Inspiration

Mengungkapkan Belas Kasih Kepada Diri Sendiri

Sahabat peradaban kasih UC We-Media yang terkasih, mungkin Anda merasa heran dan menilai aneh saat membaca judul artikel ini. Namun, sesungguhnya, itulah satu sisi kebenaran yang harus kita hayati. Kita perlu mengungkapkan belas kasih kepada diri sendiri. Apa maksudnya?

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Jelas, kita harus mengasihi diri kita sendiri terlebih dahulu, barulah kemudian kita mampu mengasihi sesama kita. Orang yang tidak bisa mengasihi sesamanya, sesungguhnya merupakan orang yang tidak bisa mengasihi dirinya sendiri. Bahkan, Sang Guru Kehidupan pun mengatakan, “Kasihilah sesamamu, seperti engkau mengasihi dirimu sendiri!” Maka, mengasihi diri sendiri itu penting agar kita bisa mengasihi sesama kita, seperti kita mengasihi diri sendiri.

Kasih kepada diri sendiri menjadi laksana sungai kasih dalam diri kita yang kemudian akan meluap mengaliri orang-orang yang di sekitar kita dengan sungai kasih itu. Mengasihi diri sendiri tidak sama dengan sikap egoistik. Mengasihi diri sendiri berarti mensyukuri keadaan diri kita, dengan segala keterbatasan dan kelebihannya, kelemahan dan kekuatannya, kekurangan dan kelimpahannya. Kita akrab dan damai dengan diri sendiri seutuhnya.

Mengasihi diri sendiri tidak sama dengan mengasihani diri dengan segala ratapan dan keluhan. Mengasihi diri sendiri berarti mampu bersahabat dengan diri sendiri. Kita mengenali diri kita seutuhnya, terutama mengenali dan bersahabat dengan kekurangan dan kelemahan diri kita.

Orang yang mudah bersikap kasar terhadap orang lain biasanya karena dia sendiri belum mengenal dan mengasihi dirinya sendiri. Kekasaran terhadap sesama merupakan luapan emosi sesaat oleh sebab banyak hal dalam dirinya belum selesai dimengerti. Sikap kasar baik secara verbal-perkataan maupun aktual-tindakan terhadap orang lain sebetulnya merupakan luapan hati yang resah dan gelisah. Ketidakdamaian terhadap diri sendiri membuat kita mudah menumpahkan amarah, sarkasme dan emosi kepada sesama. Sadarilah itu!

Di sinilah pentingnya berbelas kasih kepada diri sendiri. Belas kasih pada diri sendiri membutuhkan pengorbanan pula. Kita biarkan kebutuhan-kebutuhan diri kita dipenuhi oleh belas kasih Tuhan, sehingga dari kepenuhan itu, terjadilah kelimpahan belas kasih baik kepada diri sendiri maupun kepada sesama!

Demikian, selamat mencoba mengasihi diri sendiri seutuhnya dalam damai dan cinta. Sekali lagi, ini bukan suatu cinta diri, melainkan mengasihi diri sendiri dengan menerima diri seutuhnya dengan gembira dan penuh syukur. Semoga bermanfaat. Tuhan memberkati.***

Johar Wurlirang, 27/2/2018

Sumber: refleksi pribadi terinspirasi dari buku The Inner Voice of Love. A Journey Through Anguish to Freedom, Henri J.M. Nouwen (New York: Doubleday, 1996).

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/3797106233213180?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.