Inspiration

Esensi Kerendahan Hati Dalam Berdoa

Sahabat Peradaban Kasih UC We-Media yang terkasih, mari kita renungkan esensi kerendahan hati dalam berdoa. Doa yang sejati mesti disertai dengan sikap rendah hati dan bahkan dengan segala rasa sesal mendalam. Itulah sebabnya, dalam setiap doa kita, selalu muncul unsur permohonan ampun atas segala kesalahan dan dosa kita, leluhur kita, dan para pemimpin kita. Mengapa?

Referensi pihak ketiga croping dari www.pinterest.com

Tanpa kerendahan hati, kita tidak mungkin mendekati hadirat Allah dalam doa kita. Tentang hal ini, ada sebuah kisah perumpamaan yang menarik yang bisa membantu kita menyadari pentingnya kerendahan hati dalam berdoa.

Pada suatu hari, ada dua orang yang berdoa di suatu tempat ibadat yang sama. Yang satu adalah seorang tokoh agama yang merasa diri paling benar di seluruh dunia dan menganggap semua orang lain itu bersalah. Dia berdiri di tempat palng depan dan berdoa kepada Allah sambil berseru dengan suara lantang, bahkan mungkin dengan setengah berteriak begini.

Ya Allah aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain. Aku bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah, bukan koruptor, apalagi seperti si pendosa yang belakangku itu. Bukan! Aku berpuasa dua kali seminggu. Aku juga memberikan persembahan dan amal dari segala penghasilanku.

Lalu, di sudut tempat ibadat itu, berdiri seorang pendosa, yang tadi sudah disinggung oleh tokoh tersebut. Dia hanya bisa berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit – seperti yang dilakukan oleh tokoh tadi – melainkan ia merunduk dan sambil memukul dirinya, ia hanya bisa berdoa dengan berkata

Ya Allah yang Maha Rahim, Pengasih dan Penyayang, kasihanilah aku orang yang berdosa ini.

Begitulah, sesuai berdoa, terdengar suara sebagai berikut:

Orang kedua yang dianggap dan bahkan merasa diri berdosa itu, pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah! Sebab, barangsiapa meninggikan dirinya ia akan direndahkan, dan barangsiapa merendahkan dirinya, ia justru akan ditinggikan oleh Allah.

Begitulah, sangat pentinglah suatu kereendahan hati saat kita berdoa. Perhatikanlah, sang tokoh tadi berkerut. Sebenarnya, ia sama sekali tidak sedang berdoa. Ia sedang berwacana tentang dirinya yang merasa paling benar sendiri, bahkan menganggap semua orang lain salah. Itu adalah doa palsu. Kesombongannya membutakan dirinya pada hubungan yang jauh lebih mendalam dengan Allah.

Referensi pihak ketiga dari antheefanya.blogspot.com

Sekarang mari kita perhatikan doa orang yang kedua itu. Dia berdoa dalam kerendahan hatinya. Itulah esensi terpenting dari doa. Dia berdoa dengan segala kerendahan hati bahkan dengan segala rasa bersalah dan penyesalannya. Justru karena itu dia dibenarkan oleh Allah, Ia dibenarkan bukan karena dia telah melakukan semua hal yang benar, tapi karena dia memiliki kerendahan hati untuk mengenali keberdosaannya.

Maka, salah satu ciri terpenting dari cara berdoa kita adalah sikap rendah hati. Semoga Allah menganugerahi kita kerendahan hati itu, sehingga doa-doa kita pun berkenan kepada-Nya dan mendatangkan rahmat serta berkat, bukan hanya bagi diri kita sendiri, melainkan juga bagi siapa saja yang berrelasi dengan kita.

Demikian, semoga bermanfaat. Salam peradaban kasih bagi kita semua. Terima kasih. Tuhan memberkati.***

Johar Wurlirang Semarang, 10/3/2018.

Sumber: refleksi pribadi berdasarkan teks Lukas 18:9-14.

Sumber
http://idstory.ucnews.ucweb.com/story/2636494559030903?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1&stat_app=app_profile&entrance=personal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.