Inspiration

Unik Dan Seru! Kegembiraan Dalam Kekalahan!

Sahabat Peradaban Kasih UC We-Media yang terkasih, ada yang unik saat saya bangun dini hari di Hari Jumat (16/3/2018). Saya menyalakan televisi dan kemudian melihat di salah satu stasiun televisi kita disiarkan pertandingan secara live leg kedua Liga Eropa antara Arsenal dan AC Milan. Lalu apa yang unik dan menarik dari siaran itu?

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr – repro foto dari siaran langsung SCTV (16/3/2018)

Inilah yang saya tangkap. Kubu AC Milan berada dalam posisi tertinggal secara agregat (3-1) di babak kedua dalam posisi 1-1 saat saya mulai melihat pertandingan itu di babak kedua. AC Milan kalah agregat sebab di pertemuan pertama, mereka tertinggal 0-2 dari Arsenal. Unik dan menariknya, saat saya melihat di layar televisi, justru para pendukung AC Milanlah yang dipenuhi kegembiraan dan semangat yang berkobar-kobar mendukung tim favorit mereka. Maaf, meski saya pernah berada di Milan sebulan lebih pada tahun 2002 dan beberapa kali ke sana sesudahnya, saya bukan pendukung AC Milan. Saya bukan pendukung tim yang juga sering disebut ‎i Rossoneri.

Saya sendiri pendukung Arsenal. Namun, pagi itu, saya justru terhibur, bukan oleh kemenangan The Gunners atas i Rossoneri, melainkan terhibur oleh kegembiraan para pendukung AC Milan yang timnya dikandaskan Meriam London itu. Saya perhatikan, sepanjang pertandingan, mereka terus bersorak, bernyanyi dan mengangkat tangan serta membunyikan timfani bertalu-talu untuk menyemangati tim kesayangan mereka yang berada dalam posisi tertinggal dan bahkan akhirnya harus menyerah dalam posisi 3-1 (5-1 dalam agregat). Sungguh seru, unik dan menarik, bukan?

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr – repro foto dari siaran langsung SCTV (16/3/2018). Sorak-sorai pendukung AC Milan sepanjang pertandingan.

Hebat mereka ini. Kalah tetapi tidak marah. Kalah tetapi tidak bersikap brutal dan anarkis, melainkan tetap gembira, menyanyi, mengangkat tangan, mendukung tim kesayangannya dengan penuh semangat hingga peluit panjang ditiup wasit tanda pertandingan sudah usai.

Bagi saya, sikap massa seperti ini sangat unik, menarik, dan inspiratif. Mereka menjadi contoh dalam hal menerima kekalahan secara dewasa dan tetap gembira. Kekalahan tidak harus disertai dengan kemarahan, apalagi sampai melakukan tindakan-tindakan yang merusak kehidupan bersama. Itulah suatu penghiburan dalam proses pertandingan, yang memastikan akan ada pihak yang menang dan akan ada pihak yang kalah.

Saya pun lantas membayangkan ini. Alangkah indahnya manakala kita juga bisa bersikap dewasa seperti para pendukung AC Milan tersebut. Kita tetap gembira meski berada di pihak yang kalah. Kita tetap dewasa meski mungkin kita sedang kecewa dalam kekalahan.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Saat ini kita sedang berada pula di tahun politik. Pilkada serentak akan diselenggarakan tahun ini, dan tahun depan 2019 akan ada Pileg dan Pilpres-Pilwapres. Siapkah kita untuk menang dan kalah? Terutama tetap gembirakah kita bila tim atau pribadi atau partai yang kita dukung ternyata kalah? Apa kira-kira jawaban Anda?

Demikian, semoga bermanfaat. Salam peradaban kasih. Terima kasih. Tuhan memberkati.***

Kampus Ungu Semarang, 16/3/2018.

Sumber: refleksi pribadi,

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/70726871538848?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.