Inspiration

Rengkuhan Kasih Sayang Bagi Jeritan Dunia Kita

Sahabat Peradaban Kasih UC We-Media yang terkasih, (dunia) kita yang sedang dilanda inovasi disruptif dengan kemajuan teknologi dan sistem informasi secanggih dan semenguntungkan apa pun secara material dan finansial, ternyata tetaplah rapuh laksana seorang bayi mungil yang membutuhkan rengkuhan kasih sayang yang manusiawi. Itulah premis yang tiba-tiba mendobrak jiwa dan hatiku pagi ini di ruang kerjaku di Ruang Reksa Pastoral Kampus Universitas Katolik Seogijapranata Semarang atau sering disebut Kampus Ungu Semarang. Seperti apa dan bagaimana kok bisa sampai pada premis seperti itu?

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Pagi ini, saya mempersiapkan diri untuk membuat presentasi Kuliah Umum yang akan terjadi besok pagi hingga siang (Sabtu, 10/3/2018) di Universitas Satya Wacana Salatiga. Bahan tertulis sebagai artikel tentang itu sudah saya terbitkan di platform UC We-Media pada laman tz.ucweb.com/3_2KMZL ini (2018/03/05 15:27).

Pokok gagasan yang ingin saya garis bawahi dalam presentasi itu adalah bahwa dunia kita saat ini sedang menjerit merindukan hadirnya sosok pemimpin yang merengkuh dengan kasih sayang. Pemimpin yang merengkuh dengan kasih sayang itu membangun bukan menghancurkan, menghidupi bukan mematikan, mendukung bukan menghambat, memperkuat bukan memperlemah; dan di atas segalanya mengasihi-menyayangi bukan membenci-mendendam.

Menurut saya, itulah karakter dasar sosok pemimpin yang memberdayakan sesama melalui sentuhan dan rengkuhan kasih sayang manusiawi; tak melulu mengandalkan mesin dan teknologi. Teknologi dan sistem informasi tentu penting, namun hampa tanpa ditopang kasih sayang yang bersumber dari relasi personal kita dengan Sang Sumber Kasih Sayang, yakni Tuhan Yang Maha Kasih dan Maha Rahim.

Orisinil dari Youtube Tirta Yafi Yahya (Published January 24, 2015).

Nah, untuk memvisualisasikan gagasan itu, saya teringat akan video yang diputar oleh Prof Rhenald Kasali ketika beliau menjadi narasumber dalam refleksi karya Universitas Katolik Soegijapranata Semarang di Solo (21-22/2/2018) yang lalu. Sebagai pakar inovasi disruptif, Prof Rhenald Kasali tetap mengakui pentingnya aspek manusiawi dan kasih sayang yang bersumber dari Yang Ilahi. Saat itu, saya langsung mengapresiasi hal itu.

Menurutku, video sebagaimana terlampir dalam artikel ini sangat cocok untuk presentasi saya tentang pemimpin yang memberdayakan sesama itu. Maka, saya coba melacak di youtube. Di sana saya temukan tiga akun yang mengunggah video ini. Saya memilih yang diunggah oleh Tirta Yafi Yahya karena dari segi waktu, itulah yang paling awal muncul dibandingkan yang lain.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr Repro screenshot dari youtube

Saat saya mencermati tayangan itu berulang-ulang, saya masuk dalam kontemplasi lebih mendalam sehingga bagiku, video itu tak hanya bicara tentang sosok ayah yang panik dan bingung menghadapi jerit bayinya yang makin hebat, sementara dia sendiri tidak tahu apa yang harus dilakukannya. Bahkan, upaya-upaya untuk menggunakan alat komunikasi dan teknologi untuk menyambungkan bayi itu dengan ibunya yang sedang berbelanja di luar rumah demi menghentikan tangis sang bayi pun tidak berhasil.

Syukurlah, dalam kepanikan itu, sang ayah sadar dan kemudian mengambil keputusan atas apa yang harus dilakukannya. Dia letakkan gajetnya, dia ulurkan tangannya, dia rengkuh dan angkat bayi itu dalam rengkuhan kasih sayangnya. Dan lihatlah, seketika, bayi itu berhenti menangis, tersenyum, dan diam dalam rengkuhan kasih sayang sang ayah. Kini, giliran sang ibu dan juga sang ayah yang menangis dalam haru menyadari keadaannya. Lalu, pada gilirannya, kita yang melihat tayangan itu pun turut menangis dalam rasa haru (tentu hanya bagi yang masih peka dan berperasaan hehehe).

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr Repro screenshot dari youtube

Dalam kontemplasiku, kubayangkan, itulah realitas dunia kita saat ini. Itulah realitas kita. Dunia dan kita sedang menjerit dalam kesepian, keterasingan, dan kecemasan bahkan ketakutan – disadari atau tidak – dalam arus kemajuan teknologi dan sistem informasi ini. Bahkan, dunia dan kita sedang menjerit dalam kemarahan dan keputusasaan atas berbagai tindakan intoleran, ujaran kebencian, dan konflik-konflik serta kekerasan yang secara sporadis terjadi di berbagai tempat, tak hanya di dunia global melainkan juga di negeri kita, di dekat kita.

Karenanya, bayi itu menggambarkan kita yang sedang menjerit dan menangis dalam kesepian, keterasingan, kecemasan, ketakutan, kemarahan, dan keputusasaan yang membutuhkan rengkuhan kasih sayang. Di lain pihak, kita pun sesungguhnya dipanggil dan ditantang untuk berani hadir sebagai sosok ayah yang mau mengulurkan tangan kita dan merengkuh dunia kita yang sedang menjerit dan menangis dalam kesepian, keterasingan, kecemasan, ketakutan, kemarahan dan keputusasaan itu.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr Repro screenshot dari youtube

Sahabat Peradaban Kasih UC We-Media yang terkasih, mari kita ulurkan tangan kita untuk saling merengkuh dalam kasih sayang dengan segala rasa saling menghormati dan menghargai dalam keberagaman ini. Jangan biarkan dunia kita terus menjerit dan menangis tanpa uluran tangan kita yang merengkuh dengan penuh kasih sayang. Di mana pun kita berada, itulah tanda-tanda zaman yang saat ini menantang dan membutuhkan kepekaan kita untuk menangkap, merespon dan menyembuhkannya. Siapa pun kita, menurutku, dipanggil untuk hadir sebagai pemimpin-pemimpin yang merengkuh dengan penuh kasih sayang dan menghadirkan damai serta peradaban kasih dalam kehidupan kita bersama.

Demikian, semoga bermanfaat dan menginspirasi Anda. Salam peradaban kasih. Terima kasih. Tuhan memberkati.***

Ruang Reksa Pastoral Kampus Ungu Semarang, 9/3/2018

Sumber: refleksi pribadi berdasarkan youtube sebagaimana terlampir dalam artikel ini.

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/1344616378575437?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.