Inspiration

Agar Bisa Berdamai Dengan Masa Lalu, Retaslah Pengandaian-Pengandaianmu!

Sahabat peradaban kasih UC We-media yang terkasih, salah satu penghambat agar kita bisa berdamai dengan masa lalu kita adalah sikap kita yang tidak bisa menerima kenyataan dengan gembira. Kita hidup dalam pengandaian-pengandaian. Ketika hal itu tak terjadi, atau yang terjadi berbeda dari pengandaian kita, kita menjadi kecewa, merasa tersakiti dan terluka.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Maka, jangan terbelenggu oleh pengandaian-pengandaian diri kita. Retaslah pengandaian-pengandaian itu dengan jujur dan gembira menerima realitas, agar kita bisa berdamai dengan masa lalu, terutama masa lalu yang negatif.

Sekali lagi, agar bisa berdamai dengan masa lalu kita, retaslah belenggu pengandaian-pengandaianmu! Mulailah berubah dan hiduplah dalam realitas. Ayo kita jujur pada diri sendiri.

Bukankah kita sering berkata pada diri kita sendiri: Ah, seandaianya saja saya dulu begitu, pasti sekarang aku tidak begini. Seandainya saja aku memiliki dia, pasti aku sekarang tidak seperti ini. Seandainya aku tidak menolak tawarannya, pasti aku sudah menjadi orang sukses. Seandainya aku memilih jurusan di fakultas itu, pasti aku sekarang sudah menjadi orang sukses…. Dan seterusnya, dan selanjutnya…, kita hidup dalam belenggu pengandaian-pengandaian yang justru kian menyakiti dan melukai hidup kita!

Hidup dalam pengandaian-pengandaian laksana melilitkan tali pada leher kita sendiri. Akibatnya, kita menjadi susah bernafas. Pandangan menjadi kabur dan gelap, dan kita tak mampu lagi melihat apalagi menerima realitas. Hal ini bisa menimpa siapa saja.

Karenanya, mengapa harus tenggelam dalam arus pengandaian-pengandaian yang sudah lewat? Ayo bangun dan berubah! Retaslah pengandaian-pengandaian itu dan mari kita mulai hidup dalam realitas. Realitas adalah kenyataan saat ini. Dan saat ini kita adalah anugerah!

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Mari kita retas semua pengandaian-pengandaian yang membelenggu kita agar kita menjadi pribadi-pribadi yang merdeka, gembira dan bahagia. Itulah salah satu cara berdamai dengan masa lalu kita, apalagi masa lalu yang mendatangkan luka, sakit hati dan rasa kecewa!

Semoga bermanfaat. Salam inspirasi dalam peradaban kasih bagi masyarakat yang sejahtera, bermartabat dan beriman, apa pun agama kita. Tuhan memberkati.***

Johar Wurlirang Semarang, 26/2/2018

Sumber: tulisan ini merupakan opini dan refleksi pribadi.

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/1205437232608458?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.