Inspiration

Mari Belajar Berbuat Baik Dan Mengusahakan Keadilan

Sahabat peradaban kasih UC We-Media yang terkasih, sangat menarik merenungkan pesan inspiratif ini: Belajarlah berbuat baik; usahakanlah keadilan. Pesan inspiratif ini dapat kita temukan dan baca dalam tulisan Yesaya (berkarya pada tahun 740-701 SM). Dia dikenal sebagai sosok pribadi yang berjuang untuk keadilan sosial, tetapi juga mewartakan kerahiman Tuhan yang menghargai perubahan hidup atau pertobatan.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Kepada para pemimpin dan masyarakat pada zamannya, Yesaya mengingatkan: Basuhlah, bersihkanlah dirimu, jauhkanlah perbuatan-perbuatanmu yang jahat dari depan mata Tuhan. Berhentilah berbuat jahat, belajarlah berbuat baik.

Bagaimana cara berbuat baik? Inilah jawabannya: Usahakanlah keadilan, kendalikanlah orang kejam; belalah hak anak-anak yatim, perjuangkanlah perkara janda-janda!

Mengapa orang perlu dan harus berbuat baik? Berbuat baik dan melakukan keadilan perlu dan harus dilakukan sebagai bagian dari pertobatan, silih dan tebusan atas dosa-dosa manusia. Namun semua itu bukanlah jaminannya. Lalu, apa jaminannya?

Jaminannya adalah kasih dan kerahiman Tuhan sendiri yang berjanji kepada umat manusia. Dengan penuh kasih, Tuhan Yang Maha Rahim bersabda: Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba.

Terinspirasi oleh pesan-pesan Yesaya tersebut, kiranya, siapa pun sosok pemimpin dan di mana pun, serta kita semua, harus pula berbuat baik dan melakukan keadilan. Pada zaman ini, tuntutan untuk berbuat baik dan melakukan keadilan sebagaimana diserukan oleh Yesaya masih sangat relevan dan signifikan. Berbuat baik dan berlaku adil tidak dibatasi oleh ruang dan waktu dan berisfat universal untuk siapa saja.

Perbuatan baik dan tindakan keadilan akan laksana gayung bersambut dengan kerahiman dan belas kasih Tuhan Yang Maha Rahim yang menjanjikan pengampunan kepada kita. Bahkan, semerah dosa kita laksana kirmizi akan menjadi putih seperti salju; semerah dosa kita laksana kesumba, akan diubah menjadi putih seperti bulu domba.

Saya yakin, perpaduan antara perbuatan baik dan tindakan keadilan yang kita lakukan dengan kerahiman dan belas kasih Tuhan Yang Maha Rahim, akan kian menyempurnakan peradaban kasih bagi masyarakat zaman now dan di masa depan juga. Peradaban kasih itu akan ditandai oleh kesejahteraan, kemartabatan, dan kehidupan yang semakin beriman, apa pun agama dan kepercayaan kita.

Demikian, semoga bermanfaat. Salam inspirasi dalam peradaban kasih bagi masyarakat yang sejahtera, bermartabat dan beriman, apa pun agama kita. Tuhan memberkati.***

Joihar Wurlirang, Semarang, 27/2/2018

Sumber: refleksi dan opini pribadi berdasarkan tulisan Yesaya 1:10.16-20.

Sumber
http://idstory.ucnews.ucweb.com/story/1538865081973948?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1&stat_app=app_profile&entrance=personal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.