Inspiration

Membangun Harmoni Indonesia, Budaya Rakyat dan Doa untuk Negeri

Banyak cara untuk membangun hidup rukun (harmoni) bagi negeri tercinta, Indonesia. Seperti apakah yang bisa dilakukan? Inilah contoh yang inspiratif untuk kita semua.

Orisinil

Dalam rangka melestarikan keragaman budaya Indonesia sebagai potensi untuk memperkaya dan mempersatukan masyarakat di era teknologi digital yang rentan dengan informasi hoax dan ujaran kebencian ini, Penggerak Budaya Nusantara, Direktoral Jendral Informasi dan Komunikasi Publik Kementrian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Menkominfo) dan Universitas Semarang (USM) membangun harmoni Indonesia, budaya rakyat dan doa untuk Negeri. Upaya ini bagiku sangat inspiratif dan menarik. Itulah sebabnya, dengan penuh semangat, saya berangkat untuk menghadirinya ketika diminta untuk mewakili Uskup Agung Semarang, Mgr. Dr. Robertus Rubiyatmoko.

Kerja sama pihak-pihak terkait itu diwujudkan dalam tajuk “Harmoni Indonesia” di halaman Gelora USM. Hadir dalam kesempatan ini Menteri Kominfo, Bapak Rudiantara yang didampingi oleh Dirjen Kominfo, Ibu Niken, para tokoh lintas agama yang terdiri dari sejumlah Kiai dan saya sendiri, dari unsur Katolik, mewakili Uskup Agung Semarang, Mgr. Dr. Robertus Rubiyatmoko. Tentu saja, pihak dari Penggerak Budaya Nusantara, antara lain KH Ahmad Sugeng Utomo dan Gus Ud (dari Yogyakarta), dan pihak USM yang dalam hal ini dihadiri oleh Rektor USM, Andy Kridasusila. Hadir pula jajaran Polda Jateng, yang dalam hal ini diwakili oleh Wakapolda, Brigjen Pol Drs Indrajit, SH.

Dialog interaktif melalui pertunjukan wayang melawan hoax. Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Kerja sama juga dihadirkan melalui pentas budaya rakyat berupa wayangan, penampilan tari semarangan, penampilan musik rebana dan penampilan barongsai. Yang menarik adalah bahwa wayangan dipadukan dengan dialog interaktif tentang cara menangkal hoax.

Kami – termasuk diriku – diminta oleh Panitia untuk maju ke panggung dan dipandu oleh Ki Dalang Dr. Purwadi M.Hum memberikan pesan-pesan budaya dan harmoni di tengah situasi masyarakat yang sering muda termakan hoax. Setiap pembicara di antara kami, selalu diselingi dengan tembang seperti salah satunya tampak dalam video youtube yang saya sertakan itu.

Ibu Dirjen Kominfo, Niken memberi sambutan. Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Di antara semua hal yang disampaikan, saya sangat terkesan dengan yang dikemukakan oleh Dirjen Kominfo, Ibu Niken. Beliau menegaskan bahwa yang utama dari seluruh safari Harmoni Indonesia yang sudah dimulai dari Yogya, Semarang, Malang dan Jakarta, semua dilakukan dalam rangka mewartakan kabar baik. Kabar baik bahwa Indonesia memiliki keragaman budaya yang bisa mempersatukan kita semua. Kabar baik ini harus terus diwartakan sebagai bagian dari upaya menjaga keutuhan NKRI berbasis seni dan budaya.

Sementara itu, Bapak Menteri Kominfo menegaskan, cara mewartakan kabar baik adalah dengan mencegah untuk tidak menyebarkan fitnah melalui hoax. Hoax dan ujaran kebencian itu tak hanya melanggar hukum tetapi juga merupakan kejahatan kemanusiaan.

Sinergi USM, Menkominfo dan PBN. Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Saya sendiri menyampaikan bahwa hoax dan fitnah itu merupakan dosa besar. Maka, alih-alih menyebarkan hoax, seperti disampaikan Ibu Dirjen, mari kita wartakan kabar baik, kabar damai, dan kabar kasih kepada sesama. Kerukunan dan harmoni seperti ini harus terus digemakan dan diwartakan sebagai kabar baik.

Seluruh rangkaian awal pentas seni dan budaya ditutup dengan deklarasi melawan hoax dan doa untuk Negeri oleh Gus Ud. Sesudah itu, pertunjukan wayang kulit pun dilanjutkan sesuai dengan pakem yang sudah dipersiapkan. Pertunjukan wayang mementaskan lakon “Rukmo Hisworo”. Intinya, di tengah situasi yang sedang terjadi dalam masyarakat, nilai keteladanan atau suwatun khasanah harus disebarkan melalui cara-cara yang santun, halus dan toleran. Berita bohong atau informasi hoax harus dibuah jauh agar masyarakat hidup ayem tentrem, aman damai dan sejahtera lahir dan batin. Untuk itu, kita harus terus waspada, introspeksi dan mawas diri, untuk tidak gampang menjelek-jelekkan sesama apalagi dengan menyebarkan hoax serta ujaran kebencian.

Begitulah, upaya membangun harmoni Indonesia melalui budaya rakyat dan doa untuk negeri ini bagiku sangat menginspirasi kehidupan bersama dalam membangun peradaban kasih bagi masyarakat Indonesia yang sejahtera, bermartabat, dan beriman, apa pun agama dan kepercayaan kita. Semoga tetap teguh jaya bagi Indonesia yang rukun damaia dan harmonis.***

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/2971817327396914?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.