Inspiration

Saling Memberi dan Menerima Sama Pentingnya

Benar bahwa memberi itu sangat penting dalam kehidupan ini. Namun, menerima tak kalah pentingnya juga. Ada yang memberi, ada yang menerima. Keduanya berjalan seiring dan seimbang. Maka, saling memberi dan menerima sama pentingnya. Lalu bagaimana?

Referensi pihak ketiga; www.weekendnotes.com

Siapa saja bisa memberikan apa saja kepada siapa saja. Maka, sebetulnya, tidak ada di antara kita ini yang sedemikian miskin hingga kita tidak memiliki sesuatu apa pun untuk diberikan kepada sesama kita. Sebaliknya, tidak ada orang yang sedemikian kaya hingga tidak perlu menerima apa pun dari sesamanya juga. Minimal, antara yang termiskin dan terkaya bisa saling memberikan senyum, salam, dan sapa satu terhadap yang lain.

Baik untuk memberi maupun untuk menerima, membutuhkan keterbukaan dan kerendahan hati. Kita memberi bukan dengan arogansi dan kesombongan. Kita menerima bukan dengan terpaksa dan angkuh. Yang memberi dan yang menerima sama-sama harus bersikap rendah hati.

Referensi pihak ketiga; www.thequotepedia.com

Memberi dan menerima sama-sama pentingnya, sebab keduanya merupakan keutamaan. Memberi merupakan keutamaan, entah apa pun yang kita berikan. Menerima juga merupakan keutamaan, entah apa pun yang kita terima.

Kita tak hanya selalu bisa memberi, sama seperti kita tak hanya bisa selalu menerima. Saat kita menerima, kita memberikan ucapan terima kasih. Dan saat kita memberi, kita menerima kebaikan dari orang yang memperoleh apa pun dari kita.

Saling memberi dan menerima membuat yang bersangkutan saling menghargai, meneguhkan, menghibur, dan menguatkan. Kuterima pemberianmu dengan sukacita. Kuberikan kepadamu rasa terima kasih. Lalu, kita sama-sama mempersembahkan syukur dan sukacita kepada Tuhan Yang Maha Esa yang mengasihi kita, yang membuat kita ada bersama.

Referensi pihak ketiga; quotepixel.com

Akhirnya, dalam kehidupan bersama kita, perdamaian, persahabatan, kehidupan yang rukun dan harmonis, hanya bisa tercipta manakala kita bisa saling memberi dan menerima dengan gembira. Romo Henri J.M. Nouwen menulis, dan menurutku, yang beliau tulis itu sangat tepat dan fundamental: Perdamaian yang sejati selalu mengandalkan proses memberi dan menerima yang berlangsung terus-menerus. Lalu beliau memberi nasihat kepada kita: Jangan pernah kita memberikan sesuatu tanpa bertanya kepada diri kita sendiri apa yang kita terima dari orang-orang yang kita berik; dan janganlah menerima sesuatu tanpa bertanya, apa yang kita berikan kepada orang-orang yang memberikan sesuatu kepada kita (Henri J.M. Nouwen, Bread for the Journey: A Daybook of Wisdom and Faith: New York, 1996).

Selamat saling memberi dan menerima kasih, perhatian, dan terutama damai sejahtera di antara kita. Semoga dengan demikian, hidup kita pun saling menjadi berkat – barokah – satu terhadap yang lain, di mana pun kita berada; demi terwujudnya peradaban kasih bagi masyarakat yang sejahtera, bermartabat dan beriman, apa pun agama dan kepercayaan kita. Terima kasih, dengan membaca artikel ini, Anda pun memberikan berkat kepada saya. Tuhan memberkati.***

Sumber: refleksi pribadi terinspirasi oleh Romo Henri J.M. Nouwen dalam bukuĀ Bread for the Journey: A Daybook of Wisdom and Faith: New York, 1996.

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/253293624700640?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.