Inspiration

Menghayati Perdamaian Dan Kerukunan Dari Anak-Anak Hingga Dewasa

Sahabat Peradaban Kasih UC We-Media yang terkasih, ada hal yang menarik terkait dengan prosesi pembukaan pameran lukisan yang kami selenggarakan pada hari Rabu (21/3/2018) di Pastoran Johannes Maria Unika Soegijapranata Semarang. Apa yang menarik?

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Kami menghayati perdamain dan kerukunan mulai dari anak-anak, remaja, mahasiswa hingga orang dewasa, bahkan sudah lanjut usia (lansia) namun masih bersemangat muda seperti yang dihayati oleh Om Oei Hong Djien. Kolektor karya seni dan pemilik Museum OHD Magelang itu berusia hampir 80 tahun, namun masih bersemangat muda, energik dan penuh semangat.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Semangat menghayati perdamaian dan kerukunan juga ditunjukkan oleh anak-anak TK Theresia Ungaran. Sejak siang, tiga jam sebelum prosesi pembukaan, mereka sudah datang dan berlatih di lokasi, yakni pastoran yang kutempati. Mereka didampingi para orang tua, guru dan Sr. Athan AK. Mereka menghayati perdamaian dan kerukunan melalui komunitas Smart Marchingband.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Sampai-sampai, Bapak Kapolda Jateng, Irjen Pol Drs. Condro Kirono MM, M.Hum pun terpesona. Dalam keterpesonaannya, beliau berbisik padaku yang duduk di sebelah beliau.

“Romo, anak-anak ini luar biasa. Terutama yang luar biasa adalah gurunya yang berhasil melatih mereka sehingga mereka bisa memainkan harmoni drumband ini. Indah sekali! Lihat, perhatikan Romo, mereka bermain dengan segenap perasaan! Ini luar biasa Romo!”

Saya yang tidak pernah bermain drumband mencoba mencerna apresiasi dari Bapak Kapolda Jateng ini dan mengamini yang dikatakannya. Anak-anak itu mereka sungguh luar biasa. Pikirku, kalau sejak masih kanak-kanak mereka sudah diajak untuk srawung, bergaul dalam rangka perdamaian dan kerukunan, kiranya di masa remaja, muda dan dewasa nanti, mereka akan menjadi terbiasa. Tentu, pendampingan orang tua sangat penting dalam menjaga semangat ini.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Sejak prosesi pembuka, lalu berjalan dari pastoran menuju kampus, kurang lebih 1 kilometer, bolak-balik menjadi 2 kilometer. Sungguh indah. Prosesi diiringi 100 anak pemain drumband, 50 pemain dan penari Tarian Soreng dari Kabupaten Semarang, 60 peserta dari Bimas Katolik Provinsi Jawa Tengah, dan sedikitnya 30 mahasiswa-mahasiswi Unika Soegijapranata, serta para penonton yang turun berjalan berarak-arakan dalam pawai yang cukup panjang. Tak ketinggalan tiga penari Sufi.

Mereka tampak begitu bersemangat menghayati perdamaian dan kerukunan dalam keberagaman. Bagiku, ini sungguh luar biasa istimewa! Bagaimana menurut Anda?

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Para mahasiswa bersemangat membawa gambar-gambar bendera Palestina dan beberapa lukisan dalam prosesi itu, sambil menyerukan yel-yel perdamaian dan kerukunan. Beberapa dari mereka mengenakan topeng bergambarkan warna bendera Merah Putih dan bendera Palestina (hitam, putih, hijau dan merah). Prosesi juga diikuti oleh WR I, Ibu Caecilia, dan WR III, Ibu Christina dari Unika Soegijapranata Semarang.

