Inspiration

Kasih Perhatian Kepada Kaum Difabel

Sahabat peradaban kasih UC We-Media yang terkasih, apa yang masih bisa kita lakukan dalam menghadirkan kasih perhatian kepada kaum difabel, yakni mereka yang menderita cacat mental maupun fisik. Saat merenungkan tema ini, saya ingat akan pengalaman saya sendiri. Seperti apakah pengalaman itu?

Ketika suatu saat saya boleh berjumpa dengan Christo, salah satu anak yang difabel dan tetap dikasihi keluarganya sehingga tetap dirawat di rumahnya sendiri dengan kasih perhatian keluarga. Ini sungguh luar biasa. Saya sangat berterima kasih kepada mereka. Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Peristiwanya terjadi sudah sangat lama, saat saya masih kuliah sebagai mahasiswa calon pastor di Fakultas Teologi Wedabakti, Yogyakarta. Ingatan itu muncul saat saya membaca kembali sebuah lembaran catatan kehidupan yang masih tersimpan padaku. Kala itu, kami harus menjalani proyek harapan. Semua mahasiswa harus live in di tempat-tempat yang sudah ditentukan, dan kami menerima sesuai dengan undian pembagian.

Dalam rangka proyek harapan itu, saya mendapat kesempatan tinggal, bergaul, dan melayani secara intensif selama sekitar sepuluh hari di salah satu Rumah Asuh Cacat Ganda di kawasan Jl. Kaliurang, dekat lereng Merapi. Ada banyak penghuni yang tinggal di situ sebagai pasien. Salah satunya, sebut saja namanya, John – bukan nama sebenarnya – yang dititipkan keluarganya di situ, namun tidak pernah dikunjungi lagi.

Saya mendapat tugas, salah satunya, merawat dia. Setiap hari, saya harus menjaga John, membantunya saat harus buang air kecil maupun air besar, memandikannya, mengganti pakaiannya, menyuapinya dengan makanan dan membantunya meneguk minuman. Saat itu, John menderita penyakit distropi otot (muscular dystrophy) yang cukup parah. Akibatnya, John tidak bisa berjalan dengan kakinya. Ia harus duduk di kursi roda dalam keadan terkunci.

Yang membuat saya paling susah adalah ketika harus mengenakan pakaian padanya. Saat kepalanya tertunduk, ia tidak bisa kembali tegak tanpa bantuan saya. Demikian sebaliknya, saat kepalanya terdongak ke belakang, ia tidak bisa kembali tegak tanpa bantuan siapa pun. Namun saya selalu merasa diteguhkan oleh John yang terus tersenyum dalam keadaannya yang seperti itu. Dengan tangannya yang rapuh dan lemah, dia mewarnai gambar-gambar mobil yang menjadi hobinya.

Dalam keheninganku, di sela-sela tugasku di kampus Unika Seogijapranata, tiba-tiba saya teringat dia, ketika membuka lembaran cacatan kehidupan tentang teologi proyek harapan. Dia memang sudah tidak bisa kujumpai lagi, oleh sebab telah berpulang ke surga. Namun, pengalaman perjumpaan dan kebersamaan dengannya selama sepuluh hari secara intensif kala itu, tidak pernah bisa dihapus dari lembaran kehidupanku.

Ingatanku pada John mendobrak hati dan jiwaku untuk terus mengembangkan kasih perhatian kepada kaum difabel di mana pun. Selalu ada saudari-saudara kita yang menderita seperti itu. Sudah cacat fisik, masih cacat mental pula. Di sanalah, kasih perhatian total harus diberikan sebagai ungkapan bela rasa kita kepada mereka.

Saya bersyukur boleh mengenal keluarga-keluarga yang dianugerahi anak yang difabel, namun tetap menerima dengan kasih perhatian dan cinta. Bahkan mereka tetap merawatnya sendiri, tanpa harus menitipkannya di rumah asuh. Mereka tetap bahagia dan gembira. Salah satunya yang pernah kukunjungi tampak dalam foto yang menjadi ilustrasi untuk artikel ini.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Semoga refleksi singkat ini menginspirasi Anda untuk mengembangkan kasih perhatian kepada kaum difabel, di mana pun berada. Demikian, semoga bermanfaat. Salam inspirasi dalam peradaban kasih bagi masyarakat yang sejahtera, bermartabat dan beriman, apa pun agama kita. Tuhan memberkati.***

Kampus Ungu Semarang, 27/2/2018

Sumber: refleksi dan opini pribadi. Kedua foto dan narasi reflektifku atas kunjungan kepada Christo dan keluarganya pernah dilansir diĀ beritasatu.com/investor (11/8/2017).

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/597806285391796?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.