Inspiration

Pameran Lukisan, Perdamaian Palestina Kerukunan Kita, Mengapa?

Sahabat Peradaban Kasih UC We-Media yang terkasih, mendekati hari pelaksanaan pameran lukisan yang akan kami laksanakan pada tanggal 21-25 Maret 2018, saya mengundang rekan-rekan jurnalis di Semarang pada hari Senin (19/3/2018) ini. Itulah yang biasa disebut press conference, yang akan kami selenggarakan pada hari Senin (19/3/2018) pukul 13.00 WIB. Lalu apa yang akan saya sampaikan?

Pelukis: Muh Hidayat – Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr – repro dari Katalog Pameran Lukisan Perdamaian Palestina, Kerukunan Kita (2018)

Inilah beberapa hal yang akan kami sampaikan dalam press conference tersebut. Pertama, akan kami sampaikan bahwa Pameran Lukisan ini diselenggarakan oleh Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang (Kom HAK KAS) yang bekerja sama dengan Universitas Katolik Soegijapranata Semarang dan Komunitas Seniman Lukis Sanggar Gedongsongo Ungaran serta Omah Seni Mbah Semar Ambarawa. Komunitas-komunitas inilah yang pada akhirnya siap menyelenggarakan pameran lukisan tersebut dalam rangka sinergi dan kerja sama secara multikultural dalam rangka membangun kerukunan dan perdamaian.

Kedua, akan kami sampaikan pula bahwa Pameran Lukisan ini bertema “Perdamaian Palestina, Kerukunan Kita”. Mengapa? Sebab, kita semua tahu, hingga hari ini, salah satu keprihatinan global yang sedang memedihkan hati sebagian besar bangsa-bangsa adalah masalah Palestina. Perang tak kunjung berakhir. Darah terus bersimbah. Air mata duka kian merana. Upaya-upaya untuk menggapai perdamaian tak kunjung menjadi kenyataan.

Pelukis Benu – Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr – repro dari Katalog Pameran Lukisan Perdamaian Palestina, Kerukunan Kita (2018)

Sebagaimana dilansir dalam www.bbc.com (22/12/2017), Negara Republik Indonesia masuk dalam 128 negara lain di PBB yang berpihak membela Palestina. Indonesia termasuk dalam 128 negara yang mendukung resolusi PBB, bersama empat negara anggota tetap Dewan Keamanan: Cina, Prancis, Rusia, dan Inggris. Presiden Joko Widodo termasuk pendukung relosusi PBB yang mendesak Amerika Serikat menarik keputusan yang menyatakan Yerusalem sebagai ibu kota Israel (21/12/2017). Sikap Presiden Joko Widodo sudah jelas sebelum resolusi PBB, yakni dalam KTT Luar Biasa Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di Istanbul, Turki, tamggal 13 Desember 2017.

Bahkan, sebelum itu, pada tanggal 7 Desember 2017, Presiden Jokowi mengecam keras sikap Trump yang secara sepihak mengklaim pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Berikut pernyataan Jokowi selengkapnya sebagaimana dilansir oleh news.detik.com (7/12/2017).

“Indonesia mengecam keras pengakuan sepihak AS terhadap Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan meminta AS mempertimbangkan kembali keputusan tersebut. Pengakuan sepihak tersebut telah melanggar berbagai resolusi Dewan Keamanan dan Majelis Umum PBB yang Amerika Serikat menjadi anggota tetapnya serta bisa mengguncang stabilitas keamanan dunia.

Saya dan rakyat Indonesia, kita semuanya, tetap konsisten untuk terus bersama dengan rakyat Palestina dalam memperjuangkan kemerdekaan dan hak-haknya sesuai dengan amanah Pembukaan UUD 1945. Dalam beberapa hari ini, Pemerintah Indonesia telah berkomunikasi dengan negara-negara OKI agar OKI mengadakan sidang khusus tentang masalah pengakuan sepihak ini dan meminta PBB untuk segera bersidang menyikapi pengakuan sepihak AS. 

Saya telah memerintahkan Menlu untuk memanggil Dubes AS untuk langsung menyampaikan sikap Pemerintah Indonesia.”

Ketiga, pameran lukisan yang akan dilaksanakan pada hari Rabu-Minggu (21-25 Maret 2018) di kompleks Pastoran Johannes Maria Unika Soegijapranata Semarang di Gg. Kampung Asri, Jl. Pawiyatan Luhur IV-1 Bendan Dhuwur, Semarang; menjadi sebentuk apresiasi kita terhadap sikap Presiden Joko Widodo dalam kasus ini. Pada kesempatan itu, Presiden Jokowi menegaskan dukungannya terhadap Palestina, khususnya dalam konteks niat Presiden Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, padahal Yerusalem selama ini diterima bangsa-bangsa sebai kota perdamaian, baik untuk Palestina maupun Israel. Karenanya, di samping lukisan-lukisan yang bertema “Perdamaian Palestina, Kerukunan Kita”, terdapat pula beberapa lukisan yang bersubjek Presiden Joko Widodo. Selebihnya, sebagian besar dari 100 lukisan yang dipamerkan bertema “Perdamaian Palestina, Kerukunan Kita”

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr – repro dari Katalog Pameran Lukisan Perdamaian Palestina, Kerukunan Kita (2018)

Keempat, tentang Palestina, kalau kita melihat dari dekat, Palestina adalah tempat perdamaian bagi semua agama samawi Yahudi, Nasrani (Katolik dan Kristen) dan Islam. Maka, dalam konflik politis antara Israel-Palestina, yang menjadi korban bukan hanya umat salah satu agama, melainkan semua umat beragama di Palestina menjadi korban. Itulah sebabnya, kita menyerukan melalui Pameran Lukisan ini: “Perdamaian Palestina, Kerukunan Kita”. Kita menyerukan perdamaian untuk rakyat Palestina, namun seruan itu sekaligus menjadi wujud kita merajut kerukunan di Tanah Air kita, Indonesia. Jangan sampai seruan-seruan perdamaian kita untuk Palestina justru membuat kerukunan di antara kita terkoyak. 

