Inspiration

Pantang dan Puasa Yang Berkeadilan

Saudari-saudaraku yang terkasih, dalam tradisi dan kebiasaan puasa menurut agama Katolik, ada ajaran bahwa hari Jumat adalah hari pantang. Apa itu pantang?

Referensi pihak ketiga, sumber foto: www.keningaudiocese.net

Yang dimaksud pantang adalah mengurangi hal-hal yang biasanya disukai. Maka, kalau ada orang suka marah-marah, kurangilah kesukaan itu. Kalau ada orang suka ngrasani, ngegosip, memfitnah; ya kurangilah kebiasaan itu. Syukur bisa berhenti sama sekali.

Secara lahiriah, pantang juga bisa dihayati dengan cara mengurangi hal-hal yang biasa dilakukan. Misalnya, yang biasa merokok, mengurangi rokoknya. Yang biasa jajan, kurangilah jajan. Yang biasa makan enak, kurangilah makan enak. Yang biasa makan daging, kurangilah makan daging.

Tidak bisa disebut pantang bila, orang yang tidak pernah merokok memilih pantang rokok. Sama saja bohong. Orang yang tidak pernah makan daging, memilih pantang daging. Sama saja bohong.

Maka, pilih pantang yang sesuai seberat seukuran kebutuhan untuk bisa mengatur, mengendalikan, dan mengolah hidup rohani. Pantang seperti itu bila ditempatkan dalam rangka puasa, masih belum cukup juga. Mengapa? Karena, pantang dan puasa haruslah berkeadilan. Apa maksudnya?

Seturut firman Tuhan, berpuasa yang dikehendaki-Nya ialah kita harus membuka belenggu-belenggu kelaliman dan melepaskan tali-tali kuk; membagi-bagikan roti bagi orang yang lapar dan membawa ke rumah kita orang miskin yang tak punya rumah. Juga, apabila kita melihat orang telanjang, kita harus memberi dia pakaian. Kita tidak boleh menyembunyikan diri terhadap saudari-saudara kita sendiri, terutama mereka membutuhkan perhatian kita!

Itulah yang saya sebut pantang dan puasa yang berkeadilan. Pantang dan puasa yang berkeadilan tidak melulu terkait dengan rasa perasaan suka tidak suka baik secara rohani maupun jasmani, apalagi soal makan dan minum. Pantang dan puasa yang berkeadilan adalah pantang dan puasa yang terarah pada kesejahteraan sesama dan semesta kita.

Semoga dengan menjalankan pantang dan puasa yang berkeadilan, terang hidup kita merekah seperti fajar dan luka-luka jiwa akibat dosa kita dipulihkan dengan segera.​ ​Demikian, semoga bermanfaat, selamat menjalankan pantang dan puasa yang berkeadilan, bagi yang sedang menjalankannya. Tuhan memberkati.***

Sumber: refleksi pribadi berdasarkan tulisan Yesaya 58:1-9aYesaya tampil berkarya tahun 738 SM, meninggal tahun 701 SM).

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/4379474144945254?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.