemukan dalam persatuan, mengangkat keadaban dan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.

NKRI dan Pancasila adalah rahmat istimewa dari Tuhan bagi bangsa Indonesia. Pikiran dan upaya lain merupakan ancaman serius bagi keutuhan dan persatuan Negara dan Bangsa Indonesia.

Terhadap para pihak yang berpikiran dan berupaya lain, agar dirangkul, dibina dan diberikan pemahaman untuk mencintai NKRI dan Pancasila. Apabila tidak berhasil agar dilakukan tindakan sesuai dengan hukum dan perundangan yang berlaku. NKRI harga mati dan Pancasila jaya!

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Begitulah, saya menyampaikan pandangan menurut agama Katolik sesuai dengan hasil diskusi yang terjadi. Dan sesudahnya, bersiap menjawab atas pertanyaan dan tanggapan yang muncul.

Kecuali itu, dalam Sesi kedua sidang paripurna, ketika Prof Dr Din Syamsuddin meminta kepada peserta untuk berbagi hal-hal baik yang terjadi di daerah; saya pun menggunakan kesempatan itu untuk berbagi kisah indah merajut kerukunan dan persaudaraan melalui dialog, srawung dan praksis kerukunan melalui jalur seni dan budaya serta kepedulian pada kelestarian lingkungan hidup dan keutuhan ciptaan.

Dengan cara itu, sekali lagi, saya memberikan sumbangan partisipatif dan pengalaman dalam Musyawarah Besar para Tokoh Agama untuk Kerukunan Bangsa. Semoga bermanfaat. Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadaku. Semakin mendapat ruang untuk selalu belajar dan belajar merajut kerukunan dan peradaban kasih bagi masyarakat Indonesia yang sejahtera, bermartabat dan beriman, apa pun agamanya.***

Sumber: refleksi pengalaman pribadi dari Musyawarah Bersama untuk Kerukunan Bangsa.

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/2634048378436467?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.