Kelima, kami sampaikan pulan bahwa dari sisi Kom HAK KAS, pameran lukisan ini menjadi salah satu indikator progresif dari salah satu programnya di tahun 2018. Program awal hanya sebatas membuat pendataan terkait dengan rumah seni, sanggar, dan karya yang ada di Keuskupan Agung Semarang. Namun, ternyata, rencana awal yang bersifat statistik-pendataan itu justru langsung bersambut dengan praksis-gerakan dalam sinergi dan kerjasama yang multikultural sesuai dengan fokus pastoral KAS 2018 dengan berbagai pihak.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr – repro dari Katalog Pameran Lukisan Perdamaian Palestina, Kerukunan Kita (2018)

Keenam, sedikitnya, 46 pelukis dan 30 skester terlibat dalam pameran lukisan ini. Pameran lukisan ini melibat rekan-rekan seniman lukis dari berbagai kota: Semarang, Ungaran, ​Ambarawa, Salatiga, Boyolali, Solo, Yogyakarta, Surabaya, Rembang, Purwokerto dan Jakarta dalam koordinasi dengan rekan-rekan Sanggar Seni Tosan Aji Gedongsongo Ungaran dan Omah Seni Mbah Semar Ambawara yang turut berperan aktif dalam pameran ini. Bahan lukisan pun beragam, ada yang dari cat minyak, ada yang akrilik, ada yang dari kopi. Pameran Lukisan juga didukung rekan-rekan Komunitas arsiSKETur Semarang yang turut menyemarakkan pameran ini. Sedikitnya 30 sketser arsiSKETur Semarang akan membuat instalasi “Membangun Perdamaian dan Kerukunan”

Ketujuh, pameran lukisan ini juga ditandai oleh semarak seni dan budaya dalam bingkai multikultur. Maka, selain Pameran Lukisan, juga diselenggarakan pentas seni, diskusi, dan teater. Kita angkat kesenian tradisional yang nyaris punah dari Kabupaten Semarang, yakni Seni Nadrak yang bercorak Islami. Kita tampilkan tarian Sufi dan Samrohan PMII Gus Dur dari UIN Walisongo. Kita tampilkan Teater TAHU dari FHK Unika Soegijapranata. Kita tampilkan pula Drum Band “Smart Marching St. Theresia” Mardi Rahayu Ungaran dan SD Kurmosari Semarang. Mereka semua turut ambil bagian dalam Pameran Lukisan ini melalui kreativitas seni dan budaya multikultur. Diharapkan, kehadiran mereka membuat pameran lukisan akan menjadi lebih hidup dengan warna-warni seni budaya yang beragam.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr – repro dari Katalog Pameran Lukisan Perdamaian Palestina, Kerukunan Kita (2018)

Kedelapan, pameran lukisan ini didukung oleh Donny Danardono sebagai Kurator. Bertindak sebagai Pelindung dalam Kepanitiaan adalah Rektor Universitas Katolik Soegijapranata Semarang, Prof Dr Frederik Ridwan Sanjaya MSIEC, Buya Syafii Maarif, Bapak Kapolda Jateng, Irjen Drs. Condro Kirono MM, MHum, Bapak H.Y. Rukma Setiabudi sebagai Ketua DPRD Jateng dan Bapak Uskup Agung Semarang, Mgr. Robertus Rubiyatmoko. Saya sendiri sebagai penanggung jawab merasa sangat tersanjung dan merasa terhormat berkat dukungan Beliau-Beliau ini dan juga atas dukunga yang diberikan oleh Kolektor dan Sunan Seni Rupa Indonesia, Om Oei Hong Djien yang juga pemilik Museum OHD Magelang. Beliau pun berkenan memberikan sambutan peneguhan pada hari pembukaan yang akan dilaksanakan pada Hari Rabu, Tanggal 21 Maret 2018 mendatang.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr – repro dari Katalog Pameran Lukisan Perdamaian Palestina, Kerukunan Kita (2018)

Akhirnya, saya berharap, semoga kegiatan ini tidak berhenti di sini. Semoga berlanjut dengan berbagai peristiwa berikut yang bermanfaat dalam rangka mewujudkan peradaban kasih bagi masyarakat Indonesia yang sejahtera, bermartabat dan beriman, apa pun agamanya.

Demikian, semoga bermanfaat. Bagaimana menurut Anda? Salam peradaban kasih. Terima kasih. Tuhan memberkati.***

Pada Pesta St. Yosef, Seniman Kayu dari Betlehem,

Pastoran Johar Wurlirang, 19/3/2018

Sumber: refleksi pribadi yang sebagian besar menjadi bahan dalam Katalog Pameran Lukisan “Perdamaian Palestina, Kerukunan Kita” (21-25 Maret 2018)

Sumber https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/2705244915608881?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.