Inspiration

Bergembira Bersama Keluarga Pemulung Rongsokan

Secara utuh sudah kutulisakan peristiwa ini dalam artikel yang berjudul “Solidaritas dalam Kebersamaan Pemulung Rongsokan” di UCWe Media (tz.ucweb.com/2_3HdLw terbit 2018/02/16 14:06) tentang kebersamaan kami dalam peristiwa solidaritas untuk kaum marginal dalam acara makan bersama di Hari Kasih Sayang peduli pada sesama. Berikut kutuliskan satu detil saat daku diberi kesempatan untuk memainkan saksofonku bagi mereka. Seperti apakah?

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr; Pemotret: Fariz

Pertama, saya melantunkan tembang “Tamba Ati” bagi mereka. Lagu itu kumainkan, meski tanpa syair, hanya dengan melodi. Sementara saya melantunkan tembang itu dengan alunan saksofonku, mereka yang mengerti lagu itu turut bersenandung seiring alunan saksofonku.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr; Pemotret: Fariz

Selebihnya, aku menghibur mereka di saat mereka mengambil nasih sup satu per satu dan menikmatinya dengan gembira. Aku pun mengalami kegembiraan itu, sebagaimana kujadikan judul tulisan ini, “Bergembira Bersama Keluarga Pemulung Rongsokan”. Pada saat itulah, mereka masih tampak pula menikmati alunan saksofon yang kumainkan dengan ikhlas bagi mereka.

Pada tahap berikutnya, saat mereka sudah selesai menikmati makanan dengan gembira; mereka kembali antre maju ke depan, tempat daku bermain saksofon di dekat meja untuk melayani mereka memberikan makanan. Kini, mereka antre maju bukan untuk menerima makanan, melainkan untuk menerima bingkisan.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr. Pemotret: Fariz

Bingkisan itu berupa beras dan roti yang dipersiapkan oleh Mas Samad dan istrinya, koordinator lapangan keluarga besar Pemulung Rongsokan di Dadabsari, Semarang. Mereka membawa kupon yang sudah dibagikan, dan maju untuk menukarkan kupon itu dengan bingkisan.

Pada saat itulah, aku mengiringi mereka dengan sejumlah tembang dari tembang-tembang campur sari hingga tembang-tembang yang kubuat sendiri. Semua kulantunkan secara melodik, tanpa syair dan kata-kata. Suasana tetap dibangun dalam kegembiraan.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr. Pemotret: Fariz

Mereka yang sudah selesai makan dan menerima bingkisan melanjutkan aktivitas mereka di tempat masing-masing. Beberapa saya persilahkan untuk menjalankan ibadat sholat, bagi yang menjalankannya.

Baru sesudah itu, saya berhenti memainkan saksofon dan menikmati makanan seperti yang mereka santap. Mbak Samad, istri Mas Samad, memberikan garang asem kepada saya. Namun saya sudah terlanjur menerima dan memilih menikmati nasi sup seperti yang dinikmati para Pemulung Rongsokan dengan gembira.

Inilah secuil kisah detil bergembira bersama keluarga besar Pemulung Rongsokan. Foto-foto yang menjadi ilustrasi tulisan ini merupakan hasil jepretan Mas Fariz, sahabat saya, seorang jurnalis yang hadir pada kesempatan itu. Dia memberikan kepadaku foto-foto itu dan kuterima dengan penuh syukur dan terima kasih sehingga dapat kujadikan ilustrasi untuk tulisan ini.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr. Pemotret: Fariz.

Bergembira bersama keluarga besar Pemulung Rongsokan dalam rangka Hari Kasih Sayang merupakan hal yang sederhana, namun semoga bermanfaat bagi siapa saja. Melalui tulisan ini, aku hanya ingin berbagi pengalaman saja. Siapa tahu, kisah kecil ini bisa menginspirasi siapa saja dan di mana saja, untuk mengalami kegembiraan bersama sesama, terutama mereka yang berada dalam situasi marjinal seperti para Pemulung itu. Kutangkap dan kurasakan, mereka pun menerima dengan penuh kegembiraan kehadiran kami. Syukur kepada Allah!***

Sumber: refleksi pengalaman pribadi. Foto-foto: dari Mas Fariz, seorang jurnalis.

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/696787730302514?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.