Perdamaian dan kerukunan bukan sekadar teori dan mimpi, melainkan praksis dan nyata. Mengapa? Sebab yang terlibat dalam prosesi tak hanya satu agama, melainkan beragam umat beragama. Selain yang beragama Katolik, Kristen, dan Islam, juga hadir Bhikku Dhammamito dari Vihara Buddha Tanah Putih. Beliau hadir mewakili Bhikku Chattamano Mahatera yang tidak bisa hadir karena satu dan lain hal. Ada satu sahabat Pendeta dari Gereja Kristen Jawa yang hadir dan ikut prosesi, yakni Pdt. Sediyoko MSi, Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja Kristen Kota Semarang.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Sesudah prosesi, para tamu masih berdatangan. Antara lain, para tamu terhormat, Mas Gunawan Permadi – Pemimpin Redaksi Harian Suara Merdeka; Mas Agus Dhewa dan Handry TM, para seniman dan sastrawan Kota Semarang. Rekan-rekan dari Komunitas Arsiskettur Indonesia pun turut menyemarakkan dalam kehadiran.

Lalu hadirlah rekan-rekan dari Pemkot Semarang, Bapak Uskup Agung Semarang Mgr. Robertus Rubiyatmoko, Rektor Unika Soegijapranata Semarang Prof Dr Frederik Ridwan Sanjaya MSIEC, Kapolsek Gajah Mungkur Ibu Sulis, dan Kapolda Jateng Irjen Pol Drs. Condro Kirono MM, MHum.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Dalam semuanya itu, kami belajar untuk menghayati perdamaian dan kerukunan, dari anak-anak hingga dewasa, bahkan lansia! Kami menghayati perdamaian dan kerukunan dari rakyat dan umat biasa, hingga para pejabat dan para tokoh masyarakat serta tokoh lintas agama.

Tanpa terasa, prosesi dan rangkaian pembukaan pameran lukisan bertajuk Perdamaian Palestina, Kerukunan Kita yang dimulai tepat pukul 15.00 itu baru berakhir pukul 18.45. Sesudah itu, semua hadirin dan siapa pun yang terlibat dalam rangkaian pembukaan itu diundang untuk santap bersama sambil menikmati kebersamaan dalam perdamaian dan kerukunan. Tentu, mereka juga menikmati 100 lukisan lebih yang dibuat oleh 50 pelukis dari berbagai kota dalam pameran tersebut.

Suasana gembira dalam kerukunan disemarakkan pula oleh tarian dan nyanyian dari YPAK Semarang, khususnya para penari dan para vokalis V-Talent YPAK Semarang yang didampingi oleh Aning. Mereka menarikan tarian Semarangan dan menyanyikan beberapa lagu kerukunan dan perdamaian, termasuk lagu Untuk-Mu Indonesia yang saya ciptakan.

Terima kasih kepada para Ibu Paroki dari Ungaran, yang dengan penuh kasih melayani segala sesuatu terkait dengan akomodasi dan konsumi yang diperlukan, dalam koordinasi dengan rekan-rekan Tim Komisi HAK KAS dan Majalah INSPIRASI, Lentera yang Membebaskan di bawah koordinasi Maria Magdalena Sindajanty dan Lukas Awi Tristanto. Devi dan Markisa yang menjadi MC sangat menghidupkan suasana, hingga Soetikno MA yang menjadi Ketua Panitia pun mengatakan, “Puas…, segala sesuatu berjalan dengan baik adanya.” Pujian yang sama disampaikan oleh Basuki Ebbes, pelukis dari Kauman Ungaran yang selalu bersemangat membangun perdamaian dan kerukunan.

Sekali lagi, bagaimana menurut Anda? Bagiku, semua itu sungguh luar biasa istimewa! Terima kasih kepada semua pihak yang tidak bisa saya sebut satu per satu, namun telah mendedikasikan partisipasi mereka dalam rangka menghayati perdamaian dan kerukunan di antara kita, bagi Palestina, dan bagi dunia!

Secara khusus, ingin kusebut rekan-rekan jurnalis dari berbagai media cetak maupun elektronik yang hadir dan meliput acara ini. Wartakanlah perdamaian dan kerukunan ini kepada siapa saja! Jadikanlah sebagai kabar baik menghayati perdamaian dan kerukunan dari Johar Wurlirang untuk dunia!

Salam peradaban kasih. Tuhan memberkati!***

Johar Wurlirang, 21/3/2018

Sumber: refleksi pribadi atas peristiwa prosesi pembukaan rangkaian pameran lukisan: Perdamaian Palestina, Kerukunan Kita di Pastoran Johar Wurlirang Semarang, 21/3/2018.

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/5871945306236?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.