Inspiration

Agar Hidup Kita Lebih Bahagia, Marilah Kita Saling Berbagi Rejeki

Agar hidup kita lebih bahagia, marilah kita saling berbagi rejeki. Berbagi rejeki akan membuat hidup kita lebih bahagia, terutama bila kita lakukan kepada yang membutuhkan kasih dan perhatian kita. Bagaimana caranya?

Referensi pihak ketiga dari rudiriyantoblog.blogspot.com

Kebahagiaan dapat lebih kita rasakan dalam kehidupan ini, ketika kita bisa mengembangkan semangat berbagi, terutama untuk mereka yang berkekurangan. Berbagi rejeki bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja. Apalagi bila semangat berbagi kita lakukan dengan cinta kasih. Itu akan lebih membahagiakan hidup kita, dan bahkan membahagiakan orang lain pula.

Sesungguhnya, dorongan berbagi rejeki bahkan bisa muncul dalam diri seseorang yang sedang mengalami kebahagiaan; meskipun mungkin dia sendiri sedang dalam keadaan yang berkekurangan. Itulah sebabnya, pengalaman berbagi akan membuat hidup kita lebih bahagia. Justru karena kita sudah mengalami kebahagiaan, maka kita bisa berbagi rejeki kepada sesama kita, sehingga membuat kita menjadi lebih berbahagia lagi karenanya, meski kita tidak memberi dari kelimpahan kita, melainkan dari kekurangan kita.

Referensi pihak ketiga; repro cropping dari desainnruprupa.com

Berbagi rejeki merupakan perwujudan kasih yang nyata yang akan membuat hidup kita lebih bahagia, meski kita sendiri berkekurangan. Saya banyak belajar dari almarhumah Ibu saya dalam hal ini. Ketika saya masih kanak-kanak, almarhumah Ibu saya mengajarkan kepada kami anak-anaknya menyanyikan lagu yang sederhana ini.

Lagunya dalam bahasa Jawa: Bu kula nyuwun arta, ing njawi wonten kere. Kere lumpuh lan wuta. Sambat ngelak lan luwe. Nya iki ngger wenehna, sega iwak lan banyu. Kerene kandanana, kon mrene saben dina. (Ibu aku minta uang, di luar ada pengemis. Pengemisnya lumpuh dan buta. Dia bilang haus dan lapar. Ini anakku, berikanlah, nasi lauk dan minuman. Katakanlah kepada pengemis itu, agar datang ke sini setiap hari.)

Lagu itu berisi kebijaksanaan lokal orang desa dalam mengembangkan semangat berbagi rejeki kepada sesama yang membutuhkan; dan oleh karena itu mengalami kebahagiaan. Kami tidak hanya diajari menyanyikan lagu itu, melainkan juga melakukannya; walau pun kami sendiri juga sering berkekurangan. Namun dalam kekurangan itu, kami bisa saling berbagi kepada yang lebih membutuhkan perhatian, terutama dalam hal berbagi rejeki berupa makanan, sesederhana apa pun. Kami pun bertumbuh menjadi anak-anak yang berbahagia karena boleh mengembangkan semangat berbagi rejeki seperti itu.

Contoh lain tentang kebahagiaan dalam berbagi rejeki terjadi seperti ini. Setiap kali kami panen pisang, panen mangga, atau buah-buahan lainnya; ayah dan ibu kami selalu menyuruh kami anak-anak untuk berbagi kepada tetangga. Atau, saat kami mendapatkan berkat berupa oleh-oleh dari sanak kerabat yang datang dari kota dan berkunjung ke desa; oleh-oleh itu pun kita bagi kepada para tetangga. Dengan cara sederhana itu, kami belajar berbagi rejeki dan kami boleh berbahagia karenanya.

Anda pun bisa melakukannya sekarang juga. Banyak cara bisa ditempuh untuk berbagi rejeki kepada sesama. Kita semua bahagia, masyarakat kita ditandai oleh semangat berbagi rejeki seperti itu. Lihatlah, setiap kali terjadi bencana alam, dengan cepat semangat berbagi rejeki terjadi. Kepedulian diungkapkan melalui berbagi rejeki entah berupa pangan maupun sandang bahkan papan; dan lebih dari segalanya cinta kasih dinyatakan. Banyak yang secara pribadi maupun atas nama komunitas dan perusahaan, membuka ruang lebar untuk berbagi rejeki dalam kebahagiaan. Kita semua turut bersyukur dan bahagia boleh menjadi saksi kasih dan kebahagiaan melalui berbagi rejeki seperti itu.

Dalam permenunganku, saya melihat, peristiwa-peristiwa seperti itu, berbagi rejeki seperti itu, merupakan ekspresi kebahagiaan. Dengan cara itu pula, hidup kita pun menjadi lebih bahagia. Kita pun turut membangun peradaban kasih bagi masyarakat yang sejahtera, bermartabat dan beriman, apa pun agama kita. Semoga bermanfaat. Terima kasih. Tuhan memberkati.***

Sumber: refleksi pribadi atas pengalaman berbagi baik diri sendiri maupun orang lain.

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/1426988679122919?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.